Pembangunan Masjid Provinsi Kurang Transparan

INDONEWS CIANJUR – PEMBANGUNAN Masjid Provinsi Jawa Barat yang berlokasi di pinggir jalan Raya Cianjur-Bandung tak jauh dari Kantor Desa Cipeuyeum, Kecamatan Haurwangi kurang transparan, menyusul tidak dicantumkannya nama pelaksana pekerjaan di dalam direksi kit yang terpampang di lokasi proyek.
Dari pantuan Berita Cianjur, di lokasi tampak tengah berlangsung pengerjaan penataan lahan oleh sejumlah pekerja, dengan menurunkan alat berat berupa becho. Terpampang sebuah direksi kit ukuran mini berada di ujung lahan proyek. Jika dilihat sekilas memang tidak ada yang salah dengan direksi kit yang dipasang oleh pihak rekanan, namun setelah diamati dari dekat, ternyata nama pelaksana proyek sama sekali tidak dicantumkan disana.
Herannya, beberapa pekerja dilokasi yang berhasil ditemui wartawan, saat ditanya apa nama perusahaan yang melaksanakan proyek Masjid itu mengaku sama sekali tidak mengetahui nama perusahaan yang menaungi mereka bekerja.
“Waduh saya kurang tahu Kang, apa ya nama perusahaannya teh. Coba akang tanya langsung ke pa Dadang orang yang sedang mengarahkan alat berat,”ujar salah seorang pekerja sambil menunjukan kepada wartawan orang yang bernama Dadang.
Siapa perusahaan yang mengerjakan proyek Masjid baru diketahui setelah wartawan berhasil mengkonfirmasi Dadang. Diperoleh keterangan dari pemilik nama lengkap Dadang Muhammad Sobirin itu, kalau pihak pelaksana pekerjaan proyek adalah CV Tirta Abadi Bandung.
“Nama perusahaannya CV Tirta Abadi Bandung. Kalau yang kita kerjakan sekarang ini baru penataan lahan sama pembangunan pagar saja,”ujar Dadang saat ditemui dilokasi, Rabu (6/12).
Disingung soal tidak adanya nama pelaksana pekerjaan di direksi kit, Dadang menduga kalau itu dikarenakan pihak perusahaan lupa mencantumkannya.
“Mungkin pihak perusahaan lupa mencantumkannya Kang,”kata Dadang menambahkan kalau proyek yang saat ini dikerjakan merupakan pekerjaan tahap I.
Sementara itu tidak dicantumkanya nama pihak pelaksana di direksi kit menimbulkan kecurigaan masyarakat. Terlebih, nilai proyek untuk pembangunan Masjid itu nilainya mencapai Rp790.384.000.
Terpisah, Kepala Desa Cipeuyeum, Gungun Gunawan menerangkan, pembangunan yang saat ini tengah dilaksankan di lahan itu bukan hanya sekadar Masjid, tapi berikut bangunan perkantoran dan bangunan kuliner. Rencananya pembangunan itu akan menghabiskan biaya belasan miliar rupiah yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat.
“Pembangunanya sangat disayangkan masyarakat, soalnya di direksi kit pihak pengembang tidak mencantumkan namanya. Jadi wajar kalau banyak warga yang mencurigai, bahkan sampai menuding kalau proyek tersebut pengerjaannya disubkan lagi pada pengembang lain,” Ucap Gugun. (Nuki/Sam Apip).
Sementara itu, pelaksana pembangunan Kat anfile dan pembangunan pondasi pagar untuk mesjid Provinsi Jawa barat, Dadang Muhamad Sobirin saat ditanya di lokasi pembangunan menjelaskan, memang benar adanya sekarang pihaknya sedang melaksanakan pembangunan Kat anfile dan pembangunan pondasi untuk pagar.
Lama pekerjaan hanya 30 hari kerja berdasarkan kalender, mengenai nama CV yang mengerjakannya pihaknya mengaku lupa,” duh lupa nama CV mendapat tendernya dan tidak ditulis di papan mana proyek, itu pun mungkin pihak pengembang lupa menulis nama CV pada papan nama proyek,” kilah Dadang Muhamad Sobirin. (Ant)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook