Warung Kopi BOGOR KAPAYUN ! “AYO KORUPSI SAJA MUMPUNG JAMAN OTDA “

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !
“AYO KORUPSI SAJA MUMPUNG JAMAN OTDA “
.
Indonews, Bogor – Jika sedang sendiri dilobby hotel yang berada di Kendari Beach, Sulawesi Tenggara. Seperti malam ini, tentunya saya akan ingat anak-anak, istri, dan teman-teman yang selalu bersama selama ini. Tanpa mereka warna hidup ini tidak akan indah, karena kita satu-sama lainnya saling jaga khususnya menjaga hak-kewajiban dalam hal ‘rejeki. Salah-satunya kita  sangat pantang ‘memakan uang yang bukan hak kita, Inshaa Allah..”Ini kopi dan pisang gorengnya,om”, kata room service. “Terima-kasih, abang sudah lama kerja disini”,..”Alhamdulilah sudah 2 tahun ini, om”,..”Sudah berkeluarga?”,..”Sudah om, anak 2 , yang terkecil usia 4 tahun”. Pembicaraan pun semakin asik, “Saya setuju dengan yang om bilang bahwa kalau bukan hak kita jangan ambil, ada pengalaman menarik om, saat baru kerja sepekan disini, saya menemukan sebuah laptop di kursi lobby. Kemudian saya simpan dan esoknya saya jual murah, hanya 3 juta dari harga Rp.7 juta-an. Singkat ceritera uang itu habis saya pakai untuk hura-hura dengan teman-teman. Hari ke-4, anak bungsu saya masuk rumah sakit karena demam-berdarah. Termasuk istri menjadi korban tabrak-lari. Anak istri dirawat dalam rumah-sakit yang sama, dalam waktu yang sama. Karena tidak ada biaya saya pun menjual motor. Itu karma buat saya apapun namanya,om”, tidak lama dia pamit melanjutkan kerja di ruang house-keeping. Saya tersentuh.
.
Tiba-tiba, kriiingg…kriiingg,…kriiing. Seluler berdering, pastinya itu dari Jonny Sirait,Amd – Pemred Indonews. “Horas Abangda, selamat malam, belum tidurkah?, ahahahah..maaf ya abang gantengku jika adindamu ini selalu mengganggu abang. Begini bang, sepertinya kita belum pernah ada tulisan tentang Otonomi Daerah ya bang?, Haloooww..Haloooww…”,..”Lanjut saya dengar Lae”,..”Eheheheh..ku pikir abang tutup teleponku ini, janganlah ya bang..”, tiba-tiba ‘tuuut, tuuut, tuut..seluler Lae ini putus. Hmm, ini pastinya soal pulsa atau baterai ‘ngedrop. ‘Agh, biasa dia mah. Maaf Lae aku sengaja tidak telepeon balik, karena saya sedang asik sendiri dengan kopi pahit dan pisang goreng ini. ‘Ahahahah…
.
OTONOMI DAERAH DI KABUPATEN BOGOR ?
Saya menjadi ingat ceritera, Kamis, 25 April 2013 lalu Wakil Bupati Bogor saat itu (Red: Karyawan Faturachman) keluar dari Gedung KPK dan kepada Pers mengatakan bahwa kehadirannya adalah diminta keterangan terkait kasus perizinan lahan makam di wilayah Tanjung Sari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Red: Tanah itu seluas 1 juta meter persegi  untuk pembangunan tempat makam bukan umum) –  yang melibatkan Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Iyus Djuher, dan satu pegawai Pemerintah Kabupaten Usep Jumenio dan pegawai honorer Pemkab Bogor, Listo Wely Sabu. Kemudian, Iyus dihukum 4,5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan. Namun beliau meninggal dunia akibat kanker dan pendarahan otak tgl.23/10/2013 sehingga kasus ini dianggap ‘selesai.
.
Ini satu bukti bahwa Kasus korupsi yang marak melibatkan pejabat di daerah, khususnya Kabupaten Bogor, Jawa Barat, adalah bukan melulu dampak dari otonomi daerah, namun moralitas dan pengkhianatan atas sumpah jabatan. Benar itu, Otda memang memberikan kesempatan orang lain untuk melanggar dan mencari sumber ekonomi baru para pejabat publik atau penyelenggara satu daerah. Namun ini soal moralitas dan ke-imanan seseorang untuk menjaga amanah. “Otonomi ini sebetulnya semu, pura-pura. Jadi, bagaimana mungkin Kabupaten Bogor bisa otonom, karena PAD saat ini hanya > Rp.450 miliar, sedangkan kebutuhan masyarakat > Rp. 20 triliun”, kata Wabup saat itu menyesali kejadian tsb.
.
OTONOMI DAERAH & ANEKA WARNA
Otonomi daerah berasal dari bahasa Yunani yaitu ‘auto dan nomous’ yang berarti sendiri dan peraturan atau hukum. Jadi ,  otonomi daerah adalah hak kewenangan dan kewajiban daerah untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sebagaimana disampaikan dalam UU Nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintah daerah adalah hak wewenang dan kewajiban daerah otonomi untuk mengatur dan mengatur sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Adapun tujuan otonomi daerah yaitu: 1. Peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat yang semakin baik., 2. Pengembangan kehidupan demokrasi, 3.    Keadilan, 4.    Pemerataan, 5. Pemeliharaan hubungan yang serasi antara Pusat dan Daerah serta antar daerah dalam rangka keutuhan NKRI, 6.    Mendorong untuk memberdayakan masyarakat. 7. Menumbuhkan prakarsa dan kreativitas, meningkatkan peran serta masyarakat, mengembangkan peran dan fungsi DPRD.
.
Otonomi Daerah (OTDA) adalah bagian dari  semangat reformasi  1998, itu teorinya. Nyatanya ?, …  banyak Kepala Daerah malah sibuk memperkaya diri sendiri, termasuk para Legislatif, SKPD dan pejabat publik lainnya. Hal ini dibuktikan salah-satunya dengan adanya 392 Kepala Daerah tersangkut hukum, dan 313 kepala daerah ditangkap KPK periode  thn.2014-2017, dan 8 Kepala Daerah ditangkap KPK Des 2017- Maret 2018 ini. Termasuk 900 lebih kepala desa dengan %-tase terbanyak soal korupsi dana desa. Korupsi dan pengunaan Narkoba menjadi-jadi, jadi jangan lagi bicara Otda akan membawa Keadilan Pembangunan Nasional & Daerah sendiri, jika moralitas saat sumpah jabatan dengan saksi Kitab Suci hanyalah ‘aksesoris dan formalitas. Hanya orang-orang ‘sakit yang bangga saat kerugian negara akibat korupsi dan narkoba > Rp.240 triliun.

Jika Lae Jonny membaca tulisan ini, sekali lagi saya nyatakan. Bahwa benar, OTDA , disebagian daerah menjadi ‘bancakan melakukan tindakan yang dapat merugikan banyak orang.  Maka mari kita  jangan masuk ‘kesana, dan mulailah dari diri sendiri, jika mendapat kepercayaan dari siapapun dan dalam hal apapun, maka jangan sekali-kali kau ‘memakan yang bukan hak kamu, termasuk soal uang. Karena disaat orang lain  atau temanmu tahu, ‘kelar sudah !, semoga hal ini tidak terjadi selama kita ‘berteman sejak bangku SMA lalu. Salam dari teman2 PERI di Prov. Sulawesi Tenggara untukmu & keluarga di Bogor. Mauliate, Mohon maaf lahir bathin bagi semua pembaca…. (Arief P. Suwendi, Ketum Persatuan Relawan Indonesia (PERI) & Penasehat Indonews Bd. Media & Event Organizer)

 

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook