Warung Kopi BOGOR KAPAYUN ! “HARTA BUNG KARNO & NIAT JARO ADE”

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !
“HARTA BUNG KARNO & NIAT JARO ADE”
.
Indonews, Bogor – “…180 miliar dollar itu sama dengan 2,3 trilun rupiah, mas. Jika itu benar, kemudian dibagikan untuk kaum miskin Rp.1 juta per-orang maka ada 2,3 juta orang miskin yang dapat terbantu untuk modal usaha…”, kata seorang pria penarik ojek motor on-line dihalaman hotel saat saya hendak mencari rokok idola. Temannya yang juga penarik ojek mengiyakan, saya pun pura-pura memainkan seluler disana sambil ‘menguping apa yang mereka bicarakan. Rupanya mereka tengah membahas gosip yang beredar saat ini yaitu tentang harta karun Bung Karno.
.
Setelah saya kembali ke lobby hotel, saya merenung tentang percakapan mereka tadi. Demikian selalu akan banyak orang yang tega ‘mengusik istirahatnya Panglima Besar Tertinggi RI, Penyambung Lidah Rakyat, Ir. Soekarno (Bung Karno). Termasuk saat ini menjelang Pilpres thn.2019. Di warung-warung kopi rakyat beredar lagi ‘gosip harta karun Bung Karno yang tersimpan di sebuah bank di Swiss sana. Sebagaimana pernah dihembuskan koran Austria Kronen Zeitung edisi 17 dan 19 Desember 2012 lalu, dimana disana tertulis ada seorang mediator bernama Gustav Jobstmann yang mengklaim dapat membantu mendapatkan harta karun itu.
.
Menurut Jobstmann, saat itu, ada harta Bung Karno senilai USD.180 miliar yang tersimpan di sebuah bunker di Union Bank of Switzerland (UBS). Dan dia memiliki dokumen-dokumen pendukung soal harta tersebut. Jobstmann berjanji bisa mendapatkan harta itu, asal para ahli waris Bung Karno bersedia menginvestasikan semua hartanya di Austria. Koran Kronen Zeitung termasuk salah satu koran tertua di Austria yang terbit sejak 2 Januari 1900 lalu.
.
Sayangnya, gosip ini selalu ‘tertelan bumi, karena tidak ada tanggapan dari para ahli waris Bung Karno sesudahnya.
.
KITA HARUS BERANI BUKA-BUKAAN
Ini bukan tentang harta karun Bung Karno tetapi ini reaksi Jaro Ade saat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo – mengingatkan para kepala daerah agar segera melaporkan harta kekayaannya (LHK) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hal di lakukan karena amanah Undang-Undang Nomor 28 tahun 1999 tentang penyelenggaraan negara yang bersih dari KKN, serta Undang-Undang Nomor 30 tahun 2002 tentang KPK.
.
Jaro Ade sekitar bulan Maret 2017 lalu langsung menanggapi himbauan itu dengan respon positip, disaat sebagian kepala daerah ada yang ‘kejut-kejut. Jaro Ade, selaku Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab. Bogor, demikian mengapresiasi kebijakan yang dilakukan oleh Kemendagri dan KPK, dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. “Secara pribadi dan kedinasan, saya merespon baik. Salah satunya melayangkan surat kepada KPK, untuk mendampingi dalam proses dan makanisme apa saja yang harus di lalui, agar tidak ada kekeliruan didalamnya. Saya juga sudah berkomunikasi dan memberikan informasi kepada seluruh anggota DPRD Kab.Bogor , untuk ikut serta membantu program pemerintah dalam hal ini adalah ‘perang terhadap Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). Semua wajib melaporkan LHKPN kepada Negara, tanpa ada pengecualian” pungkas Jaro Ade (Ade Ruhandi) saat itu.
.
Saya tidak tahu himbauan Kemendagri,KPK & Jaro Ade sesudahnya. Karena belum terdengar hingga saat ini, semoga saja ‘Lae Jonny Sirait selaku pemimpin Redaksi Indonews dapat ‘mencari tahu tentang hal ini. Sekaligus menindak-lanjuti pernyataan keras Saut Sitomorang – Wakil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengatakan juga, bahwa semua anggota legislatif, harus segera mungkin melampirkan LHKPN kepada lembaga dalam naunganya. “ Dan jika ada Legislatif yang tidak melaporkan LKHPN, Nanti kami umumkan caleg mana yang tidak mengisi LHKPN kepada masyarakat,” kata Saut saat itu. ‘Nah lu !, Namun inilah manusia, ada yang mencari-cari harta ada juga yang takut-takut melaporkan darimana harta itu didapat. ‘Ayo kang Jaro Ade ingatkan lagi mereka!, Mohon maaf lahir bathin……….. (Arief P.Suwendi, Penasehat Indonews Bd.Media & Event Organizer)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook