Warung Kopi BOGOR KAPAYUN ! “HUKUM MATI SAJA BUMN-BUMD YANG ANTI PANCASILA”

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !
“HUKUM MATI SAJA BUMN-BUMD YANG ANTI PANCASILA”
.
Indonews, Sulawesi Tenggara – Malam semakin larut, hujan pun mulai deras. Senin, 19 Maret menuju Selasa, 20 Maret 2018. Kami (Saya, Mas Dicky – Jaringan Makmur Nusantara/Kord.Konsorsium Relawan Jokowi & Ferdi – Sulawesi Tenggara) masih dikediaman ‘seorang Petinggi BUMN. Ada pun Pem.Redaksi Indonews – Jonny Sirait,Amd & Yuto HA.Silondae,SH – Pem.Redaksi Suara Indonesia News berhalangan hadir karena ada kegiatan lain.
.
Kalau pun waktunya sangat singkat, banyak hal yang kami dapatkan dari ‘Ngopi semalam, al:
.
1. BUMN atau Badan Usaha Milik Negara merupakan badan yang menguasai sektor potensial yang diolah untuk memenuhi hajat hidup orang banyak. Karena modalnya sebagian besar dikuasai oleh negara, maka keberadaan BUMN pun dilindungi oleh negara. Dalam UU No. 19 Th 2003 disebutkan ada dua bentuk BUMN. Yaitu perum dan persero.
,
Sehingga negara/pemerintah ‘wajib mengambil peran sebagai pihak pengelola demi keadilan dan kesejahteraan rakyat, termasuk BUMD – Badan Usaha Milik Daerah.
.
2.Sejak Jokowi menjadi Presiden, Komisaris & Direksi BUMN secara perlahan telah kembali ‘in-track setelah sebelumnya ibarat mesin ATM saja, tidak ada semangat kerja karena banyak ‘dirampok untuk kepentingan parpol. “Kita sudah lelah karena selama ini kami sering dipakai partai politik untuk melanggengkan kuasa politik dan ekonomi mereka. Maka wajar jika negara mengalami kerugian lebih dari Rp.5,8 triliun akibat meruginya 24 BUMN dari sekitar 118 BUMN
.
“Saya mendengar dari beberapa kolega Direksi dan Komisaris bidang infrastruktur, mereka seolah telah menemukan semangat kembali. Spirit Kabinet Kerja Jokowi telah terbukti, sehingga mereka bekerja bukan saja 24 jam, tapi lebih dari itu. Loyalitas dan totalitas BUMN sudah bangkit menuju “BUMN SEHAT, INDONESIA HEBAT”
.
Tahun 2018-2019 Relawan harus mengawal kinerja BUMN karena ini masa rawan memasuki tahun politik Pilkada 2018 dan Pilpres 2019. “Saya melihat Ibu Rini (Meneg BUMN) dan Ibu Sri (Menkeu) sudah ‘jungkir-balik selama ini, namun masih saja banyak kebocoran , diperlukan ‘pemotongan 3 generasi Komisaris & Direksi di seluruh BUMN, demikian di BUMD jika diperlukan, masukan orang-orang yang tepat, khususnya yang pro kepada Keadilan Pembangunan Nasional. Duet Ibu Rini & Ibu Sri demikian dahsyat, maka wajar saja jika BUMN dijaman Jokowi mampu ‘menyetor > Rp.190-202 triliun setiap tahunnya, kita berharap angka ini akan terus meningkat, Inshaa Allah.”
.
3.Langkah-langkah Relawan untuk ‘Perduli BUMN Sehat’ adalah melalui;
a. Mendorong para Direksi & Komisaris BUMN segera melaporkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN ke instansi terkait, khususnya KPK
.
b.Meng-inventarisir agar tidak-adanya rangkap jabatan Direksi/Komisaris BUMN
.
c. Mengawal agar para Dewan komisaris BUMN lebih tegas dalam hal melakukan fungsi sebagai komite audit yang fungsinya melakukan audit kepada kinerja direksi BUMN tanpa terkecuali.
.
d.Para Direksi & Komisaris BUMN termasuk BUMD kalau perlu dibuatkan pakta integritas akan kesetiaannya kepada PANCASILA & UUD 1945. Bagi pelanggarnya, jikalau perlu dikenakan hukuman mati !
.
Selamat Berjuang Ibu Rini & Ibu Sri, Tuhan Bersamamu selalu, dan kami setia mengawalmu. Mohon maaf lahir-bathin. “Kerja Senyap, Ojo Gaduh”…. (Arief P.Suwendi, Ketum Persatuan Relawan Indonesia (PERI) & Penasehat Indonews Bd.Media & Event Organizer)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook