Warung Kopi BOGOR KAPAYUN ! . “ SALAM 2 PERIODE “

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !
.
“ SALAM2PERIODE “
(Catatan di Provinsi Sulawesi Tenggara)
.
Indonews, Sulteng – Pagi ini, Kamis 1 Maret 2018, hari ke-3 di Provinsi Sulawesi Tenggara. Kami telah tiba di kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Karena hujan yang tiada henti, maka jarak Kota Kendari-Bombana tercapai hingga 5,5 jam. Yang kata teman saya sebelum di’benahi jalannya bisa mencapai 7-8 jam. Entah ini hasil kerja Jokowi atau siapa, saya tak pikirkan lebih lanjut. Yang penting masyarakat sekitar jalan yang terbagi dari berbagai desa,kecamatan & kabupaten telah merasakan ‘kesejahteraan & kenyamanan dalam segaa hal termasuk nilai tanah sekitar yang ikut tinggi, inilah salah satu manfaat jika infrasruktur baik. Imbasnya sudah pasti ke sendi sendi penunjang ekonomi.
.
Sepanjang jalan menuju kawasan pulau Kondo, Bombana.Demikian teduh terasa kalau pun sisi pantai sekitar, apalagi tumpukan sampah kelapa tersusun rapih dengan tenda-biru disetiap halaman rumah. Saya menjadi ingat Optimalisasi TPA-Sampah disana melalui Unit LPSE Kementerian PU & Perumahan Rakyat thn.2017 lalu (?) yang juga meng-anggarkan dana/Pagu > Rp. 1,075 miliar untuk soal pengangkutan sampah. Jika ini benar berarti anggaran itu terserap baiik dan amanah, ditambah lagi telah bekerja dengan baiknya Pemkab, SKPD terkait dan kesadaran menjadikan sampah sebagai ‘musuh bersama.
.
Kriiingg,..kriiinggg,…kriiingg; tiba-tiba seluler saya berdering, dan nomor handphone Pem.Redaksi Indoonews – Lae Jonny Sirait,Amd – lah yang muncul. “Horas, selamat pagi Lae!”, sapaku.”Aha, horas, selamat pagi juga abangku. Mantap kali kulihat di wag PERI , abang sedang di Bombana ya?, ajaklah kapan-kapan adindamu ini”, rajuk Jonny.Saya mengangguk-angguk saja, karena diwaktu yang bersamaan saya sedang meneguk kopi. “Ada yang menarik dari Bombana itu bang?”, tanya Lae lagi, saya masih mengangguk-angguk, karena kopi ini masih terasa panas.
.
Kemudian kami pun berbincang lebih dalam, kata saya di Bombana ini sedang fokus memanfaatkan dana desa untuk sektor pertanian di tahun 2018. Selain karena memberikan andil dalam peningkatan kesejahteraan juga menyerap tenaga kerja lokal. Setiap desa di Bombana ‘wajib memiliki satu produk unggulan berbasis sumber daya alam-nya. Untuk hal sampah, saya melihat peran Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bombana terus maksimal, jauh sebelum tahun 2014, atau sebelum Jokowi menjadi presiden ke-7,dana operasional pengangkutan sampah di Rumbia, ibukota Bombana demikian kecil yaitu < Rp.15 juta/bulan. Kini menaik dalam jumlah anggaran termasuk armada pengangkut sampah dan terus menaiknya dana desa, infrastruktur yang oke, dsb. Apakah ini efek karena suara Jokowi saat Pilpres 2014 dari 1,39 juta penduduk , Jokowi menang mutlak disana (> 41.326 suara) atau tidak, yang jelas Kab.Bombana sekarang demikian ‘kinclong. Jika benar, maka ini bukti lain jika mereka tidak salah memilih Jokowi sebagai Presiden RI ke-7 lalu. Saya kemudian pamit kepada Lae Jonny untuk break karena terdengar suara adzan Dhuhur.”Nanti kita lanjut lagi Lae”,..”Siap, abangda”
.
Menjelang pukul 03.00 sore, kami kemudian telah tiba di pulau kondo. Wangi angin laut demikian menggoda, kami; saya, Imelda-Ketum JMN, Dicky-Sekjend JMN, Yuto –SuaraIndonesia, Dr.Syaiful Bakri, Ferdi dan beberapa teman dari PERI Prov.Sulawesi Tenggara telah berada di-dermaga yang baru dibangun . Hasil karya masyarakat sekitar, kalau pun demikian 2 unit mobil mampu parkir hingga ujung dermaga. Jika saja Lae Jonny ada disini tentu akan lebih lengkap kebahagiaan ini. Mungkin saja dia akan mandi dilaut sebagaimana kegemarannya sejak kecil. Sayang kami tak mampu meneruskan komunikasi karena sinyal .
.
“JOKOWI 2 PERIODE”, kata seorang bapak disana. “Kalau bisa 3 periode pun tak apa?”, tambahnya dengan dialeg Bugisnya.Saya tersenyum, “Inshaa Allah,pak”, kemudian bapak ini terus berceritra bahwa potensi rumput laut di Bombana cukup baik, dan akan terus menjadi perhatian bagaimana memasarkan yang terbaik selain melalui ‘pengumpul.Potensi rumput laut ini > 5000 ton/tahun. Dari 1,3 juta penduduk Kab.Bombana . Hasil perikanan kami yang tersebar hingga 11.837 Km, khususnya wilayah pesisir ,kaya akan potensi ikan kosumsi lokal dan ekspor seperti ikan sunu, kerapu, kakap, baronang, lobster, cumi-cumi, benur, rumput laut dan kerang2-an. Di akhir perbincangan ini beliau kembali mengucapkan. ”Salam2Periode, kalau bisa 3 periodepun tak apa..”saya dan teman-teman terharu karena diucapkan dengan penuh harapan.
.
Kemudian kami lanjutkan perjalanan menuju bukit pasir yang lain, benar – benar ‘imajine’ saat kita berdiri didepan bukit pasir dari dekat. Maha Besar Tuhan Dengan Segala Ciptaannya. Potensi ini memang belum maksimal digarap, memerlukan ‘tangan-tangan dingin disana, yang bukan juga hanya mengejar keuntungan belaka, namun bagaimana kita dapat melibatkan warga lokal untuk hal ini. Semakin yakin pula jika potensi pertambangan di kab. Bombana selain pasir kwarsa tentunya , demikian cukup dahsyat baik untuk jenis marmer, batu permata, nikel, batu gamping, tanah liat, dsb.Hamparan ratusan bahkan ribuan hektar menanti tangan-tangan dingin yang amanah & profesional.
.
Harapan kami sebagai Relawan, Jokowi jangan lengah untuk terus mengawasi kerja instansi terkait dengan semua hal diatas. Karena Keadilan sosial & Kesejahteraan adalah milik seluruh rakyat Indonesia, termasuk daera-daerah yang di-pilpres thn.2014 lalu tidak mendukungnya menjadi Presiden RI ke-7 thn.2014-2019. Sehingga tercapai kembali ke-gemilangan di thn.2019-2023 mendatang. Karena Allah SWT, Tuhan YME akan senantiasa dekat dengan Jokowi.
.
Saat mendapat sinyal, saya mencoba telepon seluler Lae Jonny beberapa kali, tapi tak juga bisa, pilihannya hanya du; baterai drop atau drop baterai, karena saya tau HP kami memang sudah waktunya di-Lem Biru. Ahahahah, nasib Relawan & Jurnalis. Mohon maaf lahir bathin.”Salam2Periode Dari Sulawesi Tenggara”…(Arief P.Suwendi, Ketum Persatuan Relawan Indonesia (PERI) & Penasehat Indonews Bd.Media & Event Organizer)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook