BANYAK TOKO MODERN MELANGGAR KETENTUAN PERPRES

INDONEWS BOGOR.  Peraturan mengenai toko modern diatur dalam Perpres No. 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern (“Perpres 112/2007”). Pengertian toko modern menurut Pasal 1 angka 5 Perpres 112/2007 adalah toko dengan sistem pelayanan mandiri, menjual berbagai jenis barang secara eceran yang berbentuk Minimarket, Supermarket, Department Store, Hypermarket ataupun grosir yang berbentuk Perkulakan. Setiap toko modern wajib memperhitungkan kondisi sosial ekonomi mayarakat sekitar serta jarak antara toko modern dengan pasar tradisional yang telah ada (Pasal 4 ayat (1) Perpres 112/2007)

Dalam peraturan ini diatur beberapa hal penting, meliputi aturan penyediaan fasilitas wajib bagi pasar tradisional dan toko modern, aturan lokasi dan perizinan, aturan sistem penjualan dan jam kerja, hingga aturan kemitraan dengan pemasok. Aturan mengenai sanksi administrasi secara bertahap juga diberlakukan bagi pelanggaran, mulai dari peringatan tertulis, pembekuan, hingga pencabutan izin usaha.

Tumbuh maraknya minimarket-minimarket ini disetiap kota atau kampung yang akhirnya itu banyak mematikan usaha mikro kecil dan menengah

Penegakkan Perda terkait jam buka tutup toko modern rupanya masih bersifat insidental. Setelah beberapa waktu lalu aturan ditegakkan, kini para pengelola toko modern kembali melakukan pelanggaran. Mereka beroperasi di luar ketentuan buka pukul 10.00 dan tutup pukul 22.00 WIB.

Pelanggaran tersebut hasil pantauan langsung wartawan indonews senin 08/01/2018. toko modern yang berlokasi di Jl Raya sukabumi bogor tepatnya di kecamatan caringin sudah mulai buka 24 jam Bahkan, tidak sedikit yang sudah membuka gerainya antara pukul 07.00-08.00 WIB.

Saat dikonfirmasi salah satu ketua LSM LIRA,” (Lumbung Informasi Rakyat), Jonny S. menyampaikan. “Padahal, ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan Presiden No 112/2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Modern (Perpres Pasar Modern)

“Selain diatur di perpres ketentuan tersebut juga diatur oleh Perda No 4 tahun 2011 tentang pengembangan, pemberdayaan, penataan pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan toko modern. Oleh karen itu, seharusnya Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindag) Kota Bogor, segera menindak lanjuti pelanggaran yang dilakukan oleh sejumlah ritel atau pengelola paar modern yang melanggar,” ungkap Jonny S, Senin (08/01/2018).

Ia mengatakan, pengaturan terkait jam buka pukul 10.00 Wib dan tutup 22.00 WIB, di hari Senin hingga Jumat tersebut, sengaja dibuat untuk memberikan kesempatan kepada para pedagang kecil atau pasar tradisional, yang bisanya beroperasi di pagi hari. Namun, jika ketentuan tersebut dilanggar, maka sama saja dengan merebut kesempatan mereka.

“Jika memang para pengelola ritel atau pasar modern tersebut, belum tahu maka menjadi tugas pemkot untuk mensosialisasikannya. Namun, jika mereka sudah tahu tentang perda atau  perpres tersebut, maka secepatnya pula Disperindag Kota Bogor
menindaklanjuti hal tersebut, dengan memberikan teguran secara tertulis kepada para pengelolanya,” ujarnya.

Terjadinya pelanggaran jam buka tutup toko modern. Tak heran jika keberadaan minimarket tersebut berdampak buruk terhadap warung-warung kecil. Kalau seperti ini, pemerintah dinilainya kurang berpihak kepada rakyat kecil.

Keberadaan minimarket tersebut tidak berpengaruh terhadap nasib rakyat kecil. Namun ketika diteliti secara mendalam, masyarakat akan terhenyak besarnya dampak minimarket terhadap warung kecil. Guna mengantisipasi hal ini, pemerintah membuat regulasi berupa perda yang mengendalikan keberadaan toko modern. Tapi nyatanya perda tersebut khusus ketentuan jam buka tutup tanpa pengawasan dan penegakkan, seolah dibiarkan.

Lebih parah lagi, kebijakan moratorium toko modern yang pernah digariskan Pemkab Bogor kurang berwujud nyata, tidak sedikit dari toko-toko modern baru berdiri tanpa tindakan.

(Ade Nofiansyah)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook