Warung Kopi BOGOR KAPAYUN ! “TINTA MERUSAK SUSUNYA NILA !”

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !
“TINTA MERUSAK SUSUNYA NILA !”
.
Indonews, Sultra – Usai melakukan survey ke beberapa rekan pemilik pasir dan elephan stone di beberapa sudut  Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), kami berencana kembali ke hotel. Ini adalah bagian ‘Kerja Senyap, Ojo Gaduh’-nya versi saya dan teman-teman PERI di Prov. Sultra.
.
Sambil menanti sajian datang, ditelevisi sedang ada siaran langsung Jaksa dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyatakan H. Nur Alam, S.E., M.Si.  (Mantan Gubernur Sultra) terbukti bersalah memperkaya diri sendiri karena mendapatkan imbalan Rp 2,7 miliar melalui korupsi pemberian IUP Eksplorasi dan persetujuan peningkatan IUP eksplorasi menjadi IUP operasi produksi kepada PT Billy Indonesia. Dia juga memperkaya korporasi PT Billy Indonesia sebesar Rp 1,5 miliar. Dan, Jaksa meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman terhadap Nur Alam dengan vonis 18 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 1 tahun kurungan.
.
Tiba-tiba seluler berdering, dan tentunya itu nomor milik Pemimpin Redaksi Indonews, ‘Lae Jonny Sirait,Amd. “Horas.. Abang gantengku, sedang di Kendari-kah?”, … “Horas Lae-ku, betul sudah dua hari kami disini, bagaimana lae?”,… “Semoga sukses atas semua pekerjaan abang disana, semoga Tuhan selalu memberikan kemudahan..”, katanya lagi. “Amin Ya Allah,Amin. Terima-kasih Lae…”, ..”Bang kalau ada waktu mampirlah ke Masjid Terapung Al – Alam sana bang, untuk oleh-oleh Indonews pastinya. Kalau aku pernah kesana tak mungkinlah Adindamu ini minta tolong, begitu kan Abangku…”,…hmmm..sudah saya tebak pasti ada maunya. Tiba-tiba, ‘tuuut, tuuut, tuuut…. seluler Lae Jonny terputus, pastinya dia kehabisan pulsa atau baterai –nge-drop. ‘Biasa itu mah.
.
Saya pun kembali kedepan televisi karena disana sedang ada wawancara antara reporter televisi dengan juru bicara KPK, Febri Diansyah, idola saya. Statemen Febri ‘cukup tegas, dia mengatakan bahwa  KPK berencana mencabut hak politik Nur Alam. “Kami harap hakim mempertimbangkan selain lamanya masa hukuman dan uang pengganti, yaitu hukuman tambahan pencabutan hak politik. Pencabutan hak politik itu dilakukan agar Nur Alam tidak akan pernah bisa kembali menjadi Pejabat Negara. Saya tidak bisa membayangkan jika terpidana korupsi bisa mencalonkan diri kembali dalam Pilkada dan terpilih. Pasti kerugian negara akan semakin besar,” kata dia. ‘Wiihh..
.
H. Nur Alam, S.E., M.Si.  Kelahiran Konda, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Tgl. 9 Juli 1967; adalah Gubernur Sulawesi Tenggara Periode thn.18 Februari 2008 – 5 Juli 2017.  Yang didukung 19 parpol saat itu,al; Tgl.5 Juli 2017 lalu, Nur Alam diperiksa KPK hingga 7 jam lamanya, kemudian saat keluar Gedung KPK ia pun sudah mengenakan ‘rompi oranye-nya KPK. Otomatis dia resmi sebagai ‘tahanan KPK.
.
Saat Pilgub Sultra thn.2007, Pasangan Nur Alam dan wakilnya Saleh Lasata didukung PAN – Partai Amanat Nasional & PBR  berhasil meraih 42,4% ( 421.360) dari 12 kabupaten di Sulawesi tenggara (42 % suara). Dan saat Pilgub Sultra thn.2013 lalu, Nur Alam & Saleh Lasa pun menang kembali dengan suara 50,03%  suara dan kembali menjabat  untuk ke-2 kalinya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur thn. 2013-2018. Yang didukung PAN, dsb + 12 partai non-kursi
.
“TINTA MERUSAK SUSUNYA NILA !?”
Saat asyiknya kami didepan televisi, seorang anak kecil mengambil remote dan mengganti chanel menjadi siaran kartun, “The Croods”, yang mengangkat cerita satu keluarga manusia gua yang berjuang menghadapi dunia baru yang terus menerus berubah dan mereka harus berjuang untuk hidup. Anak itu kemudian duduk didepan televisi dan menggenggam erat remotnya.
.
Kami tersenyum, ingat anak-anak kita sendiri saat seusia anak itu. Untunglah tidak lama pesanan datang, kami pun menyantapnya hingga tuntas. Menjelang sore, kami (Saya, Ketua DPW PERI Prov.Sultra / Pemred.Suara Indonesia News – Yuto HA.Silondae,SH dan Ferdi) menuju MASJID  TERAPUNG AL – ALAM , Teluk Kendari, Sultra.  Saya mencoba menepati janji saya kepada ‘Lae Jonny. Dan, tahukah kalian  siapa penggagas masjid unik itu?, ….. beliaulah, H. Nur Alam, S.E., M.Si.   Yang saat ini sedang menanti putusan pengadilan atas hal diatas tersebut.
.
JUST REMIND: Selasa 17 Agustus 2010 lalu bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI yang ke 65, Nur Alam yang saat itu selaku Gubernur.Sultra melakukan pemancangan pembangunan Masjid  tersebut. Luas masjid itu > 12.692 M2  dengan 509 tiang pancang dan terdiri dari tiga bangunan lain, yaitu; bangunan utama, bangunan plaza tertutup dan plaza terbuka. Bangunan utama terdiri dari lantai basemen, lantai satu yang berfungsi sebagai ruang shalat seluas 2.540 meter persegi, dan lantai dua yang juga difungsikan sebagai ruang shalat seluas 1.762 meter persegi. Total luas ruang shalatnya 4.302 meter persegi. Dengan anggaran > Rp. 250 Milyar. Dan dengan segala pro-kontra-nya, tgl. 28 Mei 2017 lalu Nur Alam dan para jamaah telah sholat subuh disana. “..KINI SEMUA TINGGAL KENANGAN, SEMOGA TIDAK MENJADI KENISTAAN SESUDAHNYA”, Inshaa Allah.
.
Hari semakin sore, awan semakin gelap, butir grimis berjatuhan. Kami pun bergegas ke mobil dan melanjutkan perjalanan menuju hotel sekitar Kendari Beach. Didalam mobil saya teringat Al Baqarah ayat 255 : Yang intinya adalah bahwa manusia  harus meyakini bahwa Allah selalu mengawasi dimana saja manusia  berada dan Allah Maha Mengetahui apa yang kita kerjakan baik yang nampak atau yang tersembuyi di dalam hati. Maka sadarlah bahwa  ‘siapapun akan selalu diawasi, baik dalam berbuat kebaikan atau keburukan. Semoga banyak hikmah dibalik ini semua, agar kita selalu hidup ‘lurus.
.
Benar kata pribahasa, “TINTA MERUSAK SUSUNYA NILA !”, maaf, …“Karena nila setitik, rusak susu sebelanga”. Karena kesalahan kecil & khilaf maka semua kebaikan akan sirna dalam waktu cepat. Semoga ada manfaatnya bagi para Cabup/Wabup Bogor thn.2018-2023 mendatang. Juga diri  kita. Mohon maaf lahir bathin….. (Arief P.Suwendi, Ketumm Persatuan Relawan Indonesia (Peri) & Penasehat Indonews Bd.Media & Event Organizer)

Terkirim dari tablet Samsung.

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook