Warung Kopi BOGOR KAPAYUN ! “KAB.BOGOR MISKIN, ABAH LEMPAR PANCI & ARUM SENYUM MANIS” .

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !
“KAB.BOGOR MISKIN, ABAH LEMPAR PANCI & ARUMSENYUM MANIS”
.
Indonews, Bogor-Dari ribuan kali saya ke warkop ini, terhitung jari saya datang sore hari, seperti hari ini. “Assalamualaikum, kopi hitam dan pisang gorengnya, mba. Maaf mba siapa?”, tanya saya kepada seorang perempuan mirip artis Inneke Koesherawati sebelum berjilbab. “Waalaikumsalam wrwb, saya putri bungsu Abah, nama saya Arumsari. Orang panggil saya Arum”,.. jawabnya sambil menyeduh kopi pesanan. “Masih sekolah atau bagaimana?”,..”Kuliah di Akademi Bahasa Asing, om. Inshaa Allah, tahun ini selesai”,..”Boleh saya panggil kamu Inne, karena kamu mmirip idola saya artis Inneke Herawati?”,..”Jangan om, biar saja nama saya Arum”, jawab Arum sambil menaruh Kopi & pisang goreng di meja. “Udah punya pacar?”, “Belum kepikiran om”, ..”Kenapa?”, ..”Saya lebih suka kuliah sambil ngajar”,..”Ngajar dimana?”,..”Ngajar bahasa Korea di rumah-rumah anak yatim piatu om, semua gratis untuk mereka, saya ngajar setiap sabtu-minggu, keliling Bogor. Lillahi’taala, saya ikhlas berbagi ilmu dengan mereka”,…”Kamu sudah cantik,pandai & mulia”,..”Ah biasa saja om..”,…”Duh, jangan panggil Om atuh, panggil aja Aa”, kata saya menggoda. Tiba-tiba, ..’Gdombraaanggg !!!, si Abah melempar panci di dapur. Saya pun pura-pura buka note-book rombeng ini. Dari Jauh, Arum tersenyum, sambil mengacungkan simbol “2-Jari”, Peace !
.
Tak lama Abah keluar, dia melirik tajam , saya mengangguk hormat. Abah duduk depan saya, selembar koran digelar diatas meja. Di-ujung bibirnya yg keriput terselip ‘rokok kawung’ idolanya. Baunya ini mengingatkan saya kepada kampung halaman leluhur saya di Panjalu-Ciamis. Saya lirik ada logo INDONEWS di koran itu, berarti itu halaman tercecer INDONEWS. Abah kemudian memanggil Arum duduk disisinya, “Duduk disini Neng, Abah mau baca koran”, harum wangi Arum cukup menggoda karena jaraknya tidak jauh dari saya.
.
KABUPATEN BOGOR MISKIN & SENYUM MANIS ARUM..!?
Abah mulai membaca dengan nada agak keras, seperti kebiasaannya sejak lama saya kenal. “…Berbagai kalangan mempertanyakan keseriusan Bupati Bogor dalam mengatasi persoalan kemiskinan. Sebab, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Bogor mencapai 1.105.156 jiwa dari jumlah 4.477.246 penduduk atau sebesar 24,68 %. Angka kemiskinan tersebut tertinggi di Jawa Barat, sedangkan program untuk mengatasinya belum terlihat jelas dan nyata. Data yang diperoleh, berdasarkan hasil pendataan program perlindungan sosial (PPLS) BPS kab.Bogor tercatat jumlah rumah tangga miskin di Kab. Bogor sebanyak 257.013 KK atau 1.105.156 jiwa. Sedangkan hasil pendataan rumah tangga miskin tahun 2008 jumlahnya sebanyak 256.782. Jumlah tertinggi di Jawa Barat dibandingkan kabupaten/kota lainnya…”, Abah menghentikan bacanya karena muncul Pem.Redaksi INDONEWS, ‘Lae Jonny Sirait,Amd. Setelah menyalami kami semua, dia mengeluarkan 2 lembar uang warna merah, “Bayar kasbon Bah, sekalian pesan kopi hitam tanpa gula & jagung rebusnya”, kemudian Jonny mau menyalami Arum, tangannya ditepis Abah. ‘Ahahahah…., Arum tersenyum, Jonny mengedipkan mata kirinya ke Arum, Arum melirik saya dan mengedipkan mata kanannya kepada saya. ‘Kacau !!
.
Setelah Kopi ‘Lae tiba, Abah meneruskan bacanya, “..Melihat kemiskinan ini, masyarakat Kab. Nogor menilai bahwa Pemkab Bogor tidak optimal dalam kerjanya, semestinya dengan angka kemiskinan yang tinggi, harus ada program yang terkait langsung dengan pengentasan kemiskinan. Yang terjadi, ada satu dua program yang dibuat, namun masih perlu dievaluasi apakah dalam pelaksanaannya bisa mengurangi angka kemiskinan. Termasuk Program Pemuda Pelopor Desa, atau program Gerakan Pemberdayaan Inisiatif Masyarakat, harus lebih dievaluasi dan dikaji tingkat keberhasilannya dalam mengatasi kemiskinan dan pengangguran,” , Abah menghentikan bacanya, ‘rokok kawungnya mati, saya dan Lae pun sontak memberikan korek api, Abah menepisnya, malah menuju kompor menyala dan membakar sisa rokoknya itu. Arum tersenyum, kami berdua mengernyitkan dahi.
.
Setelah rokok kawung menyala kembali, Abah mengambil gelas kaleng warna bintik hijau idollanya, diseruputnya kopi yang ada disana. Arum tersenyum, saya mengedipkan mata kanan ke Arum, Lae Jonny mengedipkan mata kirinya ke saya. ‘Kacau, tingkat dewa !
.
Abah melanjutkan bacanya, “…Dalam beberapa kesempatan, Pemkab melansir program Bantuan Tunai Langsung (BLT), Program Keluarga Harapan (PKH) atau PNPM. Kalau program itu dinilai bisa mengurangi angka kemiskinan, bukanlah program murni dari Pemkab, melainkan program pusat yang dilaksanakan di Kab. Bogor. Semestinya, ada program mengatasi persoalan kemiskinan dan pengangguran dalam APBD kab.Bogor itu sendiri, mengingat kemiskinan dan lapangan pekerjaan merupakan janji kampanye yang disampaikan Bupati. Disisi lain, program yang dilaksanakan Pemkab untuk masalah kemiskinan dan lapangan pekerjaan seharusnya bersifat jangka panjang. Sebab, akar persoalan kemiskinan adalah kebodohan dan kesehatan, sehingga dibuat program wajar pendidikan dasar (wajardikdas) sembilan tahun, rehabilitasi rumah tidak layak huni, jamkesda, bengkel dan sebagainya. Maka kita prihatin saat ini Kab. Bogor mempunyai jumlah orang miskin terbanyak di Provinsi Jawa Barat..”
.
Abah menyudahi bacanya, koran itu dilipat rapih dan dilemparnya ke dapur, matanya melirik tajam kami berdua, bibirnya bergetar sepertinya menahan marah. “Waktu kampanye janjinya muluk-muluk, berantas kemiskinan lah, berantas pengangguran lah. Omdo..!”, Arum mash tetap tersenyum manis. Saya mengambil koran itu, saya tersenyum dan mengedipkan mata kanan ke Arum, Arum membalas mengedipkan mata kirinya. Lae Jonny mengernyitkan dahi.
.
ORANG MISKIN KAB.BOGOR 10 TAHUN LALU & SEKARANG ?
Dengan berbisiki saya berkata kepada Abah, “Abah, punten bah. Itu koran yang Abah baca adalah koran sebelum tahun 2018, itu koran lama, koran 10 tahunan yang lalu. Inshaa Allah kabupaten Bogor sekarang mah beda dengan yang lalu. Contoh lain, sejak Presiden Jokowi banyak melakukan blusukan, meningkatkan dana desa, pembangunan infrastruktur, pasar-pasar, irigasi, dsb sejak thn.2014 lalu hingga September 2017 lalu Jumlah penduduk miskin di Indonesia berkurang sekitar 1,19 juta jiwa, sehingga kini tersisa > 26,52 juta orang .Dengan demikian, persentase penduduk miskin di Indonesia mencapai 10,12% atau yang terendah sejak 16 tahun terakhir. Di kab.Bogor, saat ini diperkirakan tersisa > 490.000 orang miskin sedangkan 10 tahun lalu ada > 1.105.156 orang miskin dari 4,7 juta penduduk. ..”, Abah melirik tajam, kemudian ditambahkan oleh Lae Jonny,… “Iya Bah, apapun Kab.Bogor terus bekerja baik untuk hal ini. Anggap saja 10 tahun lalu ada 1.105.156 orang miskin, sekarang tersisa sekitar 490.000, berarti selama 10 tahun ini Kab.Bogor mampu mengentaskan kemiskinan > 615.156 orang, atau setahunnya sekitar 61.515 orang miskin. Abah terdiam, lae Jonny mengedipkan mata kanannya ke Arum, Arum tersenyum dan mengedipkan mata kirinya ke saya. Saya berbisik, “Ahahaha, Lae, Arum lebih pilih yang senior. Terbukti & terpercaya”, Lae Jonny meringis. Tiba-tiba Abah bangkit dari kursinya menuju dapur , dan, ..’Gdombraaangg !, panci pun dilempar Abah disana. Kami tertawa…….
.
(Arief P.Suwendi ,Ketum Persatuan Relawan Indonesia (PERI) & Penasehat INDONEWS Bd.Media & Event Organizer)

Facebook Comments

1 Comment

  1. Nice Article. and your blog design is really unique.. thanks for share!

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook