Lebih Jauh Mengenal Pasangan Nomor Urut 5 Ade Wardhana Adinata-Asep Ruhiyat: Kunjungi Pasar Leuwiliang, Kabupaten Bogor

INDONEWS BOGOR Kedua kandidat kepala daerah ini yang di daulat oleh sesepuh Bogor, H. Badrul Kamal itu dinilai sempurna. Pasangan politikus muda dengan birokrat senior di Pemkab Bogor itu dinilai sempurna.

“Kalau melihat komposisinya sudah sangat ideal. Dengan latar belakang Ade Wardhana dan Asep Ruhiyat, politikus muda dengan birokrat senior, kami yang sudah tua ini melihat harapan baru untuk Kabupaten Bogor,” kata salah seorang sesepuh Bogor, H. Badrul Kamal, beberapa waktu lalu di kediamannya.

Menurut mantan Kepala Badan Perencanaan Daerah Kabupaten Bogor yang kemudian didaulat menjadi Wali Kota Depok pertama itu, Asep Ruhiyat sudah puluhan tahun malang melintang di pemerintahan. Ia pun tahu persis kinerja dan prestasi Asep, yang pernah jadi anak buahnya di Pemkot Depok.

“Kerjanya cepat. Apa yang ditugaskan selalu selesai. Dia seorang pekerja keras dan bisa menyelesaikan pekerjaan apapun. Bahkan yang kadang tidak mungkin dilakukan dengan cepat, Asep bisa lakukan. Makanya, dia dijuluki Mc Gyver. Asep itu pejabat serba bisa dan ulet,” ungkapnya.

Ia menilai, sosok Ade Wardhana yang merupakan balon Bupati Bogor termuda memenuhi kriteria seorang pemimpin. Di usianya yang baru 34 tahun, Ade Wardhana dipercaya menjadi Ketua DPW Partai Perindo Jawa Barat yang membawahi 27 kota kabupaten. Latar belakang pendidikan, baik umum dan agama, Ade Wardhana dinilai mumpuni.

“Politikus muda enerjik, pintar dan agamis. Pasangannya birokrat senior, kaya dengan pengalaman. Paham seluk beluk pemerintahan. Kombinasi pemimpin muda dan pemimpin berpengalaman,” jelas Badrul Kamal.

Sementara itu, Adapun Ade Wardhana mengatakan, dirinya selaku putra Bogor diminta atau tidak minta berkewajiban memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Bogor. Untuk itu, momentum pilkada merupakan ikhtiar-nya untuk mendorong perubahan di Kabupaten Bogor yang lebih baik.

“Dengan kapasitas Kang Asep Ruhiyat, Insya Allah tujuan baik kami dan harapan warga Bogor bisa diwujudkan. Yang terpenting, apapun hasilnya kami ingin semuanya bernilai ibadah,” ujar Ade.

Demikian pula dengan Asep Ruhiyat yang mengaku jika proses ta’aruf yang dibangunnya dengan Ade Wardhana berjalan lancar, Ia tidak mempersoalkan menjadi wakil bupati.

“Niat saya berbuat yang terbaik untuk Kabupaten Bogor. Saya siap bekerja dalam posisi apapun,” tutup Ruhiyat.

Dan memang terbukti, seperti  yang dijanjikan pada kampanye pertamanya, pasangan nomor urut 5 ini dengan  mengusung jargon politiknya “Pemimpin Baru, Bogor Baru,” memang dapat diandalkan. Mereka dekat dengan masyarakat, buktinya Capub dan Cawabup AA mendapat sambutan meriah saat blusukan ke pedagang di Pasar Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

“Hidup Ade Wardhana, Hidup AA. Nomor 5 pasti menang!” teriak para pedagang saat melihat AA, Kamis (15/2/2018).

Mendapat sambutan hangat dari para pedagang, Ade Wardhana tak henti-hentinya melempar senyum sambil berjalan menyusuri lapak pedagang.

“Saya mau belanja ibu, bapak,” kata Ade Wardhana.

Ade bertegur sapa dengan pedagang sayur, pedagang buah, hingga pedagang daging. Bahkan, Ade juga terlihat saat memilih sayur mayur yang hendak dibeli. Sesekali Adejuga melakukan gurauan dengan para pedagang.

Setelah dari pedagang sayur Ade Wardhana berlanjut ke pedagang beras, pedagangnya adalah seorang wanita, dengan ramah Ade pun berbicang dengan penjual beras tersebut, dibalas dengan senyum dan ramah pedagang beras tersebut.

“Pak Ade jagoan kami. Saya pendukung bapak,” teriak kelompok pedagang beras, berulang kali sambil berlari kecil mendekati Ade Wardhana.

Wanita berkerudung  ini bahkan mendoakan untuk kemenangan Ade Wardhana dan Asep Ruhiyat. “Saya yakin dan mau kalau Pak Ade Wardhana yang jadi Bupati Bogor. Kami yakin akan sejahtera,” ucapnya.

Tak hanya pujian yang diterima Ade Wardhana. Beberapa pedagang juga tampak mengadu tentang kondisi yang dialami para pedagang. Mereka berharap Ade Wardhana dan Asep Ruihiyat secepatnya menjabat sebagai Bupati Bogor.

“Cepat lah Pak Ade ini jadi Bupati, biar makmur hidup kita,” kata seorang wanita paruh baya, Sumiati. Setelah selesai blusukan, Ade Wardhana-Asep Ruhiyat beserta rombongan meninggalkan pasar Tradisional Leuwiliang.

Keramahan tersebut tidak hanya ditunjukkan pada pedagang atau masyarakat pada umumnya saja, legenda sepakbola Indonesia, Robby Darwis. Mantan Kapten Tim Persib Bandung ini memuji sosok Ade Wardhana yang kini menjabat Ketua DPW Partai Perindo Jawa Barat.

“Calon pemimpin yang baik harus mampu memperhatikan semua hal yang dicintai masyarakat, termasuk sepakbola. Undangan Tim Pemenangan Ade Wardhana – Asep Ruhiyat (AA) kepada Persib Legend dinilai sebuah kepedulian terhadap dunia olahraga,” tutur Robby Darwis.

Lebih lanjut mengatakan, “Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Ade Wardhana. Kami bermain bersama di lapangan dengan masyarakat di kampung. Ade Wardhana itu politisi multitalenta. Selain pintar, dia juga bisa bermain sepakbola. Karena sepakbola itu memang harus dari bawah, bukan hanya dari atas yang ngomongnya selalu bagus tetapi kenyataannya masih kurang,” ujar Robby.

Untuk itu, pemain Persib Legend itu  meyakini bahwa Ade Wardhana mampu mengembalikan semangat olahraga terutama sepak bola di Kabupaten Bogor. Makanya, Robby Darwis dan kawan-kawan menyatakan mendukung penuh pasangan AA Bogor di Pilbup 2018. Bahkan, Ia mengaku siap membantu menjadi bagian dari tim pemenangan AA. Kami harap nantinya sepak bola di Kabupaten Bogor di tangan Ade Wardhana bisa lebih maju lagi.” Semoga. Hidup AA. (TIM)

Facebook Comments

1 Comment

  1. zaenal abidin 22 May 2018 at 09:15

    #Jika saya jadi bupati 2019#

    Belum ada greget dan inovasi baru strategi jitu solusi tepat yang dilakukan bupati bogor dari berbagai pergantian kepala daerah, masih terlihat segelintir oknum pegawai masih suka santai santai dalam bekerja , rapat-rapat ,ceremony pawai arak arakan pameran kebudayaan lomba lomba menghabiskan dana besar pugar sana pugar sini lebih baik buat jalan desa diaspal biar perekonomian lancar, gedung sekolah masih banyak yang rusak tingkatkan upah honor guru yang layak kiyai berikan gaji, sekolah mudah berobat mudah buat KTP KK akta tanah mudah murah tepat ada kepastian waktu hari sabtu buka layananan bila perlu berikan uang tambahan honor.Ini semua bisa mudah asal mau karena ibadah, ini bukan kekecewaan tapi ini anggap sebuah evaluasi untuk menuju suatu perubahan.

    Kabupaten Bogor yang masih menyisakan berbagai persoalan diantaranya:
    1. Jalan yang rusak parah diaspal sepotong sepotong tidak tuntas rakyat
    tidak peduli jalan nasional kabupaten jalan provinsi yang penting diaspal
    2. Sekitar wilayah pasar dan pabrik pasti macet penuh dengan kali lima angkot ngetem
    setiap pasar harus membuat pengolahan sampah ada lomba pasar bersih
    3. Persolalan KTP yang kusut dan amburadul (bahkan penulis KTP-KK belum jadi
    nunggu SMS ) mohon maaf jangan tersinggung bukan salah pegawai blankona beak
    dan pengurusan surat tanah yang mahal bahkan terlama
    4. Pendidikan yang mahal hapus acara tour uang kurban anu kurbanna saha budak
    apa sakola dana BOS masih belum transparan penggunaannya harus akuntabel
    berbasis School based of management
    5. Angka putus sekolah yang tinggi tidak bisa melanjutkan , bayangkan
    anak usia sekolah SMP dari 586 ribu jiwa dari angkat itu yang tidak sekolah
    mencapai 477 ribu padahal dana APBD untuk pendidikan mencapai 1 -1,5 Triliun
    pertahun angka putus sekolah tahun 2017 mencapai 2941 ribu jiwa
    6. Pengangguran yang terus bertambah buruh ingin upah yang layak hapus
    outshorsing karyawan butuh kepastian butuh kesejahteraan kesehatan yang layak
    7. Belum optimalnya CSR dalam kontribusi pembangunan
    8. Dikampung boro boro mau bayar BPJS buat makan aja susah ini perlu solusi,buat
    Puskesmas rawat inap tiap 2 desa atau 3 desa
    9. Kesehatan – pendidikan dan anak terlantar dipelihara oleh negara ini buktinya belum
    ada secara komprehensif
    10. Jumlah Penduduk yang terus bertambah tidak ada formula lain kecuali
    harus ada pemekaran untuk menuju akses layanan prima dan pemerataan
    pembangunan mungkin tidak semudah itu ya namanya juga usaha
    11. Pemerintahan belum memberikan layanan prima terhadap warganya tutur kata dan
    sopan santun masih sering terlontar oleh sebagian pegawai pemerintahan ini perlu
    belajar tatakrama yang baik masyarakat butuh sentuhan yang humanis senyum dan
    ramah agamis.
    12. Mung bisa mah atuh Pimpinan teh ulah turun temurun bisi cara di kulon , heeh
    iyemah kahayang aing ulah janten emutan kang , jadikeun pemimpin yang bersih
    jujur,agamis ,manusiawi turun kelapangan ,mencari solusi yang tepat efisien praktis
    srategi yang tepat(mungkin ahok dan jokowi perlu kita
    contoh dalam mengatasi persolan daerahnya tidak perlu kita pungkiri
    kerja bagus cepat realistis bahkan ada lelang jabatan).coba di bogor aya jiga kitu
    ehh pasti hebat
    13. Ada lelang jabatan adu visi gagasan ide strategi melalui debat tawarkan kepada
    masyarakat bahkan meminta kepusat calon birokrat yang mau bekerja di Jakarta
    segudang sumber daya yang handal dan jujur profesional hilangkan generasi
    birokrat yang kaku yang sudah mengakar lama
    14. Kaji ulang arus searah di puncak sehingga tidak merugikan penduduk setempat dan
    banyak ruginya bagi simiskin . Kabupaten Bogor memerlukan pemimpin baru
    Bogor baru yang maju kondusif jauhkan dari hoax saling hujat jadikan
    ulama sahabat mitra untuk tempat mencari solusi bukan ketika musim kampanye
    wae butuh ulama , jadikeun shalat berjamaah yang utama jaga persatuan dan
    kesatuan itu yang terjaga
    15. Jika saya jadi bupati saya akan membuat 6 buah BUS angkutan karyawan
    umum pelajar dengan ongkos murah sopir di gaji pemda menggunakan seragam
    pake dasi yang bagus indah dengan Route : 1. Lw liang 2. Puncak
    3.Parung 4.Cileungsi 5.Wanaherang 6.sentul (dengan berlangganan kartu)ini solusi
    Kemacetan
    16. Tiap desa dan kelurahan harus ada tempat pengolahan sampah memiliki 1 unit truk
    sampah

    Bogor butuh pemimpin yang baru muda energik bisa shalat berjamaah di masjid pro rakyat ngabela ulama jauh dari korupsi menghindari maksiat jauh dari narkoba kriteria calon bupati yang sesuai syareat agama , Al qur’an jadi pedoman. masyarakat tidak butuh janji janji tapi bukti solusi dan strategi yang nyata rakyat cuma butuh sekolah-kesehatan-pekerjaan-jalan diaspal usaha mudah optimalkan pajak restoran hotel pertambangan dll supaya PAD nya 7 triliun bisa itu ya bisa apa susahnya ! tapi jangan dikorupsi uangnya bang hanya untuk membangun , potensi daerah kabupaten bogor itu banyak alam yang subur wisata perdagangan jasa property kuliner ,hentikan sawah lahan produktif jadi lahan industri dan perumahan , salam persahabatan

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook