Warung Kopi BOGOR KAPAYUN!, “JOKOWI,DANA DESA, JARO ADE & NANDRA”

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN!,
“JOKOWI,DANA DESA, JARO ADE & NANDRA”
.
Indonews, Bogor – Hari ini Kabupaten Bogor demikian terik, kalau pun mentari telah siap kembali keperaduan. Siang tadi, dilangit masih terlihat warna gelap, saya sempat berharap akan datang hujan , rupanya saya juga lupa bahwa Kab.Bogor pernah ‘parah’ tentang tingginya emisi karbon dari kendaraan bermotor maupun asap dan partikel debu pabrik dan industri lainnya. Saya juga tidak tahu kapan terakhir Pemkab Bogor, khususnya Dinas Pengendalian Lingkungan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor melakukan ‘pengecekan kualitas udara. Demikian awal tulisan saya sore itu di warkop idola ini. “Maaf Aa mau pesan apa?”,.. tiba tiba ada suara asing tepat dibelakang saya, wajah itu demikian teduh mungkin jilbab yang dipakai.”Kamu siapa?”, tanya saya sambil hendak menyalami wanita anggun mirip artis Asmiranda ini. “Saya Nandra Aa, putri ke dua Abah. Maaf tidak boleh salam, bukan muhrimnya,A”, ..saya pun menarik tangan kembali. “Maaf Ya Nandra, kalau begitu saya pesan kopi pahit dan 2 pisang goreng”,..”Baik AA, kok tumben kopi pahit, biasanya juga kopi manis, Aa ?”,..”Tak apa kopi pahit, toh ada Nandra disini sehingga akan terasa manis semua”,..Nandra berlalu ke dapur tanpa ekspresi, mungkin dia termasuk golongan wanita kaku. ‘Agh,sudahlah…
.
BERHARAP KE KANG ADE – INGRID !?
Tiba-tiba seluler berdering,saya paham siapa dibalik sana. Lae Jonny Sirait,Amd – Pem.Redaksi INDONEWS. “Horas,Bang”,..”Horas Lae, sepertiya aku tak bisa merapat ke warkop nih. Masih ada urusan di Jakarta, teman-teman ajak ke Kantor Staff Presiden”,..”Oke,acara apa lae?”, ..”Laporan tentang rencana ke NTB dengan pak Kastaff nanti, bang”, ..”Lho bukannya beliau ikut Presiden ke Pakistan..?”,..”Itu dia, saya bersama 8 organ relawan lain bang”,..”Oke, terus maksud Lae tentang japri semalam apa ya,lae?”,..”Oh ya itu bang, aku ada rencana silahturahmi dengan ‘kang’ Ade Ruhandi , yang akrab kami panggil ‘ Jaro Ade. Mohon ijin dan masukan bang..”,..”Wah hebat itu jika Lae bisa bertemu beliau, kita pasti akan banyak pesan mewakili teman-teman relawan dan warga Kab.Bogor lain yang saat ini sedang ‘bingung memilih calon Bupati Kab.Bogor thn.2018-2023 yad”,..”Oh gitu ya bang?”,..”Iyalah, kita berharap banyak pada beliau dan cawabupnya, ibu Ingrid Kansil untuk membawa Kab.Bogor lebih maju dalam segala hal dibanding waktu lalu. Di Kab. Bogor ini jumlah penduduknya lebih dari 5,2 juta jiwa yang tersebar di 40 kecamatan, 410 desa & 16 kelurahan, dengan jumlah pemilih di Pilbup nanti > 3,3 juta orang, jika saja saat ini terdapat ‘swing-votter /pemilih pemula sekitar 300-500.000 orang apakah kang Ade-Ingrid sudah ‘menggarap mereka dengan serius?. Karakteristik pemilih muda itu unik, generasi jaman now, generasi `melek informasi` yang cerdas dan sulit dijangkau untuk kepentingan sekelas Pilpres/Pilkada, sehingga perlu pendekatan yang kreatif, dan gaul. Demikian halnya dengan 410 kepala desa, mereka harus menjadi prioritas khususnya tentang pemberian-kesepemahaman bahwa Dana Desa adalah amanah, sehingga korupsi dana desa adalah sama halnya dengan teroris atau bandar narkoba, sangat tidak terpuji dan sulit dimaafkan dunia dan akhirat,.. hallo Lae masih monitor?’,..”Siap, lanjut bang”, jawab Lae diseberang seluler ini.
.
“Aa, kopinya diminum atuh, nanti keburu dingin. Itu kan buatan Nandra, mubajir tau..”, tiba-tiba neng Asmiranda, eh Nandra menyelak sambil ‘merengut, bukannya jadi jelek, malah semakin manis. Saya pun meneguk kopi itu, benar saja kopi pahit ini jika ada Nandra disana, kopi pun jadi manis,… “Hallo bang, Hallo bang…, abang sedang bicara dengan siapa ..!!?”, teriak Jonny diseberang sana. Saya tak menjawab, melanjutkan pembicaraan, sedangkan Nandra duduk didepan saya ingin ikut ‘nguping, saya memberi tanda ‘mengangguk sebagai setuju. Nandra tersenyum, yang lebih manis dari adiknya, Arumsari.
.
DANA DESA & KORUPSI DANA DESA
“Di Kab.Bogor ada 410 kepala desa, harus benar-benar dikawal dalam penggunaan dana desanya. Semoga Kang Ade & Ingrid juga memprioritaskan mereka. Tapi Lae jangan menggurui kang Ade, beliau lebih tau dari kita. Yang jelas kita bersama kang Ade – Ingrid akan bersama jika dalam pengawalan Dana Desa, kita khawatir sebagaimana rilis ICW thn.2017 lalu yang mengatakan bahwa 110 kasus korupsi anggaran desa yang telah diproses oleh penegak hukum dan diduga melibatkan 139 orang pelaku. Dari segi aktor, 107 dari 139 orang pelaku merupakan kepala desa. Aktor lain yaitu 30 perangkat desa dan istri kepala desa sebanyak 2 tersangka. Jadi dimana moralnya jika Dana desa pun masih dikorupsi, masih monitor Lae?”,..”Siap Bang. Bolehkah konsep BOGOR KAPAYUN ! yang pernah kita buat ini saya persembahkan kepada Kang Ade-Ingrid, bang ?”,..”Konsep yang mana Lae, aku lupa?”,..” Sarasehan Nasional , Bazzar Desa & Trophy Desa dan Camat Teladan Se.Kab.Bogor yang tema-nya.“BOGOR KAPAYUN !, MENUJU KAB.BOGOR TERMAJU & TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK DI INDONESIA.. !?”,..”Ahahah..aku sudah lupa itu, kau masih pegang Lae?”,..”Masihlah, bang”,..”Silahkan jika Kang Ade-Ingrid berkenan, salam hormat saya untuk beliau”,..”Siap bang, saya langsung pamit bang, God Bless you bang”,..”Mauliate Godang,Lae”,..tuuut, tuuut,..tuuut… seluler pun terputus.
.
JOKOWI, KORUPSI DANA DESA & NANDRA YANG CANTIK
Dihadapan saya kini masih ada Nandra, dia terpana. Saya meneruskan menulis di note-book ‘rombeng itu, “Presiden jokowi terus menaikan anggaran dana desa setiap tahunnya, tahun 2014-2015 > Rp 20,76 triliun , thn. 2016 > Rp 45,98 triliun. Tahun 2017 > Rp 60 triliun. Jokowi juga berpesan agar dana desa selain bukan jadi ‘ajang-korupsi juga karena program dana desa dan proyek infrastruktur pada kementerian/lembaga, harus berorientasi pada pembukaan lapangan pekerjaan. Pertanyaannya, mengapa dana desa masih dikorupsi; (1). Terjadi kemorosotan moral dan akhlak sehingga dana untuk kepentingan rakyat pun masih dikorupsi, (2).Kapasitas SDM aparatur Desa yang belum amanah/tidak pro-rakyat,
(3).Tidak transparansinya para kepala desa terhadap program dan anggaran yang telah dan akan dijalankan, sehingga bertemu publij pun mereka takut, (4). Lemahnya Peran serta masyarakat dalam mengawasi Dana Desa, dan (5). Lemahnya pembinaan dan pengawasan dari Pemerintah Daerah setempat. Bahkan ada yang ‘main mata diantara mrk.
.
Jokowi prihatin setelah negara dirugikan > Rp.203 trilun akibat korupsi thn.2001-2017, atau > 11,2 triliun/tahun, kini harus dipusingkan urusan ‘receh, yaitu maraknya korupsi dana desa. Jika saja boleh memilih apa hukum yang terbaik utk kepala desa yg korupsi dana desa, maka saya orang pertama yg mengajukan HUKUM PANCUNG KEPALA yg terbaik bagi saya , kemudian menutup note-book, Nandra tersenyum.
.
Matanya yang bening, banyak menyimpan misteri. Se-misteri Pilbup Bogor thn.2018-2023, dan se-misteri siapa Bupati/Wabup Bogor yad. ‘Agh…nandra !,..
.
(Arief P.Suwendi, Ketum Persatuan Relawan Indonesia (PERI) & Penasehat Indonews bd.Media & Event Organizer)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook