“ADE WARDHANA, MISTER KOPPIG SETELAH IPIK & JOKOWI?” Arief P. Suwendi – Ketum PERI (Persatuan Relawan Indonesia)

INDONEWS BOGORBismillahirahmanirahiim, Assalamualaikum WR WB, Salam Sejahtera. SAMPURASUN: … Karena menolak bergabung dengan pemerintahan Belanda/Recomba, beliau pun menjadi target untuk ‘dilenyapkan, dan ini terjadi  pada tanggal 14 Agustus 1947 dengan ‘dibuangnya  ke pengasingan ke wilajah Jasinga. Beliau yang kelahiran 30 November 1906 di Purwakarta ini sudah lama dikenal sebagai ‘Mister Koppig’ (Keras Kepala) dijamannya, karena tidak pernah mau diajak kerjasama oleh Belanda. Saat dalam pengasingan, beliau menerima tugas dari Pemerintah RI untuk menyusun pemerintah Kabupaten Bogor Darurat yang berpusat di Jasinga selanjutnya beliau ditetapkan menjadi Bupati Bogor thn.1948-1949 merangkap Bupati Lebak, Wagub Jabar thn.1947–1952, Gubernur Jawa Barat (1956-1960), dan Mendagri ke-14 tahun 1959–1964. Dan wafat di Jakarta, 22 Juni 2005, dalam usia 99 tahun, beliaulah IPIK GANDAMANA.

Ir. Joko Widodo (Jokowi), awalnya hanya tukang kayu ‘ndeso, namun ia terbiasa kerja secara terukur, hati-hati namun siap ‘memotong dan membuangnya jika ada kayu yang dirasa tidak akan menghasilkan ‘kebaikan.  Kini beliau adalah Presiden RI ke-7 thn.2014-2019  yang kemudian telah  disiapkan kembali oleh relawan untuk menjadi presiden kembali thn.2019-2023 mendatang, termasuk oleh kami, PERSATUAN RELAWAN INDONESIA (PERI). Karena Jokowi adalah tipe pemimpin yang telah lama ‘dirindukan untuk memimpin bangsa dan negara besar ini, kalau pun banyak yang tidak ‘menyukainya, sehingga beliau pun dikenal sebagai ‘Mister Koppig’ sebagaimana alm.Ipik Gandamana. Jika alm.Ipik tidak disukai Belanda, Jokowi tidak disukai oleh para Koruptor, bandar Narkoba dan kaum Intoleransi. Ahahaha..

BOGOR PERLU BUPATI KOPPIG !?
Jawabnya, Iya !, karena saat ini Kabupaten Bogor  masuk  posisi 10 daerah termiskin dari 27 kota/kabupaten se-Provinsi Jawa Barat. ‘wow!

Kabupaten Bogor adalah bagian dari ‘penyangga Eksospolparbudhankam Ibukota DKI jakarta, maka sangat miris jika saat ini Kab.Bogor > 8,92% masih belum mampu menangani warga miskinnya, kalau pun masih dibawah rata-rata nasional yang mencapai 11,13%  dan Provinsi Jawa Barat 9,57%.  Namun, jumlah itu, masih lebih tinggi daripada penduduk miskin di Kabupaten Bandung yang hanya mencapai 8%, jadi apa yang harus dibanggakan?

BOGOR KAPAYUN !
Kabupaten Bogor thn.2018-2022 mendatang harus dipimpin BUPATI ‘KOPPIG’ model alm.Ipik Gandamana dan Jokowi. Keras kepala karena anti korupsi, anti narkoba & anti intoleransi.  Siapa yang mampu?

Kami, melihat figur itu ada dalam diri ADE WARDHANA. Orang muda, nyantri & amanah. Kalau pun  ‘hanya seorang Kepala Sekolah Madrasah Tsanawiyah Al Amin di Cibening Pamijahan , kab.Bogor sejak tahun 2009. Namun, bukankah Jokowi pun awalnya adalah seorang tukang kayu?, selalu terukur, hati-hati & berani memotong kayu yang dirasa tidak akan membawa ‘kebaikan !, itu yang diperlukan membawa BOGOR KAPAYUN !

BOGOR KAPAYUN !, tidak memerlukan jargon, slogan  dan janji-janji kampanye yang ‘aneh-aneh.  Mulailah dahulu menjadi CALON BUPATI ‘KOPPIG’ saja  itu kuncinya. Mulai dari desa-desa di Kab. Bogor, sampaikan kepada mereka akan  manfaat  dana desa secara benar dan amanah, sampaikan juga bahwa korupsi dana desa adalah  bagian dari orang munafik, libatkan para relawan untuk bersama KPK & Satgas Dana Desa  ikut mengawasi . Apalagi saat ini ada > 900 kepala desa di seluruh Indonesia yang masuk katagori korupsi dana desa.

Kami, PERSATUAN RELAWAN INDONESIA (PERI) bersama INDONEWS telah ‘mempersiapkan secara detil konsep BOGOR KAPAYUN !,khususnya untuk Kab.Bogor thn.2018-2022 mendatang. Akankah ADE WARDHANA berminat?, mangga. Mohon maaf lahir bathin, Wassalam.  (*Penasehat  Indonews Bidang Media & Event Organizer)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook