Warung Kopi, BOGOR KAPAYUN!: “ADE WARDHANA  – ASEP RUHIYAT  ITU NASIBNYA SEPERTI JOKOWI..!?”

INDONEWS BOGORGerimis sejak magrib tadi belum juga reda, namun janji harus ditepati kalau pun harus naik ojek online akhirnya saya pun tiba di Warung Kopi idola warga Kabupaten Bogor itu, ya, Warkop BOGOR KAPAYUN !, dimana teman saya yaitu pemimpin Redaksi INDONEWS telah menanti disana. “Maaf saya terlambat Lae”,sambil menyalami Jonny Sirait,Amd. “Ahahah, saya pun belum lima menit bang”, seperti biasa pelayan menghampiri dan mencatat pesanan kami, sederhana saja, “Kopi hitam manis dan 4 pisang goreng”, Ahahahah..menu idola relawan dan jurnalis.

Malam ini, Warkop ini agak sepi mungkin karena hujan yang turun seharian atau memang karena tanggal tua. Pesanan tersaji diatas meja, “Bang sudah dengar hasil survey yang merilis bahwa tingkat elektabilitas Calon Bupati Bogor Ade Wardhana menempati rangking teratas ?”, “Belum, bagaimana bisa?”, “ Beredar info  beliau  mendapat  41.2 %, Ade Yasin 30.8%, Jaro Ade 21.9 %, Gunawan Hasan5.5% dan tidak tahu 0.6 %. Itu rilis lembaga survey kredibel, bang”, papar Jonny sambil menyeruput kopi kemudian terbatuk-batuk, dia lupa kopi itu panas. Ahahah..

Ditambahkannya, namun  dari tingkat popularitas, Ade Wardhana berada di rangking ketiga dengan skor 25.6%. jauh dari Jaro Ade dengan nilai 34.7% dan Ade Yasin di 28.7%. Adapun Gunawan Hasan menempati posisi ke empat degan angka 9.5% dan sisanya menyatakan tidak tahu sebesar 1.5 persen. Lae Jonny ini kemudian berhenti bicara, tapi bukan karena panasnya kopi tadi, tapi suara knalpot angkot yang lewat itu lebih kencang dari suaranya. Saya menyelak,”Siapa yang bisa rutin merazia knalpot – knalpot kendaraan roda dua dan empat agar tetap standar?, bukankah knalpot variasi ini menyumbang juga kenaikan  polusi untuk kabupaten Bogor. Semoga nanti jika kang Ade Wardhana-Asep Ruhiyat terpilih, harus lebih tegas tentang itu”, Jonny pun mengangguk-angguk sambil tersenyum khas putra Batak, ahahah..

Kemudian saya pamit ke toilet, kemudian melanjutkan pembicaraan, “Lae jangan lupa saat menjelang Pilpres 2014 lalu, ada 4 lembaga survey yang mengatakan bahwa Jokowi kalah populer dari Prabowo. Sehingga diasumsikan Jokowi akan kalah di Pilpres 2014. Namun mendekati hari H, hasil hitung cepat 8 lembaga survey (SMRC, LSI, Indikator, CSIS-Cyrrus, Kompas, RRI, Populi, Poll Tracking)  kemudian ‘menempatkan pasangan Jokowi unggul dengan rata-rata suara 52%  dan Prabowo-Hatta 47%. Dan diakhir permainan,  suara Jokowi mencapai lebih 53,19% atau lebih dari 71,107.000 suara di 23 provinsi & LN. Mengapa?, karena Jokowi menawarkan perubahan kepemimpinan dari yang formal menjadi lebih in-formal, dekat dengan rakyat. Mendengar dan memecahkan masalah dengan cepat. Tentunya ada campur-tangan Tuhan disana, maka Ade Wardhana dan Asep Ruhiyat tidak perlu ‘gamang, kalau pun nasib Ade-Asep ini tidak beda jauh dengan Jokowi. Yang dipandang sebelah mata, namun kemudian menjadi pemenang Pilpres 2014, ahahah..”,

“Bagaimana peluang Jokowi di Pilpres 2019 nanti bang?”, “tadi kita sudah berjanji hanya bicara tentang Pilbup Bogor 2018-2022 kan, kenapa kita bicara Pilpres 2019?”, kami pun tertawa ‘garing, kenapa garing?, pastinya kami tidak bisa lagi ‘kasbon kopi karena hutangnya sudah ‘over limit. Untung dalam tas kecil yang kami berdua telah tersedia air mineral, itulah yang kami libas. Tapi ini komitmen kami dengan si abah pemilik Warkop ini, kasbon tidak boleh melebihi ‘seratus ribu rupiah, ahahaha…

“Nasib Ade-Asep itu memang mirip Jokowi, selain dipandang sebelah mata, banyak orang hanya melihat dari ‘cashing atau perfomance saja. Nyatanya kemudian yang lebih ‘gaya memang banyak, tapi banyak juga dari mereka yang kemudian kini menginap di penjara KPK.  Karena mereka tidak amanah, entah itu dikalangan legislatif, eksekutif, yudikatif, dsb.Memimpin, baik itu sebagai kepala negara,  kepala daerah, BUMN/D, dsb –  itu bukan karena ‘banyak gaya, tapi wajib ‘banyak kerja. Kerja yang benar, bukankah mereka yang kini dipenjara KPK itu saat dilantik menjadi pejabat publik disumpah dengan saksi kitab-suci masing-masing?. Ini soal moral, bangkai ditutup serapih apapun baunya pasti tercium. Mereka lupa, jika Allah SWT, Tuhan YME dekat mereka. Yang suatu waktu mampu ‘membenamkan siapapun hingga dasar bumi dengan kenistaan. Semoga Ade Wardhana & Asep Ruhiyat  tidak bernasib sama seperti mereka, dan lebih mulia jika Ade—Asep  bernasib sama seperti Jokowi, menjadi pemenang di  Pilbup Bogor ..”, kami pun tertawa terbahak-bahak.

‘Gedombraaaannngggg….. !!, suara panci terdengar di dapur, kami paham, itu sinyal jika Warkop ini akan tutup. Kami pun bergegas meninggalkan warkop ini setelah ‘menanda-tangani buku kasbon yang disediakan Abah. Kami pun berjalan menyusuri malam Kabupaten Bogor, mohon maaf lahir bathin. —- BERSAMBUNG —

(Arief P.Suwendi, Ketum Persatuan Relawan Indonesia (PERI) & Penasehat INDONEWS  Bd.Media & Event Organizer)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook