Relawan Diharapkan Ikut Berperan Serta mengawasi Dana Desa 

INDONEWS JAKARTAAcara yang diselenggarakan salah satu Organ Relawan Jokowi, Jaringan Makmur Nusantara (JMN), yang di support Oleh Kantor Staff Presiden RI dan Kemendes Ri, juga dihadiri oleh beberapa Organ Relawan Jokowi, Persatuan Relawan Indonesia (PERI) Media Ummat, Koran Jokowi dan Indonews, berlangsung selama dua hari dari 12 – 13 january 2018.
Relawan Jokowi dapat ikut serta mengawasi Dana Desa didaerahnya masing-masing selama tidak melanggar hukum/aturan yg berlaku, hal itu disampaikan oleh Wahyu. H. Pribadi Staf Alhi Kemendes RI pada saat Acara Monitoring & Evaluasi Relawan Jokowi di Gd. Perpustakaan Nasional, Jl. Medan Merdeka, Jakarta, jumat 12/01/18
Anggaran Dan Desa setiap tahun terus naik dan bertambah, 
1.Anggaran Dana Desa  tahun.2015 – Rp. 20,8 Triliun utk 74.754 desa
2.Thn.2016 – Rp. 46,9 Trilyun utk  74.888 desa
3.Thn.2017 – Rp. 60 Trilyun utk 74.910 desa
4.Thn.2018 – Rp.103 Trilyun utk > 75.000 desa :
Dan Jumlah desa menaik khususnya di NTT dan Sumbar, katanya menambahkan
“Ada beberapa Program kemendes RI yaitu : BUMDes, product unggulan desa, Embung, dan Sarana Olahraga Desa”
Memang BUMDes belum terlalu diminati oleh Desa, padahal BUMDes punya tujuan untuk mengelola potensi dan sumber daya yang ada di desa, tentunya akan menciptakan Pekerjaan yang bisa melibatkan Masyarakat Desa.
  
Seandainya dari 75.000 Desa ada BUMDes,  tentu kemendes RI pasti akan bergerak cepat membantu dan membina Desa karena peran BUMDes terbagi kedalam dua hal; (1) pengembangan potensi perekonomian dan sumber pendapatan asli desa, (2) peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa.
Misalnya Swasembada beras bisa BUMDes yang membeli hasil panen petani tersebut, jadi ketika musim kering bisa dijual kembali dimana hal ini untuk  menghindari harga beras tidak stabil dan juga tidak dikuasai oleh para tengkulak
“Jadi dibutuhkan peran aktif Relawan Jokowi untuk membantu membangun BUMDes di setiap desa atau daerahnya masing-masing”
Bentuk partisipasi Relawan Jokowi bisa yang bersifat nyata misalnya uang, harta benda, tenaga, keterampilan, maupun partisipasi tidak nyata, yaitu  buah pikiran, usulan dan saran serta pengambilan keputusan. 
Ditempat yang sama Dr. Marcelino Pandin, Pakar Keuangan Internasional, Salah satu Narasumber dalam Acara tersebut menyampaikan,  “Undang undang No. 14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik  (KIP) adalah salah satu produk hukum Indonesia yang dikeluarkan dalam tahun 2008 dan diundangkan pada tanggal 30 April 2008 dan mulai berlaku dua tahun setelah diundangkan” 
Undang-undang ini  terdiri dari 64 pasal yg berisi; kewajiban kepada setiap Badan Publik untuk membuka akses bagi setiap pemohon informasi publik  termasuk Relawan Jokowi yang tentunya berbadan hukum & mentaati aturan-aturan yang ada, kata Marcelino menambahkan
“JMN tidak hanya sebuah Organ Relawan tapi bisa jadi lembaga studi dan kajian yang akan menyerap gagasan dan harapan seluruh rakyat Indonesia dan kami Fokus dengan Program Kemendes RI dimana JMN sangat Miris melihat keadaan di daerah masih banyak yang belum teraliri Listrik maupun air bersih” kata Dicky Ketua Panitia yang juga Sekjend JMN, kepada Indonews, ketika dimintai tanggapannya atas tujuan acara tersebut.
Dan STRATEGI MONEV RELAWAN JOKOWI, memiliki rumus SMART yaitu sebagai berikut:
S (Specifik): jelas yang dimaksud, dimana, kapan dan bagaimana situasi akan berubah;
M (Measurement): target-target dan manfaat mampu dikuantifikasi;
A (Achievable): dapat berkontribusi pada tujuan-tujuan organisasi;
R (Realistis): memungkinkan mencapai level perubahan berkaitan dengan tujuan organisasi.
T (Time bound): dapat diikur dari waktu ke waktu.
.
Ketika diminta tanggapan salah satu peserta dari Acara tersebut, Arif P. Suwendi yang nama panggilan akrabnya Papa Rif, Ketum Persatuan Relawan Indonesia (PERI) ada 3 poin untuk menunjang PROFESIONALISME RELAWAN, yaitu :
.
1.Tanggung-Jawab Relawan > Kepada Tuhan & Publik
 2.Kompetensi > Melaksanakan Nawacita dgn amanah
 3.Pengatur laku > Idealnya berbadan-hukum krn dipandu AD/ART., ujarnya menutup pembicaraan. (Red)
.

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook