Warung Kopi BOGOR KAPAYUN ! “Relawan ibarat siluman, datang tak di undang, pulang tak diantar”

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !
“Relawan ibarat siluman, datang tak di undang, pulang tak diantar”
.
Indonews, Bogor – Flashback BOGOR YANG TAK JADI KAPAYUN!, tidak ada bedanya antara Pilbup Bogor thn.2013-2018 lalu dengan Pilbup thn.2018-2023 saat ini. Semua Cabup/wabup menebar janji saat kampanye, masyarakat yang saat itu berjumlah 4,9 juta demikian berharap banyak akan terjadinya BOGOR KAPAYUN !, “Menjadikan Kabupaten Bogor Termaju di seluruh Indonesia”.
.
Lebih dari 2.008.165 orang berduyun-duyun mendatangi 7.716 TPS di 40 kecamatan. Merekalah yang berharap banyak kepada Bupati/Wabup Bogor thn.2013-2018, saat itu 2.008 juta cukup mewakili dari 3.190.543 jumlah pemilih, kalau pun terbilang 62,94%. Dalam arti masih ada > 1 juta suara yang ‘golput?
.
Singkat ceritera, Paslon Rachmat Yasin – Nurhayanti mendulang suara sebanyak 1.255.927 (64,83%), kerja-keras dari mesin politik 10 partai pendukungnya cukup ampuh.
.
Suara kedua terbesar diperoleh pasangan Gunawan Hasan-Mohamad Akri Falaq – dari jalur independen itu meraih> 362.265 suara ( 18,7%), satu prestasi lain karena mampu mengungguli pasangan Karyawan Fathurachman-Adrian Aria Kusumah. Pasangan yang disokong Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Bulan Bintang ini menempati posisi ketiga dengan perolehan 193.525 suara (9,99%)
..
Sedangkan pasangan Alex Sandi Ridwan-Husen Habib Hengky Tarnando yang berangkat dari jalur perseorangan mendapat suara sebanyak 125.638 suara (6,48%)
.
Kalau pun susah mencari parameternya, namun BOGR KAPAYUN ! thn.2013-2018 masih ‘jalan ditempat, buktinya tingkat kemiskinan di Kabupaten Bogor masih tinggi, yaitu sekitar 8-9% dari jumlah penduduk Kab.Bogor > 5,5 juta jiwa. Juga adanya kasus Bupati Bogor yang tertangkap KPK
.
RELAWAN ITU IBARAT SILUMAN
Setelah hajat thn.2013 itu, yang menang senang, yang kalah pun senang. Namun ada yang terlupakan, disaat usai Pilkada atau Pilpres sekali pun, peran dan andil relawan terlupakan. Para relawan profesional itu biasanya kembali ke rutinitas sehari-hari, tidak lagi berhitung bagaimana menjadi ‘parasit bagi para pemenang. Relawan itu ibarat siluman, pergi tak dijemput, pulang tak diantar. Ahahahah..
.
Relawan pilkada atau pilpres berperan secara komplementer atau melengkapi peran partai politik dalam pertarungannya. Relawan bergerak dengan niat murni dan tanpa mengharapkan imbalan , gerakan mereka sangat masif bahkan bisa mengalahkan kekuatan-kekuatan partai. Relawan meyakinkan pemilih dan melakukan kampanye-kampanye kreatif untuk menarik simpati pemilih. Relawan ini bisa bertarung di dunia nyata dan dunia maya, bahkan mereka menggunakan teknologi untuk melakukan kampanye secara kreatif dan konstruktif. Relawan ‘mengisi kekosongan mesin parpol yang mogok karena ‘logistik minim atau ada hal lain, yang hanya mereka saja yang tau & Tuhan YME.
.
Dalam pengalaman saya dan teman-teman di PERI & INDONEWS, meyakini bahwa Peran parpol mungkin terasa ketika seorang kadidat sudah menjadi kepala daerah, namun saat seorang kandidat kepala daerah didukung oleh relawan yang bergerak tanpa imbalan baik jabatan dan uang, pasti akan menang. Gerakan relawan seperti ini, akan lebih militan dan konsisten untuk memenangkan kandidat yang didukungnya.
.
Terbukti saat Jokowi bisa menang di pilkada DKI dan pilpres 2014, gerakan relawan demikian dahsyat sehingga kadang-kala harus ‘bersitegang dengan teman-temannya yang di parpol. ‘Relawan ibarat siluman, datang tak di undang, pulang tak diantar.
.
Bagaimana peran Relawan di Pilbup Bogor thn.2018-2023 mendatang?, relawan itu bukan hanya ‘nongkrong di posko-posko pemenangan, namun harus terus bergerak dilapangan dengan berbagai cara yang simpatik. Konsepnya jelas berdasarkan SWOT ANALISYS. Relawan ibarat siluman, datang tak di undang, pulang tak diantar. Maka nantikan kehadiran “RELAWAN BOGOR JADI KAPAYUN !” di Pilbup Bogor ini, yang kemudian menghilang usai Pilbup Bogor terlaksana.

.
“Sudah ini bang?”, tanya Pem.Redaksi Indonews – Jonny Sirait,Amd dari seberang telepon. “Inshaa Allah..”,..”Boleh tulisan ini aku langsung posting, bang?”,..”Silahkan jika bermanfaat..”, jawab saya. “Siap abangda, memang mantap kali abangku ini bah, berapa nomor sepatu abang ?”, goda Lae Jonny, saya tidak menjawab, malah menutup telepon ini. ‘Ahahahah…satu-nol ya Lae.
.
Salam Damai & Sejahtera untuk semua Relawan!, mohon maaf lahir bathin.
(Arief P.Suwendi, Ketum Persatuan Relawan Indonesia (PERI) & Penasehat Indonews Bd.Media & Event Organizer)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook