LAPAS AKAN NYAMAN BILA TIDAK ADA PUNGLI

INDONEWS SUKABUMI. Lapas akan nyaman bila tidak ada pungutan Liar (Pungli), Hal itu disampaikan  Kepala Lembaga Pemasyarakatan  Warung kiara Sukabumi, melalui kasie Pembinaan Upu Rahman saat wawancara khusus dengan media Indonews di ruang kerjanya,  selasa 09/01/2018.

“Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas III Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang berpenghuni 932 narapidana diantaranya 30% kasus narkoba dan 5% narapidana perempuan” kata Upu menambahkan

“Setiap Lapas memang melakukan Pembinaan baik itu Pembinaan Kepribadian juga Pembinaan Kemandirian, hal ini sesuai dengan amanah Undang-undang Lembaga Pemasyarakatan”
Untuk memanusiakan para napi di dalamnya, kata Upu, Lapas Warung Kiara mengusung Konsep Pesantren (Sa’aadatuddaaroin)
dan sudah berlegalitas dari Kementerian Agama juga izin Operasional, di jawa barat ada tiga yang punya konsep tersebut, (Kabupaten Cianjur, Garut dsn Sukabumi).
“Dan kami kerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), hal yang sama juga kami lakukan dengan Penghuni Lapas yang beragama Nasrani bekerjasama dengam Dewan Gereja Indonesia”
Untuk Pembinaan kemandirian dan kreatiftas sebagai kegiatan napi sehari-hari di kompleks ini, masih bersifat situasional, karena Pembinaan Kemandirian ini tidak bisa lepas dari anggaran, tapi bukan berarti kami tidak melakukan hal tersebut, lapas ini memiliki kandang sapi, tahun 2017 kita juga ada program penggemukan sapi juga mengolah kotoran sapi tersebut.
Upu melanjutkan, di dalam permukiman ini para napi dibekali atau dilatih keterampilan dan kemampuan ekonominya, sesuai dengan kemampuan maupun skil para napi tersebut.

Sehingga, kata Kasie Pembinaan Lapas Warung Kiara ini, bila napi keluar dari Lapas ini bisa langsung berbaur dengan masyarakat dan memiliki ketrampilan.

Guna mendukung permukiman ini, penghuninya juga dilengkapi berbagai fasilitas. Seperti klinik, fasos atau fasum, dapur besar, kantin, serta fasilitas lain, jadi sama persis dengan kehidupan masyarakat, hanya dibatasi benteng saja, ungkapnya dengan Santun. (Tim)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook