Warung Kopi BOGOR KAPAYUN ! “SENYUM ARUM, SIDAK KE PASAR DI KAB.BOGOR!?”

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !
“SENYUM ARUM, SIDAK KE PASAR DI KAB.BOGOR!?”
.
Usai acara Alumni SMA di Jakarta, saya bergegas menuju Warkop ini, Ngopi di warkop ini sudah ibarat ‘candu dan sugesti akan menghilangkan masalah-masalah duniawi. Padahal banyak coffe-shop yang bertebaran di Kab.Bogor, namun Warkop BOGOR KAPAYUN ! , bagi kami adalah rumah ke-tiga-nya kami. Disini banyak hal yang secara bebas di-diskusikan. Rumah pertama di rumah masing-masing dan rumah ke-dua, dirumah mertua masing-masing. ‘Ahahahah..
.
Hampirr pkl.16.00, saya telah tiba disana, dari kejauhan tampak ‘Lae Jonny Sirait,Amd – Pem.Redaksi INDONEWS sudah asyik ‘ngopi ditemani jagung-rebusnya. “Hooras, selamat sore Lae”, kata saya sambil menyelaminya.”Horas, selamat sore bang”, wajahnya ‘kuyu,seolah menahan masalah. Saya bergegas mencari abah atau Arum di dapur, tapi kosong. Seperti biasa saya pun menyeduh sendiri kopi, jika yang punya tidak ada. “Tumben kok loyo, Lae ?”, tanya saya kemudian.
.
“Bete kali aku bang, si abah minta antar aku keliling Kabupaten Bogor, sekarang dia pulang dulu mau ganti pakaian”,..”Lagh, ada apa Lae?”,..”Nggak ngerti aku bang”, tidak lama Abah muncul ditemani putri bungsunya, yang manisnya se-jagad, Arumsari. Waduh, si Abah pakai safari lengkap gaya anggota Legislatif, coklat muda, tapi tak berlogo DPRRI, hanya logo Garuda emas didada kirinya. “Hayoo kita berangkat, nanti keburu siang”, Abah membentak Lae Jonny, Arum mengedipkan mata kanannya kepada saya. ‘Cling..
.
MARI SIDAK KE PASAR-PASAR DI KAB. BOGOR !
“Bah,punten, abah ini mau kemana?”, tanya saya sammbil hendak menyalami Arum, Abah menepis tangan saya, dan duduk sambil menghisap dalam-dalam ‘rokok kawungnya.”Abah mau menyamar jadi anggota DPRRI, Abah mau keliling seluruh pasar tradisionil di Kabupaten Bogor. Saya manggut-manggut, Lae Jonny mulai tersenyum, Arum pun mengedipkan matanya ke saya lagi. ‘Ahay..
.
Abah melanjutkan bicaranya, “Ini safari warisan bapak Abah, waktu jadi pejabat di jaman Belanda dulu disini. Bapak berpesan kita harus demikian perduli terhadap keberadaan pasar tradisionil di Kabupaten Bogor. Karena Pasar merupakan sebuah perwujudan kegiatan ekonomi yang telah melembaga serta tempat bertemunya antara pedagang dan pembeli untuk melaksanakan transaksi di mana proses jual beli terbentuk. Pastinya tidak mudah , karena tantangan yang dihadapi pasar terutama pasar tradisional di kab. Bogor adalah pelayanan dan pengelolaan yang mampu memberikan kepuasan kepada pelanggannya. Oleh karena itu Abah akan ‘sidak ke seluruh pasar yang ada, toh Abah kan bukan calon Bupati atau calon legislatif yang datang ke pasar2 itu saat kampanye saja. Itu namanya pencitraan, alias ‘gimmick. .”, Abah membetulkan kerah safari jadulnya. Lae Jonny mengedipkan mata kirinya kepada Arum, Arum melotot galak, Lae Jonny pun menunduk. Ahahahah…
.
“Jika semua tidak perduli, niscaya akan terjadi Penurunan daya beli orang ke pasar-pasar kita, ini konsekwensi logi, lalu siapa yang bertanggung-jawab jika orang akan banyak datang ke hyper-market atau mall-mall untuk sekedar beli bawang?, jangan begitulah, ini kabupaten bisa maju jika para pengambil keputusan selalu berpihak kepada para pedagang pasar, bukankah mereka tidak pernah lagi membayar segala pajak atau restribusinya?. Kita juga tidak bisa menyalahkan berkembangnya pertumbuhan pasar modern yang pangsa pasarnya mengalami peningkatan yang pesat. Kondisi pasar tradisional yang identik dengan kumuh, becek, semrawut, bau dan sebagainya menambah keterpurukan pasar tersebut. Sebagai implikasinya adalah terjadi penurunan daya saing pasar tradisional.,.”, Abah pun terbatuk-batuk saking semangatnya, saya dan Lae Jonny sontak mengambil air untuknya, tapi Abah menepisnya, hanya air yang diberikan Arum yang kemudian dia minum. Arum tersenyum kepada kami, senyum indah mawar kabupaten Bogor. ‘Halah !
.
“Saya belum tahu benar bagaimana realisasi Pemkab Bogor yang tahun 2017 lalu akan mengejar target 5 proyek pembangunan pasar tradisional dengan dana APBD > Rp.20 Miliar. Dan bagaimana nasib dari pasar-pasar lainnya?, kamu, Jonny Sirait , coba cari tau soal ini, bagaimana realisasinya. Kita berharap Kab. Bogor sebagai kabupaten termaju di Indonesia, kita sudah banyak pakai uang APBN/D lho, masyarakat harus merasa ada perkembangan dan kemajuannya, jangan ‘stugnant dan ‘pencitraan saja. Coba cross-check yang prioritas tadi, Pasar Ciseeng, Pasar Nanggung, Pasar Kemang, Pasar Leuwisadeng, Pasar Tenjo dsb. Kalau tidak salah dana APBN/D nya kalau di total lebih dari > Rp. 30 miliar. Lalu bagaimana peran BUMD yang menangani pasar di Kab. Bogor, apa sudah maksimal?”, Abah kemudian berdiri, Lae Jonny mengangguk hormat, kemudian Abah keluar warkop.
.
“Abah mau kemana?”, tanya saya. “Pulang, mau tidur saja, ngantuk”, Abah pun bergegas. “Tidak jadi ‘sidak, bah ?”, ..”Besok besok saja..!!”, jawabnya lagi. Arum menyusul Abah, sambil mencubit lengan saya. Lae Jonny ’memonyongkan mulutnya kepada saya, ‘Lagh…. !!, — (Arief P.Suwendi, Ketum Persatuan Relawan Indonesia (PERI) & Penasehat Indonews Bd.Media & Event Organizer)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook