12 TAHUN MENGABDI JADI GURU BERHARAP DIANGKAT PNS

12 TAHUN MENGABDI JADI GURU BERHARAP DIANGKAT PNS

INDONEWS BANTEN. Kemajuan sebuah bangsa ditentukan oleh kemampuan para pendidiknya untuk mengubah karakter generasi penerusnya ke depan. Tanpa figur pendidik, mungkin bangsa besar seperti Indonesia tidak akan dapat menikmati hasil jerih payah putra-putri nusantara yang sudah mendorong perkembangan tersebut.

Pencapaian Indonesia hingga saat ini tidak terlepas dari peran guru yang telah membimbing anak muridnya menjadi manusia dewasa dan berperan aktif dalam pembangunan Indonesia.

Namun, demi melahirkan para “nation builders” Indonesia, hingga saat ini masih banyak guru-guru yang berjuang demi kesejahteraan diri maupun keluarga yang terabaikan.

Seperti halnya “Andri, sudah hampir 12 tahun menjadi pengajar pendidik SDN 2 Bojong Menteng di sebuah desa terpencil, tepatnya di desa ciboleger kecamatan Leuwi Damar Kabupaten Lebak Banten, dari Sebagian guru memang telah mendapatkan apresiasi sepantasnya terutama yang berstatus sudah menjadi ASN dan guru swasta favorit. Tetapi bagaimana dengan nasib guru lainnya yang masih jauh dan miskin apresisasi. Seperti nasib”Andri, guru honorer yang belum jelas nasib dan statusnya. “Guru di daerah terpencil yang sudah hampir 12 tahun menjadi pendidik sampai saat ini masih berstatus guru honorer.

“saya sudah beberapa kali mengajukan sebagai PNS tetapi masih juga belum terlaksana, saya berharap ditahun ini ada pengangkatan dan saya terpilih menjadi PNS ” ucapnya kepada Media Indonews, Rabu (28/03/2018).

Dedikasi seorang guru memang benar-benar tanpa pamrih. Mereka sama sekali tak mengharapkan apa-apa. Seorang guru hanya ingin melihat anak-anak didiknya berhasil di masa yang akan datang. Walaupun demikian, tidak ada salahnya jika pemerintah dapat memperjuangkan nasib guru ini menuju keadaan yang lebih baik. “Apalagi kini, amanah undang-undang menyatakan bahwa anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari total anggaran pembangunan telah disyahkan. Ini berarti suatu prestasi luar biasa jika dilaksanakan.

Pada kesempatan yang sama “Pak Beben” sebagai kepala sekolah SDN2 Bojong Menteng membenarkan bahwa tenaga pendidik disekolahnya, Pns ada 3 orang dan honorer 6 orang, ia berharap ditahun ini ada pengangkatan guru disekolahnya menjadi Pns.

Serta ia juga mengeluhkan bahwa dana Bos sudah hampir sebulan telat, yang biasanya diawal bulan ia terima tetapi untuk bulan ini terlambat, “kasihan pak para guru disini soalnya kebanyakan guru honorer jadi mereka berharap segera diterima untuk gajinya”ungkapnya.

Ketika ditanyakan untuk jumlah siswa dan jumalah rombel ia menjelaskan bahwa” dsini siswa ada 208 siswa dan 6 rombel, dan alhamdulilah tidak ada kendala apapun dalam kegiatan mengajar tetapi mengingat sekolah berdampingan dengan penduduk suku Baduy Luar, kami pihak sekolah terbuka buat siapa saja yang mau sekolah tentunya kembali lagi pada adat istiadat suku baduy yang tidak diperbolehkan sekolah, tapi pernah ada juga waktu itu anak orang Baduy sekolah, waktu itu dari tokoh adat merazia sekolah kami sampai dari pihak kami juga menyembunyikan anak tersebut karena takut ketahuan, “ya kalau ketahuan kena hukum adat dari suku mereka” serta kami juga berharap kepada pemerintah dan para dermawan mengingat pagar sekolah sudah rusak berantakan, kami ingin memperbaiki agar sekolah kami keliahatan rapi dan nyaman untuk kegiatan belajar mengajar”bebernya.

Guru yang baik adalah guru masa depan yang lebih cerah baik pada tatanan birokrasi yang lebih baik, perlindungan hukum, jaminan kesejahteraan maupun pada tingkat profesionalisme yang komprehensif. Secara umum, setidaknya masa depan guru ditentukan oleh tiga pihak, yakni pemerintah, organisasi profesi, dan pribadi guru masing-masing. Dengan diberlakukannya otonomi daerah (UU No. 22/1999 tentang Pemerintah Daerah), pemerintah daerah-lah (Daerah Tingkat II) yang akan menentukan kesejahteraan guru.
Adenopiansyah

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook