APAKAH BENAR KAB. BOGOR BANYAK KLINIK ILEGAL?

INDONEWS BOGOR – Memasuki musim hujan mulai mengguyur Kota Depok dan sekitarnya. Sejak beberapa minggu terakhir, hujan tersebut menimbulkan kondisi Warga sekitar sawangan rentan akan penyakit yang disebabkan oleh virus serta bakteri.

Bahwa cuaca ekstrim yang terjadi belakangan ini membuat daya tahan tubuh menurun. Serta membuat virus dan bakteri lebih mudah menyebar.

Tentunya masyarakat harus rajin melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Gerakan pemeriksaan jentik nyamuk perlu digalakkan kembali. Bila ada genangan air di sekitar rumah, seperti genangan air di ban bekas, botol harus segera di bersihkan. Selain itu, penyakit lain yang biasa menghinggapi masyarakat adalah diare dan penyakit kulit serta flu dan batuk.

Hal serupa yang dialami warga pengasinan kecamatan sawangan kota depok, yang mana belakangan ini banyak masyarakat berjatuhan sakit dan sampai dirawat di rumah sakit,puskesmas terdekat dan klinik.

Kronologisnya saat warga meminta pertolongan PLOGGING/pengasapan ke puskesmas sawangan dan diterima oleh kasubag Tu “Karnadi,  via seluler, ia menuturkan bahwa akan saya teruskan ke puskesmas pengasinan ya, “ucapnya,dalam pesan singkatnya.

Selasa 26/12/2017, ada peninjauan ke lingkungan dari puskesmas pengasinan oleh” Petugas Promkes, ia menuturkan bahwa prosedur untuk permohonan ijin plogging harus ada bukti yang sakit dan surat keterangan dari rumah sakit.

Sementara itu warga yang mengurus dan meminta surat keterangan bahwa ada warga sakit, ketika itu ada warga yang dirawat di salah satu klinik yang ada dikabupaten bogor tepatnya dikecamatan tajurhalang.

Saat dibawa surat rekomondasi tersebut ke puskesmas pengasinan,pihak puskesmas pada saat itu diterima oleh seseorang bidan, ia menjelaskan bahwa surat rekomendasi tersebut tidak bisa dipergunakan karena klinik tersebut ilegal tidak mengantongi surat ijin dan sudah beberapa ditegur oleh dinkes tapi tetap saja membandel, karena pemilik pendiri klinik tersebut ia adalah seorang perawat jadi tidak bisa mengantongi ijin, “ungkapnya.

Saat ditanya tentang adanya nama dokter di surat rekomondasi tersebut, Bidan tersebut pun menjelaskan bahwa dokter tersebut hanyalah sebagai tameng untuk bisa berdirinya klinik tersebut,”ucapnya.

Dalam hal ini menyikapi maraknya oknum perawat yang membuka praktik medis dan klinik ilegal di Kabupaten Bogor akhir-akhir ini. meminta agar Dinkes juga bisa menindak tegas semua pemilik klinik yang terbukti belum mengantongi izin operasinal. (Ade Nofiansyah)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook