“Perang Kota”

INDONEWS MEDAN“Horas, Selamat pagi Ketum..”, suara diseluler dari Ketua DPW PERI Provinsi Sumatera Utara, Tulus Siregar. “Horas, selamat pagi “, jawab saya sambil menyeruput sisa kopi pagi.

Dari ‘ngopi pagi ini tersimpulkan beberapa poin tentang “PERANG KOTA,” antara lain :

1. Terpilihnya Kota Medan sebagai Kota Terbaik Indonesia 2017 dan Kota Terbaik Per Region Sumatera pada ajang Indonesia Attractiveness Award (IAA) 2017 adalah pekerjaan rumah besar untuk relawan.

2. Mengapa?
a. Jumlah penduduk miskin di Sumatera Utara (Sumut) hingga triwulan  tahun 2018  masih diantara >  1.453.870 orang (10,22%) dari jumlah total penduduk. Di kota > 710.710 orang dan di daerah pedesaan sebanyak 743.170 orang.

2. Kalau pun secara formal, kami di DPN (Dewan Pengurus Nasional) PERI bersifat abstain, namun sebagai ‘saudara sesama relawan kami mendukung personil PERI Prov.Sumatera Utara untuk mendukung pasangan DJAROT-SIHAR.

3. Dari 33 kabupaten/ kota di Prov.Sumatera Utara, jumlah angka penduduk miskin yang paling tinggi ada di lima kabupaten/kota,al; Kota Medan (> 206,87 ribu), Kabupaten Langkat (>114,19 ribu ), Kabupaten Deliserdang (>110,09 ribu), Kabupaten Simalungun (> 92,19 ribu), Kabupaten Asahan (>84,35 ribu), dan Kabupaten Serdang Bedagai 58,17 ribu jiwa

4. Tahun 2017 lalu, Mabes TNI diminta PBB untuk berbagi ilmu kepada tentara United Nation Interim Force in Lebanon (UNIFIL), program berkelanjutan tentang bagaimana memenangkan “PERANG KOTA”

5. Kami pun larut dalam diskuis panjang tentang PERANG KOTA ala Relawan Jokowi khususnya untuk Kota Medan.

Biarlah hanya kami yang tahu bagaimana PERANG KOTA di Medan itu, khususnya untuk meraih suara DJAROT – SIHAR.

“Ku tengok dari tadi kau ini “bekombur” aja sama tetangga depan sana. Kerjarla. Kutunjang juga kau nanti!,” Ahahaha…ini Medan Bung!, Mauliate.

Salam 2 Periode
Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook