Warung Kopi BOGOR KAPAYUN ! “RBJK, JARO-INGGRID & MASALAH KITA”

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !
“RBJK, JARO-INGGRID & MASALAH KITA”
.
Indonews, Bogor – Pagi ini saya sedang bergegas kepertemuan dengan teman-teman  disebuah cafe di Jakarta Timur, tentunya karena bergelar ‘Cowok panggilan, tentunya semua difasilitasi teman-teman. Dari mulai order Grab online, dan menu makan siang, Marlboro mentol Ice-Blast, dsb. ‘Ahahahah..
.
Sambil menunggu online, saya pun telepon ‘Lae-ku Anak Porsea, Sumatera Utara , Jonny Sirait, Amd –  yang pastinya adalah Pemimpin Redaksi Indonews., Alumni saat di SMA 53 Jakarta Timur juga Relawan militan sejak Pilgub Jawa Barat  2008, Pilgub DKI Jakarta 2012 dsb. Beberapa saya telepon kali masih sibuk, ya sudahlah.
.
Jemputan pun datang, tiba-tiba seluler berbunyi, dan itulah dia, Lae Jonny Sirait, “Horas Lae..”,sapa saya. “Horas Abangda yang baik hati, maaf tadi saya ‘nyupir arah Gunung Putri Bogor. Biasalah urusan wawancara Abangda”,.. “tiba-tiba, ‘tuuut, tuuut, tuuut……, ahahahah..klise, baterai ngedrop atau pulsa habis. Ya sudahlah, nanti saya telepon kalau sudah sampai lokasi.
.
Dilokasi rupanya saya terlalu cepat datang, sambil menunggu itulah saya lanjutkan telepon Lae Jonny lagi, dimana ada beberapa catatan besar sesudahnya, yaitu;
.

1.Penyebaran dan penyegeraan E-KTP di Kabupaten Bogor masih lemah buktinya masih ada > 230.000 E-KTP yang belum rampung era-Pilbup Bogor Juni 2018 mendatang. Padahal targetnya adalah > 718.000 wajib E-KTP. Mari kita bandingkan dengan Kabupaten Bandung Barat (KBB), untuk hal ini Disdukcapil KBB sudah jauh hari menyiapkan mobil-keliling mendatangi desa-desa untuk hal diatas, “Jemput Bola, maka wajar saat ini telah > 92% mereka memiliki E-KTP. Kenapa di Kabupaten Bogor tidak bisa, sedangkan waktu semakin ‘mepet?, jika urang kendaraan operasionil mari kita inventarisir jumlah Mobil & Motor dinas disana, bukankah akan lebih baik jika dipergunakan untuk ‘jemput bola ini?, ini semua tentang ‘keinginan memberikan pelayanan maksimal, bukan soal lain.
.
2.Presiden Jokowi memberikan arahan bahwa APBN tahun 2019 mendatang  > Rp.1600 triliun akan fokus kepada pengembangan SDM Masyarakat  (Comunity Development) , dan ini sudah menjadi target awal bagi Relawan Bogor Jadi Kapayun (RBJK) . Bagaimana RBJK ikut serta dalam memaksimalkan potensi Karang-taruna, Swing-votters, UKM,  dsb.
.
Sehingga kalau pun dalam persentase terkecil pun, RBJK siap menjadi mitra-pemerintah kab.Bogor thn.2018-2023 mendatang dalam ikut memperkecil tingkat kemiskinan di Kab. Bogor yang saat ini > 487.000 orang dimana 67%-nya adalah akibat ketidak-sedianya lapangan kerja.
.
3.Dana desa nasional yang telah bergulir  sejak thn.2014-2017 > Rp.180 triliun, tahun 2019 direncanakan menaik hingga Rp.85 triliun. Jika thn.2016-2017 lalu Kab. Bogor menerima dana desa > Rp.292,7 miliar untuk 416 desa, otomatis tahun 2019 menaik 10-20%. Pertanyaannya jika dana desa nasional selama ini mampu mengurangi  4-5%  kemiskinan dan pengangguran usia produktif nasional. Maka bagaimana di Kab. Bogor ?, sedangkan hingga Februari 2018 ini  masih ada saja Kepala Desa di Kab. Bogor yang nakal ‘menyalah gunakan dana desa itu?
.
Maka tidak salah jika kemudian RBJK bersama Satgas Dana Desa/Kemendes RI  diwaktu mendatang akan melakukan sinerjitas untuk ikut mengawal dana desa, kalau perlu sinerji pun akan dilakukan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Apalagi aksesibilitas RBJK cukup ‘mumpuni.
.
4.Kabupaten Bogor diberikan amanah dan warisan oleh Tuhan YME demikian banyak, termasuk potensi Sumber Daya alam (SDA). Namun karena kurang aktifnya lembaga/instansi terkait dalam melakukan pemberdayaan masyarakat , maka banyak anak usia produktif yang putus sekolah karena alasan ekonomi dan mereka pun ‘dipaksa bekerja dan mayoritas keluar Kabupaten Bogor. Maka wajar jika kemudian Kab. Bogor ‘langka SDM untuk mengelola potensi SDA.
.
“Ngeri juga ya bang kalau kita lihat data-data diatas?”, kata Lae Jonny dari balik seluler. “Iyalah, kalau pun data-data ini harus diverifikasi lebih detil lagi namun demikianlah garis besarnya, saya pribadi berharap ada paslon Bupati /Wabup Bogor thn.2018-2023 yang berani mengurai masalah-masalah ini dengan bijak. Dan tentunya ini bukan hanya sekedar jargon atau tema kampanye saja, dalam arti jangan saat kampanye ‘rame, namun saat  terpilih masalah-masalah ini tidak ada lagi yang perduli..”,…”Bagaimana dengan Paslon Jaro Ade – Ingrid kansil, bang?”,… “Saya kira itu sudah menjadi bagian dari materi kampanye beliau ttg 7 Pilar Jaro-Ingrid kan?, dibuat saja sederhana, sederhana dalam sajian maupun merubah prilaku masyarakatnya. Karena kalau terlalu ilmiah atau aneh-aneh ini juga akan menjadi ‘blunder. Nah tugas RBJK salah satunya ikut mensosialisasikan itu semua..Lae “,..”Siap abangda..”, ‘tuuut, tuuut,tuuut…. , seluler terputus, tapi ini bukan salah Lae Jonny disana, ini salah saya karena pulsa habis. ‘Maaf Lae, rupanya nasib kita sama, Mauliate.. ! (Arief P.Suwendi, Ketum Persatuan Relawan Indonnesia (PERI) dan Penasehat Indonews Bd. Media & Event Organizer)

 

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook