Kampung Pasir Jaya Desa Ciampea, Sebuah Potret Buram dari Kabupaten Bogor

INDONEWS BOGOR Memiliki rumah yang nyaman dan layak sebagai tempat tinggal untuk tempat istirahat dan berkumpul sanak saudara ternyata, masih jadi mimpi bagi Warga Kampung Pasir Jaya RT. 03/06, Desa Ciampea, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor  ini. Mungkin dibenak kita bertanya-tanya, kok bisa seperti itu? Padahal kan Pemerintah pusat sedang menggalakkan program, yang namanya program Dana Desa. Sungguh ironis tentunya jika di suatu desa masih ada sebagian warga/kampung dengan kondisi yang memprihatinkan, rumah yang tidak memiliki  Penyediaaan Mandi Cuci Kakus (MCK), sehingga harus keluar rumah jika ingin mandi, buang air kecil/besar.

Padahal pengadaan MCK adalah menjadi salah satu prioritas program dana desa, selain pembangunan jalan, dan jembatan. (MCK) yang memadai kerap menjadi sebuah kendala bagi kemajuan dan kesejahteraan desa. Karena keberadaan menjadi hal yang amat sangat penting manakala jalan menjadi prasyaratan pokok/utama yang dibutuhkan untuk menyalurkan hasil bumi ke luar desa dan sebaliknya menyalurkan barang dan jasa bagi kebutuhan warga desa sehingga dapat tercapainya kesejahteraan masyarakat desa.

Seperti telah kita ketahui bersama, bahwa membangun desa merupakan salah satu prioritas program pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam Nawa Cita ketiga yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Penguatan desa-desa dilakukan dengan mengucurkan dana desa yang langsung bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja Negara (APBN). Realisasi dana desa ini sudah memasuki tahun ketiga. Pada 2015, desa mendapat kucuran dari APBN sebesar Rp20,67 triliun.

Kemudian pada 2016 naik menjadi Rp46,98 triliun dan tahun ini 2017 naik lagi sebesar Rp60 triliun. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Men des PDTT) Eko Putro Sandjojo mengatakan bahwa selama tiga tahun ini, desa melakukan pembangunan yang sangat masif. Hal ini tidak lepas dari dana desa yang terus meningkat setiap tahunnya.

“Belum pernah ada pembangunan di desa semasif ini dalam sejarah Indonesia. Itu terjadi karena bussiness modelnya benar,” katanya.

Tapia apa yang terjadi sekarang ini? Potret Buram itu masih terlihat di Kampung Pasir Jaya RT. 03/06, Desa Ciampea, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Kampung Pasir Jaya menjadi saksi gagalnya pemimpin sebelumnya dan para legislatif dalam memerhatikan salah satu desa dari kecamatan Kabupaten Bogor yang sudah sangat jelas masyarakat makin terpuruk dengan fasilitas yang dijanjikan ini tdk terealisasi.

Kita berharap pemimpin selanjutnya dalam pentas pilkada 2018 tahun ini lahir bukan dari beban masa lalu yang tidak mampu  merealisasikan dan hanya untuk kepentingan pribadi. Masyarakat Ciampea yang mengalami kondisi seperti di atas pastinya menginginkan pemimpin yang lahir dari rahim yang bersih dan tidak ada beban masa lalu. Ade Wardhana dan Asep Ruhiyat (AA),  adalah pemimpin yang sudah pas dalam kategori yang diinginkan dari masyarakat Bogor, khususnya Kapung Ciampea.

Pemerintah Kabupaten Bogor lebih peka dan serius dalam mengentaskan kemiskinan di Bumi Tegar Beriman ini. Jangan hanya mementingkan politik dan kekuasan semata. “Jangan tutup mata, coba lihat. Saya sangat berharap pemerintah peka dan peduli terhadap kemiskinan yang dialami warga Bogor,” terangnya. (TIM)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook