Warung Kopi BOGOR KAPAYUN ! “NGIBUL, KEPLESET & SELINGKUH”

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !
“NGIBUL, KEPLESET & SELINGKUH”
.
Indonews, Sulltra – Udara di Lobby Hotel ini demikian panas kalau pun air-conditioner menyala normal, maka saya pun pindah agak kedalam. Beberapa tamu hotel ini mulai memenuhi ruang break-fast , namun kemudian menyemut mendekati layar televisi disana. Saya tersenyum melihatnya apalagi di layar TV tersebut tampak  Menko Maritim Luhut Pandjaitan  idola saya sedang ‘menangkis tudingan  Amien Rais yang mengatakan jika pembagian sertifikat tanah oleh Jokowi selama ini adalah ‘ngibul.
.
“Ada senior bilang kasih sertifikat itu ngibulin. Apa yang ngibulin. Sertifikat itu prosesnya panjang dan berbelit. Sekarang cepat dan banyak. Saya pikir kita nggak bisa asal ngomong,” kata Luhut disana.  Luhut juga kesal dengan serangan-serangan yang menyebut pemerintah pro-PKI. Menurutnya hal itu cuma kebohongan yang terus disebarkan. “..Janganlah  bilang pro-PKI, pro-PKI gimana? Saya ikut tumpas PKI. Saya tentara, saya tahu itu,” kata Luhut lagi. Waduh, saya pun mendekati kerumunan itu.
.
“ Pak Amin itu jangan begitu kalau mau mengeritik pemerintah, seolah-olah rakyat yang telah menerima sertifikat itu adalah korban pengibulan”, kata seorang ibu muda sambil menyuapi anaknya bubur ayam yang tersedia.
.
“Di tingkat grassroot saat ini sangat nyaman kalau pun akan memasuki Pilkada serentak Juni 2018, semua konsentrasi dengan program program kerja. Ini membahayakan bagi koalisi partai yang didalamnya ada PAN..”, bisik eksekutif muda sambil menuang juice buah kedalam gelas kecilnya  kepada temannya yang duduk disebelahnya. “Iya bukan kritik seharusnya, tetapi solusi mungkin itu yang lebih baik”, jawab temannya yang saya duga mereka adalah eksekutif bidang property.
.
Sambil mengisi gelas kopi yang telah kosong , saya berjalan keluar lobby yang tertulis “Smoking area’. Selama ini yang saya tahu, dalam puluhan tahun instansi terkait hanya mampu mengeluarkan 500 ribu sertifikat/tahun. Namun setelah Jokowi menjadi presiden, jumlahnya menaik. Tahun 2017 tercapai 5 juta sertifikat, tahun 2018 menaik menjadi 7 juta dan tahun 2019 ditargetkan menjadi 9 juta. Menjelang tahun 2015 lalu Jokowi pernah mengatakan bahwa saat itu baru ada 46 juta hektar tanah yang tersertifikat dari 126 juta hektar, maka masih ada 80 juta bidang tanah  rakyat yang harus dicapai..
.
Tiba-tiba saya dikejutkan oleh seorang anak  yang jatuh  terpeleset dekat pintu lift , hingga dahi kirinya agak sedikit ‘sembab. “Mama bilang juga apa, jangan lari-larian, kamu baru sembuh sakit ,sayang”, kata ibu berhijab itu dan menggendong anaknya sambil  tersenyum kepada saya. Saya mengangguk, tanpa ingin menghubungkan statemen ‘Ngibul Amien tadi dengan ‘accident anak ini.
.
Saya menuju lift untuk naik kamar karena charger HP tertinggal disana, didalam lift ada seorang anak pria belia sedang asyik dengan selulernya. “Saya tahu semalam kamu pergi dengan siapa, kenapa sih harus bohong segala. Kamu mau selingkuh ya?, pergi sama mantan kan?”,,..karena jarak saya sangat dekat dengannya saya mendengar ada suara remaja putri menjawab diselulernya. “Ahahah, cemburu ya. Hei biar kamu tau ya, aku semalam pergi dengan Mama, anter dia kerumah Tante, yang baru datang umroh..”, kemudian pria ini sontak mematikan selulernya. ‘Tuuut, tuuut, tuuut….Agh sudahlah….. mohon maaf lahir bathin……… (Arief P.Suwendi, Ketum Persatuan Relawan Indonesia (PERI) & Penasehat Indonews Bd.Media & Event Organizer)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook