Warung Kopi BOGOR KAPAYUN ! “JARO ADE, JANGAN LUPAKAN BOGOR BARAT” .

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !
“JARO ADE, JANGAN LUPAKAN BOGOR BARAT”
.
Indonews, Lombok – Kabupaten Bandung Barat (KBB) , Jawa Barat merupakan hasil pemekaran Kabupaten Bandung. Yang kini didiami oleh lebih dari 1.400.000 penduduk (42,9% wilayah Kabupaten Bandung) dengan ibukota Kecamatan Ngamprah. Berdasarkan UU.RI No.12/2007, tgl. 2 januari 2007 lalu. Saya dan teman-teman relawan saat itu demikian mendukung berdirinya KBB, kalau pun banyak diantara kami tidak menetap disana, namun KTP so pasti KBB. Dan kami tidak malu untuk mengakui bahwa kami pun adalah Relawan Bupati Drs. H. Abubakar, M.Si thn.2008-2013 & 2013 – 2018 ini. Yang juga relawan istri beliau, Hj.Elin Abubakar , yang kini ikut ‘nyabup bandung Barat thn.2018-2023. Ahahahah..
.
Kami bangga menjadi relawan beliau kalau pun sampai saat ini tidak pernah ‘selfie dengannya, , salah satu parameter kebanggaan itu karena meningkatnya capaian pajak yang selalu melebihi target, misalnya tahun 2017 lalu realisasi PAD > Rp.336 miliar dan itu belum lagi PAD dari retribusi dan lain-lain. Maka wajar saja pemerataan pembangunan pun di 16 kecamatan dan 165 desa lambat laun ‘terperhatikan, memang belum maksimal 100%, namun semua ‘progress. Seandainya ‘tidak melanggar konstitusi ingin rasanya Bupati H.Abubakar menjadi Bupati KBB seumur hidup versi saya. Ngapain coba yang lain, kalau yang ini sudah teruji. Ahahahah…

KABUPATEN BOGOR BARAT ,APA KABARNYA?
Malam di Hotel Astoria, Lombok,NTB (Senin,tgl.12/3) menuju pkl.23.00 yang siang tadi terasa ‘pengap , kini berganti agak sejuk. Karena kami ada di Lobby outdoor lantai 2, break persiapan Deklarasi KONSORSIUM RELAWAN JOKOWI (KRJ) yang dipersiapkan oleh JMN-Jaringan Makmur Nusantara & PERI, ..saat itu kemudian kami bersila beralaskan ‘rumput sintetis sambil mencicipi Nasi Ayam taliwang bersama. Saya dan Pem.Redaksi Indonews – Lae Jonny Sirait, Amd usai makan berdiri kemudian mencari ‘letak Kabupaten Bogor secara ilusi.
.
“Karena abang tadi ceritera tentang Bandung Barat, maka aku jadi ingat Bogor Barat bang..”, kata Lae Jonny menahan pedas sambel ayam taliwang tadi. “Aku juga jadi ingat RPJMD Ka¬bupaten Bogor 2013-2018, yang punya kabar tidak kalah baiknya karena target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bogor meningkat sebanyak Rp.145 miliar dari target sebe¬sar Rp. 2,145 triliun. Kalau dengan target RPJMD lama ada kenaikan, bang. Tadinya target Rp.2 triliun, sekarang menyentuh Rp.2,145 triliun. Seharusnya hingga akhir tahun 2018 ini akan mencapai >Rp. 6,415 triliun…”,katanya mulai serius ‘modus, biar saya betah menemaninya ‘merokok dari ketinggian lebih 300 meter ini.
.
“Memang tidak bisa disamakan antara Bandung Barat dan Bogor Barat, bang. Namun kesamaannya hanyalah pada tingkat asumsi dan persepsi masyarakatnya, sebagian mengatakan Bogor Barat telah baik manajemennya, namun disisi lain muncul juga pendapat masyarakat yang mengatakan masih ‘jalan ditempat akibat cepat puas diri. Maka siapapun Bupati & Wabup Bogor tahun 2018-2023 mendatang , ibarat komputer, harus ‘di-update atau di-upgrade agar semakin jeli dalam cepat meng-eksekusi permasalahan yang ada sehingga tetap maksimal pencapaian PAD di Provinsi Jawa Barat maupun di Kabupaten Bogor.
.
“Bogor Barat ini demikian kaya akan SDM & SDA , ada lebih dari 2.738.725 jiwa (48% jumlah total Penduduk Kab. Bogor) yang berharap banyak disana ,apalagi mempunyai luas > 17.000 hektare dengan background potensi lahan pertanian perbukitan dan pegunungan yang indah. “Dari segi distribusi hasil pertanian dan perdagangannya, daerah disana sudah ada beberapa pasar tradisional , tinggal dipoles lagi , baguslah ini barang bang. Pemberdayaan masyarakat khususnya usia muda lebih ditingkatkan seiring kebutuhan masyarakat, mungkin harus ada semacam pelatihan kontinyu kepada para karang-taruna disana dalam hal otomotif atau bengkel kendaraan, rumah makan, warung kopi, kios cindera-mata dsb. Mengapa?, karena infrastruktur jalan semakin baik, yang utama ini akan berkontribusi terhadap satu PAD daerah dimana ia tinggal, bener kan bang?…”, kata Lae lagi. Saya manggut-manggut sambil menahan ngantuk. Maklum sudah hampir 2 jam kami bicara disini, dan teman-teman lainnya telah masuk kamar. Rokok dan kopi pun sudah habis.
.
Benar, PAD satu daerah bukan milik satu etnis & agama tertentu, semua mempunyai hak dan kewajiban yang sama.
.
PESAN UNTUK JARO ADE – INGRID ?
“Begini Lae, Jika saja penduduk Bogor Barat ini sekitar 2.738.725 jiwa, dan selain suku Sunda, pastinya ada juga Etnis Sumatera & Tionghoa. Pertanyaannya adalah adakah Calon Bupati & Wabup Bogor mendatang yang pernah ‘silahturahmi dengan mereka?, termasuk dengan mereka yang berada di kabupaten Bogor, ada Lae?”, selak saya . Lae Jonny mengernyitkan dahi,
.
“Suatu hari saya pernah mampir warkop disana, ada beberapa pengunjung disana yang , maaf, kebetulan mereka ‘ala-kita. Hampir dua jam lamanya saya disana, secara tidak sadar saya menguping mereka selalu bicara tentang Ahok. Kenapa mereka tidak sedikit pun bicara tentang Cabup/cawabup yad?, Lihat Jokowi , saat menghadapi pernikahan Kahyang-Bobby, beliau dan ibu Iriana ikut Menari Tarian Adat Batak Manortor dengan menggunakan Ulos Abit Godang asal Tapanuli Selatan. Orang Batak mana yang tidak meleleh matanya melihat itu, Lae…”, saya kemudian terdiam, Lae Jonny matanya berkedip-kedip. “Maaf Lae, sumpah, ini reflek, maaf jika kurang berkenan..”,.. “Bagaimana cara abang sampai berpikir demikian..”,..”Lae, saya besar dengan keluarga KM.Sinaga, dari mahasiswa thn.1970-an bapaku saat masih kuliah dan jadi aktifis ITB sudah ‘dibawa beliau ke Jakarta sampai thn.2000-an. Saya jadi tahu bagaimana hidup bersama mereka, demikian egaliter, cukup dengarkan apa kata mereka, jangan malu jika dinasehati mereka, karena banyak kebaikan didalamnya. Saya juga pernah menggagas pembuatan koin mas Sisingamangaraja XII bersama opung-opung dari keluarga besar Sinambela, khususnya di area Jatibening dsb. Sampai saat itu mereka guyon bahwa ada marga batak baru yaitu ‘Marga Suwendi’, nama bapak saya…”, saya dan Lae sama-sama diam sambil visual ‘menyaksikan kabupaten Bogor dari Lombok,NTB ini. Juga terlintas sekelebat figur Jaro Ade – Ingrid Tansil di-visual itu sedang Manortor dengan saudara-saudara saya se-kabupaten Bogor. ‘Entah apa artinya.Wallahualam Bishowab.
.
Yang jelas ,sumpah, kami ingin segera kembali secepatnya ke Kabupaten Bogor bersenda-gurau di Warkop BOGOR KAPAYUN !, yang hampir sepekan ini kami tinggal. ‘Rindu Abah, Rindu Arumsari, rindu Nandra & Rindu Jaro Ade – Ingrid ‘manortor disana.
.
‘Aek godang do aek laut, Dos ni roha do sibaen nasaut .(Air sungai air laut . Kesepakatan hati membuat semua terlaksana), Inshaa Allah, Mauliate, Horas…. ….(Arief P.Suwendi, Ketum Persatuan Relawan Indonesia (PERI) & Penasehat Indonews Bd.Media & Event Organizer)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook