Masyarakat Berharap  Bupati Bogor Nurhayanti Sidak Disdukcapil 

Masyarakat Berharap  Bupati Bogor Nurhayanti Sidak Disdukcapil

Indonews, Bogor –  Akte kelahiran merupakan salah satu dokumen yang harus dimiliki oleh setiap orang. Dan unsur kependudukan sangat memegang peranan Pembangunan Nasional karena Penduduk sebagai Subjek sekalian Objek Pembangunan

Salah satu warga Kecamatan Pamijahan Lilis mengaku, banyak masyarakat mengeluh pembuatan akte kelahiran di disdukcapil karena mayarakat harus hadir di malam hari untuk mengambil antrian pendaftaran, saya saja sudah disini tadi jam 23.00 WIB, katanya pada Indonews kamis (05/04/2018)

“Di saat kami mengalami penderitaan seperti ini, di mana perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bogor atau anggota DPRD kabupaten Bogor  yang katanya sebagai wakil rakyat. Tidak ada sedikitpun perhatiannya kepada nasib kami,” keluhnya.

Dia meminta, dengan kejadian tersebut ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bogor atau DPRD Kabupaten Bogor. “Bila perlu Bupati sidak itu Disdukcapil, sehingga bisa ada solusi dan tindak lanjut. Kalau seperti ini kan masyarakat juga yang dikorbankan, dan kami makin sengsara,” ungkapnya.

Terpisah, Ketum Persatuan Relawan Indonesia (PERI), Arief P. Suwendi menyampaikan “Hal ini terjadi karena pembuatan akta kelahiran yang dipusatkan di satu titik” katanya ketika dihubungi Indonews lewat Handphonenya.

“Penyelenggaraan pelayanan publik merupakan salah satu fungsi negara dalam rangka menciptakan kesejahteraan rakyat,

Salah satu bentuk pelayanan oleh pemerintah kepada masyarakat adalah pelayanan dalam bidang kependudukan”

Kemudian dijelaskannya lebih lanjut bahwa tugas pelayanan lebih menekankan upaya mendahulukan kepentingan umum, mempermudah urusan publik dan memberikan kepuasan kepada publik, sebutnya

Pelayanan ini biasanya diistilahkan dengan jemput bola dan ini sesuai anjuran dirjen dukcapil beliau “mengatakan pelayanan administrasi kependudukan harus hadir ke pintu pintu rumah “ (korprionline 29 Desember 2016) pelayanan ini diperuntukan terutama pada masyarakat yang terpencil/terpelosok dan masyarakat yang mempunyai keterbatasan, katanya Arief yang juga sahabat dari Pimred Indonews ini.


“Jadi sepatutnya Pemerintah Kabupaten Bogor memberikan pelayanan kepada warga secara proaktif, jangan reaktif setelah masyarakat mengeluh,” ujarnya

Disdukcapil kabupaten Bogor harus membuat program inovatif, misalnya pengadaan kendaraan operasional yang berkunjung ke kecamatan-kecamatan, dan pelayanan di pusat-pusat keramaian, seperti arena Car Free Day serta pusat-pusat perbelanjaan, imbuhnya

“Akta yang sudah selesai diantarkan oleh petugas disdukcapil ke rumah pemohon” dan program ini sudah berjalan di Kota Bandung, Kata Arief lagi.

Lanjutnya Arief juga menambahkan disamping kendaraan operasional tadi yang jemput bola pelayanan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bogor untuk nomor antrian bisa dilakukan dengan via pesan pendek (SMS), tinggal disosialisasikan ke masyarakat sistem tersebut, jadi sistem konvensional sudah harus segera di tinggalkan, pungkasnya R. Iyan Mufti

,

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook