Warung Kopi, BOGOR KAPAYUN ! : “INI BUKAN LOGO DPRD, TAPI LOGO GARUDA PANCASILA…”

INDONEWS BOGORSaya lupa kapan ini, namun saya pernah bertemu seseorang anggota Legislatif Kab.Bogor di warung Kopi ini sekitar tahun 2015 lalu. Dia datang dan ‘menyamar sebagai orang biasa, berjacket hitam, dengan kemeja Kotak-kotak model Jokowi, kalau pun mmmenyamar dia logo pin logo DRPD tersembul dari kemejanya. Saat itu sebetulnya saya tidak berniat untuk mampir lama, hanya mau bayar kasbonan yang sudah limit dan ambil charger handphone yang tertinggal semalam.

“Maaf bung yang bernama Arief P.Suwendi?”, kata dia sambil berjabat-tangan. “Saya Wisnu (nama samaran), warga sekitar sini. Tulisan-tulisan bung di INDONEWS cukup unik dan menggelitik. Kalau ada waktu bolehlah kita ‘ngopi, biar nanti saya yang bayar”, katanya sambil memanggil  ‘abah si pemilik warkop. Setelah terpesan dengan baik, kami pun melanjutkan pembicaraan.

“Maaf abang Wisnu kerja dimana?”, “Agh saya wiraswasta biasa saja”, “Kok di-kemejanya ada pin Logo DPRD, apa abang anggota DPRD kabupaten Bogor?”, dia tidak menjawab hanya tersenyum saja, sambil merapihkan dua gelas black-coffe + sepiring pisang goreng. “Apalah arti Legislatif, disaat masyarakat antipati kepada kami. Dengan musim hujan  selama ini, kerusakan jalan di Kabupaten Bogor semakin meluas. Dalam tempo tiga bulan terakhir, jalan yang rusak berat bertambah sekitar 245 kilometer. Faktor curah hujan tinggi dan tonase kendaraan dituding biang keladinya. Saya memang bukan dikomisi yang membawahi bidang Binamarga, namun teman2 disana terlihat serba-salah. Kami ikut malu dengan biaya yang disediakan masyarakat lebih dari Rp.300 miliar untuk sektor Bina Marga dan Pengairan terasa belum cukup untuk 200 paket proyek tersebut..”, saya terus mencernanya sambil menyeruput kopi ini

“Anggaran tersebut tidak mencukupi untuk membuat mulus semua jalan di Kabupaten Bogor bung, bagaimana pertanggung-jawaban moral kami selaku legislatif, malu kami bung”, katanya lagi sambil ‘mengelap kaca-mata minusnya karena embun malam.

AIR ITU MENCARI TEMPAT RENDAH
“Dalam agama apapun wajib hukumnya, siapapun menjalankan amanah, termasuk legislatif dan perusahaan kontraktor itu. Jika kita lakukan dengan baik, jujur dan profesional kenapa harus takut. Adapun tentang musim hujan itu bukan musibah tetapi ujian bagaimana kita memenej air agar tidak tergenang di jalan, dan cepat mengalir ke saluran air…”, kata saya sambil meminjam korek api Wisnu. Pembicaraan terhenti saat itu karena hadir ditengah kami, Pemimpin Redaksi INDONEWS, Jonny Sirait,Amd. Setelah memesan kopi, Jonny yang kami panggil ‘Lae’ ini pun menyatu dalam pembicaraan itu.

“Berbeda jika kemudian kita mengingkari atas amanah-amanah itu, karena allah SWT, Tuhan YME tidak akan tinggal diam, pasti kemudian berurusan dengan penegak hukum termasuk dengan KPK. Lambat laun, sudah banyak terbukt mereka yang sudah tidak menjadi pejabat publik, kemudian harus juga dipenjara. Maka dalam membangun BOGOR KAPAYUN ! , diperlukan ‘orang-orang baik, yang jujur, amanah, pekerja-keras, dan  profesional. Dan saya yakin akan tiba saatnya..”, kata saya saat itu, tidak lama Wisnu pun pamit, di-bill itu tercatat Rp. 75.000, namun ia memberi Rp.300.000 kepada Abah sambil berkata,”Kembaliaannya biar untuk membayar kasbon saja bah”, kami pun berpelukan haru. Wisnu mengambil payungnya, kemudian berlalu dalam gerimis Bogor, sambil bersenandung  lagu lawas Peter Pan,”Menghapus Jejakmu ‘;…Ku terus melangkah melupakanmu/Lelah hati perhatikan sikapmu/Jalan pikiranmu buatku ragu/Tak mungkin ini tetap bertahan…”, .  Hujan pun semakin deras, air turun tiada henti, hukumnya dia akan mencari tempat rendah. Namun jangan coba ‘bendung dia, maka dia akan melawan, menyapu habis dan merubuhkan apapun. Itulah bagian dari  ceritera tahun 2015 lalu.

MUSIM EUPHORIA PILBUP BOGOR THN.2018
Kini tidak terasa telah di penguhujung Februari 2018, dimana semua orang sibuk dalam euphoria Pemilihan Bupati Bogor thn.2018-2022. Saya dan Lae Jhonny ada di warkop ini, seperti biasa, menanti gerimis dengan kopi yang hampir habis di gelasnya masing-masing.

“Dalam program kampanye calon Bupati & Wabup Ade Wardhana-Asep Ruhiyat, mereka ‘concern terhadap Pembangunan infrastruktur dan percepatan pembangunan Jalan, Irigasi, pengairan maupun insprastruktur lain dikabupaten Bogor,  mengingat lagi saat ini ada >  1.700 km jalan yang 40% rusak parah. Bagaimana pendapat abang?”, tanya Lae Jhonny.

1.700 Km ,40%-nya rusak parah, berarti akan ada pembangunan atau rekontruksi 680 Km. Jika setiap kilometer membutuhkan biaya Rp.1 miliar maka dibutuhkan lebih dari Rp.680 miliar, okelah ini tidak masalah karena rakyat akan menyediakannya dalam APBD Kab.Bogor thn.2018-2022 mendatang, selama tidak dikorupsi dan tidak dikerjakan ABS (Asal Bupati Senang).  Kang Ade-Asep harus benar-benar ‘mengawal dan bersikap tegas agar tidak dikorupsi. Jika juga dalam pengerjaan 680 Km itu setiap kilo-meternya mampu menyerap tenaga kerja lokal minimal 50-100 orang pemuda sekitar desa,kelurahan setempat maka akan menyerap lebih dari 34.000 tenaga kerja pemuda sekitar lokasi.”, kata saya, lae Jhonny mencatat dalam buku-kecilnya, entah mencatat apa. Tiba-tiba dia menunjuk dada-kiri saya,”Itu Logo Garuda, bang?”,”Iya dikasih orang tua, agar saya selalu ingat bahwa Indonesia itu adalah bangsa dan negara besar, Bhinneka Tunggal Ika, maka karena Indonesia kaya, maka mari kita cari uang halal untuk menafkahi anak-istri kita..”, “Maksudnya logo Garuda lebih sakral?”, Ahahahah…. kami pun tertawa terbahak, tiba-tiba…’Gdombraaaannggg !!, seperti biasa  itu kode Abah  dengan melemparkan panci tanda Warkop akan tutup dan kami harus cepat bayar Kopi ini.  Ahahaha…

Hidup Abah !!
:: KERJA SENYAP,OJOGADUH”

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook