PEMERINTAHAN KECAMATAN CILEUNGSI AKAN SISIR PENUNGGAK SPPT PBB

INDONEWS BOGOR – Pemerintahan Kecamatan Cileungsi akan melakukan Penyisiran Wajib Pajak Penunggak SPPT PBB di Wilayah Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, hal ini disampaikan Camat Cileungsi, Renaldi saat menghadiri Acara Minggon di Aula Kantor Pemerintahan Desa Limus Nunggal, Kecamatan Cileungsi, Rabu 31/1/2018.

Renaldi mengatakan Penyisiran Wajib Pajak Penunggak SPPT(Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang)PBB ini dilakukan untuk mendongkrak Pendapatan dari Pajak Bumi dan Bangunan.

” Ini Kita lakukan untuk meningkatkan Pendapatan dari Pajak Bumi dan Bangunan, dari Operasi Sisir itu akan Mewujudkan tertib Administrasi, Kita harus ada keseriusan, Kebersamaan antara Pemerintahan desa, teman-teman UPT dan Pemerintahan Kecamatan. Yang pertama Kita sisir ada beberapa titik di Wilayah Desa Cileungsi Kidul dulu, diantara Pemerintahan Desa yang ada di Kecamatan Cileungsi, yang Penerimaan PBB nya terendah adalah Pemerintahan Desa Jatisari”. Ungkapnya

” Kita ingin membangunkan Para Warga atau Pemilik yang selama ini mungkin terlena, Kita dorong SPPT nya supaya Bayarlah, iya kan, Kita akan Mulai Febuari ini. Semua Bidang Tanah di Kecamatan Cileungsi ini minimal terbit SPPT yang sesuai, iya kan, sebab sekarang masih banyak SPPT yang mungkin kurang sesuai, makanya banyak Warga yang merasa keberatan,”Pak Camat Nilai Saya kok Ketinggian?”, iya Kita sesuaikan nanti” ungkapnya lagi.

Saat Wartawan Indonews menanyakan Perihal Masih banyaknya Perusahan-perusahaan yang tidak memasang Papan atau Plang Nama padahal sudah sering dipertanyakan Wartawan, termasuk Dugaan Banyaknya Spanduk atau Reklame Bodong Atau Liar, dimana itu Salah Satu yang mendongkrak Penda8patan Daerah, Renaldi mengatakan tetap akan di sisir juga.

” Pokoknya akan Kita Sisir juga Semuanya, tapi secara bertahap, yang berpotensi menggali dan mendongkrak Pendapatan Pajak Kita gali terus supaya maksimal”. Jawabnya.

(Marlon Sirait)
Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook