Warung Kopi BOGOR KAPAYUN ! “BEDA PILBUP BOGOR & ROMAWI KUNO ?”

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !
“BEDA PILBUP BOGOR & ROMAWI KUNO ?”
.
Dijaman Romawi Kuno antara thn.96-98 Masehi, suasana politik demikian panas. Namun tidak ada yang mau menjadi Kaisar karena ancaman pembunuhan dsb. Di jaman itu pula dikisahkan hiduplah seorang pemuda sahaja, bernama Vrenus, dia bukan siapa-siapa namun dia demikian perduli terhadap lingkungan sekitar. Dia hanya membuat banyak ‘lumbung2 air dan menanam pohon saja. Namun kesaktiannya sangat dikenal hingga pelosok Romawi, dengan ke-dua tangannya ia mampu membelah bumi untuk dijadikan lumbung atau menanam pohon.
.
Suatu hari ia didatangi prajurit – prajurit kaisar Romawi, Marcus Ulpius Nerva Trajanus. Vrenus diminta datang esok pagi tepat pkl. 7.00 ke kerajaan yang berjarak > 70Km dari desanya. Esok paginya , tepat pkl.07.00 kurang 3 menit Vrenus telah tiba di Kerajaan, Sang Kaisar senang dan mengajaknya sarapan pagi.”Kamu tepat waktu, malah kurang 3 menit dari waktu yang kuminta, desa kamu jauh dari sini, naik apa kamu kesini?”, ..”Angin yang membawa saya cepat datang kesini, Wahai Kaisar?”, “Kamu terbang atau berlari?”, “Saya berlari dan dibantu angin”, Kaisar tercenggang, Vrenus meneruskan “..Janji adalah hutang, saya tidak ingin berhutang, wahai Kaisar. Ini kehormatan besar bagi saya sebagai orang desa , Apa yang hamba bisa bantu ?”
.
Singkat Ceritera, Kaisar meminta Vrenus menjadi kepala prajurit karena kesaktiannya. “Saya butuh kamu untuk menghancurkan pemberontakan yang dilakukan oleh kelompok Antonius, dia sakti dan punya ribuan prajuit, saya ingin kamu mengajari prajurit bagaimana berperang dengan baik. Sebagai imbalannya kamu akan saya kasih tanah dan harta lain”. Dalam sepekan Vrenus melatih para prajurit, Vrenus memimpin ribuan prajuritnya, namun dia berpesan kepada prajuritnya agar perang ini ‘tidak banyak berhamburan darah’, dan janji itu ditepati , Vrenus pun berhasil menumpas pemberontakan dan menangkap hidup Antonius hidup-hidup. Kaisar pun memberikan surat dan dokumen pemilikan tanah dan harta yang dijanjikan, Vrenus menolak dengan santun.Ia ingin kembali ke desa saja, Kaisar tak kuasa menolak, ia pun menerima alasan Vrenus, bagi Kaisar Vrenus adalah pemuda sakti, yang santun, tepat janji, pekerja-keras, ‘koppig namun sederhana. Jauh dari ketamakan dan kesombongan.
.
Vrenus tidak pernah datang kesana lagi, kecuali saat Kaisar wafat thn.117 Masehi, atau lebih dari 10 tahun lamanya. Itu pun hanya berdiri tegak digerbang kerajaan menyaksikan iringan peti jenasah melewatinya. Vrenus memilih dengan pribadinya yang sederhana, mengerjakan apa yang dia mampu. Tapi dia telah pamit baik-baik kepada Kaisar sehingga mungkin jika Vrenus melihat wajah kaisar di peti-maati itu, Kaisar pun tersenyum bangga. Karena Vrenus menyenangkan banyak orang.
.
EUPHORIA PILBUP BOGOR 2018-2022, “ADE KELUAR DARI PERINDO”
“Bang, Ade Wardhana mengundurkan diri dari PERINDO”, selak Pem.Redaksi INDONEWS ,’Lae Jonny Sirait,Amd sambil menyodorkan Kopi Pesanan tadi. Saya pun menyudahi rencana menulis lebih banyak tentang tokoh rekaan ‘Vrenus itu. Notebook yang sudah ‘rombeng ini saya log-off. Si Abah warung kopi dipojok sana sedang asik dengan siara radio Wayang Golek kesukaannya. “Apa lakonnya,Bah?”,..”Cepot Jadi Raja, om”, “Maksudnya?, yang ada mah Dawala Jadi Raja, Bah”,..”Gak tau ini memang gitu, Cepot Jadi Raja, om”,..”Apa ceritranya, bah?”, ..”Cepot meninggalkan Dawala (Petruk) dan Gareng, dia ingin jadi Raja sendiri tanpa ijin dari keluarga, sekarang lagi pada berantem nih, udah ya om, lagi asik nih”, saya menggeleng-geleng kepala. Kalau pun saya bukan pakar wayang, sepertinya judul ‘Cepot jadi Raja’ belum pernah ada sepanjang saya tau. Ya sudah, suka-suka dalangnyalah..
.
Jonny menarik lengan kanan saya, “Bagaimana dengan kita bang?, tadi abang belum jawab”, ..“Ya terus kenapa dengan kita Lae?”,… “Bagaimana rencana kedepan?”, …“Allah SWT, Tuhan YME telah mengatur baik setiap langkah ummatnya. Jika itu pilihan Ade yang terbaik, ya sudah, kan tidak berpengaruh dengan kita”, …“Ade besar di Perindo bang, lumbung suara secara organisasi dia punya, kalau kemudian keluar maka akan pecah pula lumbung itu..”, “..Tidak demikian dong, pasti sudah dikalkulasi matang. Dia pasti sudah bicara dan pamit secara baik-baik dengan Perindo dan semua pihak. Kalau pun , misalnya Ade tidak mendaftar sejak awal, toh hajat Pilbup Bogor 2018 kan tetap harus jalan. Apalagi beliau sudah menjadi calon bupati, Ade pasti sudah menghitung baik-buruknya, kita akan teruskan perjuangan kita melalui Warung Kopi BOGOR KAPAYUN ! ini , dengan cara dan gaya kita, siapapun Bupati & Wabup Bogor nanti itu bukan urusan kita. Itulah hidup, harus bisa memilih, harus bisa dipilih. Kita perjuangkan cabup dan wabup yang amanah, gitu aja kok repot”, Lae Jonny tersenyum dan berbisik, “..Bagaimana kalau kita perjuangkan paslon yang lain, bang?”, saya tidak menjawab, kemudian membuka note-book usang tadi dan menyalakannya kembali. Lae Jonny paham bahwa itu kode saya tak ingin membahas soal ini. ‘Ahahahahah,…
.
“KerjaSenyap,OjoGaduh”
(Arief P.Suwendi, Ketum Persatuan Relawan Indonesia (PERI) & Penasehat Indonews Bd.Media & Event Organizer)
.

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook