Warung Kopi BOGOR KAPAYUN ! “BUNG KARNO, JOKOWI & PILBUP BOGOR 2018” .

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !
“BUNG KARNO, JOKOWI & PILBUP BOGOR 2018”
.
Indonews, Bogor – Kebiasaan makan Bung Karno sederhana sekali. Kalau makan di Istana, hanya dengan tangan, tidak pakai sendok dan garpu. Ada kobokan air hangat dan handuk kecil disana. Ini kebiasaannya sejak menjadi aktifis di Bandung. Panganannya pun simpel saja, sayur lodeh, sayur asam, telur mata sapi, ikan asin goreng dan ‘’’taraaa…. kerupuk!, Bung Karno sebetulnya tidak suka pedas dalam bentuk apapun; sambal, cabai, saos, dsb. Namun kadang pantangan ini dia harus lalui apalagi saat jamuan negara atau makan bersama rakyatnya. Pernah suatu waktu saat usai jamuan kenegaraan di Hawaii, bertemu raja Rock dunia, Elvis Presley. Beliau ‘ngibrit cari toilet, sontak para ajudannya pun ikut pusing mengawalnya.
.
“Makanan apa itu Sabur?” tanya beliau usai dari toilet kepada ke pengawalnya,Letkol.Sabur. “Loco Moco , Paduka”, “Apa itu?”. “Maaf Paduka, itu makanan khas Hawaii, kombinasi patty burger, telur ceplok, dan irisan daging/grav..”, “lalu kenapa perut saya mulas begitu?”, “Maaf Paduka karena makanan itu ada kuah lada & chili-nya”, Bung Karno pun melotot sambil bergegas kembali ke meja makan. “Besok besok kalau ada jamuan makan, kamu cari tau dulu, apa ada lada atau sambelnya”. Ahahaha…
.
Begitulah Bung Karno, orator dunia yang kalah dengan ‘rasa pedas. Aktifis lintas sejarah dunia yang makannya lebih senang tanpa sendok. Namun kemuliaan dan harga diri bangsa dan negara besar ini tidak kalah termasuk oleh penguasa dunia dijamannya; Uni Sovyet, AS, Cina, Inggris, dsb.
.
Si Gigi Ginsul seksi ini sangat sederhana saja, salah-satu ceritra lain adalah saat menjelang perebutan Irian Jaya, kalau pun stress karena Amerika tidak setuju. Bung Karno usai menulis dokumen sejarah dan bertemu jend.Ahmad Yani tentang strategi militer, mereka pun disertai para ajudan Bung Karno menuju halaman belakang Istana Bogor , setelah beliau berganti kaos oblong dan ‘sarungan. Tak lupa dia mengajak Jend.Ahmad Yani dan Sabur. untuk makan pagi. “Terimaksih Paduka, biar kami disini saja..”, selak mereka bersamaan. “Ini perintah, temani makan pagi saya”, jawab beliau sambil menggandeng mereka. “Siap !”, ahahah..
.
Setelah memberi makan ikan-ikan dan rusa, Bung Karno menuju Ahmad Yani & Ajudan Sabur yang masih berdiri ‘kaku dekat meja makan. “Kita ini mau sarapan pagi, bukan mau berperang, santai saja”, humor Bung Karno, mereka pun duduk. Menunya sederhana. BK makan satu mangkok kecil nasi, sayur daun singkong, tempe bacem, ikan asin goreng dan kerupuk. Buahnya sawo dan pisang. Ia makan pakai tangan, sehingga Ahmad Yani dan yang lainnya pun ikut makan dengan tangan. Bung Karno tertawa saat melihat melihat mereka canggung makan tanpa sendok. “….Yani, dan kamu Sabur, makan dengan tangan itu ada seninya sebagaimana seni mengatur bangsa dan negara besar ini. Ada ke-sakralan juga disana. Karena kita harus cuci-tangan dan berdoa dahulu. Hal lain kita akan larut sebagaimana kebiasaan rakyat kita makan dengan tangan, kita merasakan kedekatan secara jiwa. Kita tidak pernah takut dengan Negara mana pun, karena ada rakyat bersama kita. Makan tanpa sendok adalah bentuk kedekatan kita dengan mereka. Memang hal sepele ini, Yani dan kalian semua, ”, kata Bung Karno sederhana saja. Mata Yani menatap tajam, jiwanya bergolak, semakin kagum dia kepada Bung Karno.
.
KESEDERHANAAN APA YANG SEKARANG ADA?
Tahun 2004–2017 terdapat 392 Kepala Daerah tersangkut hukum, jumlah terbesar adalah korupsi sejumlah 313 kasus dengan kerugian negara > Rp.220 triliun ?, Sektor korupsi dimana mereka ‘bermain dominan dalam penyusunan anggaran, pajak dan retribusi daerah, pengadaan barang dan jasa, hibah dan bansos, perjalanan dinas, serta sektor perizinan. Dan saat periode Presiden Jokowi , telah menyeret lebih dari 33 kepala daerah yang korupsi. Ini belum mereka yang terjerat Narkoba. Atau ada > 900 kepala desa yang korupsi dana desa. Jadi apa yang harus ditiru?, jangankan makan tanpa sendok untuk menahan syahwat dan maksiat korupsi uang ummat saja mereka lakukan.
.
JOKOWI & KEPALA DAERAH KORUPSI
“Seketat apapun sistem yang dibuat, namun jika memang niatnya korupsi ya sudah, jadi repot kan?”, Yang jelas saat ini kita sedang persiapkan satu sistem lagi dimana semua proses penganggaran dan belanja akan dilakukan secara elektronik. Dengan itu semua dilakukan transparan,hasilnya jelas. Tidak ada permainan lagi..”, kata Jokowi saat ditanya Pers usai menerima kepala daerah waktu lalu di Istana Merdeka, Jakarta.
.
Itu kata Presiden Jokowi, lalu apa kata Direktur Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) ?, Robert Endi Jaweng mengatakan bahwa maraknya Kepala Daerah yang ditahan KPK merupakan hasil dari kekeliruan sistem politik dan pemerintahan saat ini. “Mahalnya biaya politik serta pengawasan yang lemah dari pemerintah pusat kepada kepala daerah menjadi penyebab,” ujarnya.’Ahaaa…
.
Apapun, bagi Ummat Muslim , dalam Al Quran demikian banyak larangan untuk tidak melakukan korupsi, dan sejenisnya. Diantaranya di Q.S Al-Anfal Ayat 27: … “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” . Sederhana saja, saat sumpah jabatan Kepala Daerah /Wakil, Eksekutif dan Legislatif jelas itu ‘disaksikan’ oleh kitab suci dan ada pernyataan “Demi Allah/ Tuhan saya bersumpah bahwa saya tidak akan menerima hadiah atau suatu pemberian berupa apa saja, dari siapa pun juga yang saya tahu atau patut dapat mengira bahwa dia mempunyai hal yang bersangkutan atau mungkin bersangkutan dengan jabatan atau pekerjaan saya,”, LALU DIMANA SALAH PEMERINTAHNYA !?,
.
PRE-PILBUP BOGOR TAHUN 2018-2023
Khusus era-Pilbup Bogor thn.2018-2023, kita mulai saja dulu dari inventarisir Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (“LHKPN”) khususnya para Cabup/Wabup, Caleg DPRD, hingga para SKPD. Bahkan kalau belum ada aturannya, LHKPN itu pun dilengkapi dengan LHKPN para istri atau suami mereka. Memang benar, LHKPN pada prinsipnya merupakan laporan yang wajib disampaikan oleh penyelenggara Negara saja, bukan suami atau istri – saat pertama kali menjabat, mutasi, promosi dan pensiun. Namun masih boleh dong jika dikoreksi , ini pun jika semua punya niat baik untuk ‘memerangi korupsi?
.
Sebagaimana diawal tulisan, Bung Karno memang bukan malaikat atau dewa yang sempurna, namun dia telah mencontohkan bagaimana memegang amanah rakyatnya. Jika saja saya mempunyai wewenang penuh untuk ‘berperang melawan korupsi, maka siapapun mereka yang melakukan korupsi diatas Rp. 1 miliar akan saya hukum mati dengan cara tembak mati/hukum gantung dan terlebih dahulu ‘dimiskinkan hingga 7 turunan. Untuk yang korupsi Rp.100 juta – 1 miliar hukum penjara seumur hidup + hukum cambuk 1000 X. Untuk koruptor < Rp.100 juta adalah hukum cambuk 1000 x didepan umum.
.
Untungnya Allah SWT tidak ‘meridhoi niat saya itu, maka cukuplah saya menjadi Ketum Persatuan Relawan Indonesia (PERI) & Penasehat Indonews Bd.Media & Event Organizer saja. ‘Ya sudahlah, saya ikhlas. Ahahah… (Arief P.Suwendi)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook