Warung Kopi BOGOR KAPAYUN ! “DESA SADE, ANTARA NTB & KABUPATEN BOGOR ?”

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !
“DESA SADE, ANTARA NTB & KABUPATEN BOGOR ?”
.
Indonews, Lombok – Sade adalah salah satu dusun di desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah. Dusun ini dikenal sebagai dusun yang mempertahankan adat suku Sasak. Suku Sasak Sade sudah terkenal di telinga wisatawan yang datang ke Lombok. Semua pihak berlomba mnjadikan Sade sebagai desa wisata. Ini karena keunikan Desa Sade dan suku Sasak yang jadi penghuninya.
.
Sebagai desa wisata, Sade punya keunikan tersendiri. Meski terletak persis di samping jalan raya aspal nan mulus, penduduk Desa Sade di Rembitan, Lombok Tengah masih berpegang teguh menjaga keaslian desa.
.
Saat memasuki gerbang , Lae Jonny Sirait,Amd berbisik kepada saya. “Bang, Bisa dibilang, Sade adalah cerminan suku asli Sasak Lombok. Yah, walaupun listrik dan program Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dari pemerintah sudah masuk ke sana, Desa Sade masih menyuguhkan suasana perkampungan asli pribumi Lombok. Dan harus terus dikawal kelestariannya. Termasuk oleh relawan Jokowi. Hal itu bisa dilihat dari bangunan rumah yang terkesan sangat tradisional. Atapnya dari ijuk, kuda-kuda atapnya memakai bambu tanpa paku, tembok dari anyaman bambu, dan langsung beralaskan tanah…”,katanya mirip turis-guide, saya berbisik kepada Lae, “bagaimana Lae tau semua ini?”, ..”Sudah lama aku bermimpi untuk datang kesini, maka banyak referensi yang aku baca, salah satunya lewat ‘mbah google,bang”, saya tidak menjawab ,malah kami bergegas cepat. “Tunggulah bang..”, Ahahahah… saya, Dr.Syaiful, Yuto, Ferdi, Herni dan Erwin pun tertawa
.
Hal itu kemudian dikuatkan oleh Kait warga disana. Orang Sasak Sade menamakan bangunan itu ‘bale’ yaitu : Bale Tani, Jajar Sekenam, Bonter, Beleq, Berugag, Tajuk dan Bencingah. Bale-bale itu dibedakan berdasarkan fungsinya. Ada 150 Kepala Keluarga (KK) di Sade. Dulu, penduduknya banyak yang menganut Islam Wektu Telu (hanya tiga kali sholat dalam sehari). Tapi sekarang, banyak penduduk Sade sudah meninggalkan Wektu Telu dan memeluk Islam sepenuhnya. Uniknya, warga desa punya kebiasaan khas yaitu mengepel lantai menggunakan kotoran kerbau. Jaman dahulu ketika belum ada plester semen, orang Sasak Sade mengoleskan kotoran kerbau di alas rumah.
.
“Sampaikan salam kami ke bapak presiden Jokowi. Kami butuh embung desa atau irigasi utk keperluan MCK > 700 warga. Mohon juga sampaikan disini ada lebih 500 orang pemilih..”, kata Kait mewakili warga setempat berharap. Inshaa allah.
.
Saya, Lae Jonny Sirait,Amd dan teman-teman lain mengangguk tanda mengiyakan. Dalam hati saat menuju gerbang keluar, saya berharap hal ini terjadi juga di Kabupaten Bogor untuk mampu mendukung program potensi wisata berdasarkan ke-arifan lokal yang ada. Semoga Jaro Ade – Ingrid Kansil mencatat ini. Inshaa Allah…(Arief P.Suwendi, Ketum Persatuan Relawan Indonesia (PERI) & Penasehat Indonews Bd.Media & Event Organizer)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook