Warung Kopi BOGOR KAPAYUN ! Deklarasi Soeara Kita, “MARI BUNG REBUT KEMBALI” .

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !
Deklarasi Soeara Kita, “MARI BUNG REBUT KEMBALI”
.
Indonews, Bekasi – Golongan Putih (Golput) itu ibarat bayangan tubuh, selalu ada dalam helatan Pilkada atau Pilpres. Kalau pun Majelis Ulama Indonesia (MUI) setiap waktu mengatakan bahwa Golput adalah Haram. Golputer’s tidak bergeming karena dianggap bukan ‘titah. 
.
Cilakanya,  jumlah Golputer’s  selalu menaik, apakah ini dikarenakan masyarakat sudah kehilangan kepercayaan kepada para calon kepala daerah atau presiden sekalipun?, mari kita belajar dari perjalanan Golput di Pilgub Jakarta yang selalu menaik jumlahnya,  thn.1999 angka Golput mencapai 10,21%, Thn.2004 –  23,34%, thn.2007 – 37,8%, Thn.2012 – 34,2%, Thn.2017 –  23,1%. Namun saat Pilgub thn.2012 & 2017 ada penurunan angka Golput yang cukup drastis, apakah karena munculnya figur Jokowi, Ahok & Djarot ?, jawabnya ‘So Pasti !, karena publik Jakarta telah muak atas ‘stugnannya pembangunan di Jakarta, bahkan jalan macet, titik banjir meluas pun tidak pernah tuntas. Djarot-Sihar adalah magnit dahsyat untuk Sumatera Utara, ini membuat banyak pihak kecemburuan lawan politik, sehingga muncul istilah ‘jangan terima calon pemimpin produk import dari daerah lain.  Tapi mereka lupa perjalanan Nabi-Nabi besar Tuhan juga di-import kedaerah yang memang  ‘wajib dibenahi. Demikian terlintas dalam pikiran saat saya dan teman-teman PERI – Persatuan Relawan Indonesia (Sekjend-Jerry AH, Wakil Ketua – Widiarta W,Jimmy Jacobus H & Jonny Sirait,Amd) dan teman-teman reporter dari Indonews memasuki area rencana Deklarasi Soeara Kita untuk Djarot-Sihar (Djoss) di Taman Kuliner, Jatiwaringin, Jakarta (Sabtu, 14/4).
.
“Apa yang ada dipikirkan Abangda?”, tanya Jonny Sirait sambil menghirup kopi yang baru disajikan. “Sederhana saja, menaiknya angka Golput  baik di Pilpres maupun Pilkada dimana saja berada salah – satunya dikarenakan  kepercayaan publik demikian merosot, dimana salah satunya diakibatkan banyaknya kepala daerah yang tertangkap KPK karena korupsi atau berurusan dengan BNN karena kasus Narkoba. Apalagi akhir-akhir ini muncul statement-statement politikus yang terlalu ‘liar, pesimis, fiksi  dan menyebarkan kebencian. Kalimat ‘pengibulan, partai setan, partai Allah, bangkitnya PKI, Indonesia hancur tahun 2030 dsb..”, jawab Ketum yang juga kakak kelas saat di SMA 53 jakarta Timur.
.
“Betul, kehadiran PERI diacara ‘Deklarasi Soeara Kita’ untuk Djarot-Sihar ini dalah dukungan-kongkrit PERI karena acara ini  akan mampu memecah ‘kepesimisan kita khususnya untuk Pilgub Sumatera Utara Juni 2018 mendatang yang dihantui tingginya angka Golput disana. Kami yakin mereka yang selama ini Golput akan memilih figur pemimpin baru  Sumatera Utara tahun 2018-2023 mendatang dengan mendukung Djarot-Sihar”, jawab Sekjend PERI – Jerry A.Hongrius saat ditanyakan hal yang sama.
.
“Menambahkan Ketum & Sekjend, kita tahu dalam perjalanan Pilkada, Golput di Sumatera Utara selalu dominan. Contoh, Golput  thn.2008  mencapai > 43,1% sedangkan pemenang saat itu – Syamsul-Gatot  hanya meraih  > 26,6% yang kemudian menjadi Gub & Wagub Sumut.  Tahun.2013 Golputnya mencapai > 51,5%. Sedangkan pemenangnya yang kemudian menjadi Gubernur & Wagubnya, Gatot-Ery hanya 33,2%. Mari Bung Rebut Kembali Sumatera Utara melalui Djarot-Sihar..”, jawab  Wakil Ketum PERI  Bid.Hubungan Antar Lembaga, Widiarta Wirawan.
.
Saya mewakili manajemen  Redaksi INDONEWS sepakat dengan statement-statement senior diatas, bahwa “MARI BUNG REBUT KEMBALI !, adalah semangat relawan untuk Djarot-Sihar , kalau pun slogan ini memang lebih dikenal sebagai slogan perjuangan masyarakat Jawa barat saat perang kemerdekaan, namun esensinya sama untuk Pilgub Sumatera Utara mendatang.  Dengan diciduknya Gubernur dan beberapa anggota DPRD Sumut baru lalu  oleh KPK , ini membuktikan ‘Golputer’s Sumatera Utara menang.  Dan ini hak mereka untuk mengatakan itu termasuk kami yang sudah 10 tahun tidak menggunakan hak pilih disana. Dengan munculnya Djarot-Sihar mari Golputer’s Sumatera Utara kita rebut kembali kedaulatan kita untuk Sumatera Utara yang Hebat thn.2018-2023 mendatang. 

“Saya, keluarga , pengurus PERI , Soeara Kita dan masyarakat Batak diperantauan pasti akan memilih Djarot-Sihar. MARI BUNG REBUT KEMBALI !, Horass !!”, hal senada disampaikan Wakil Ketum Bd. Organisasi dan Kaderisasi – Jimmy JH. Silitonga.

“Saya bangga dengan deklarasi Djarot-Sihar ini, sekaligus malu karena Jawa Barat tidak melakukan ini. Dalam arti peng-organisasian Pilgub Jabar hanya ‘localy, padahal ‘orang sunda di DKI Jakarta cukup banyak sebagaimana ‘etnis batak. Saya tidak mendengar para timses Pilgub Jawa Barat melakukan ekspansi ke DKI Jakarta, mereka lebih ‘asyik bermain dalam ranah aman. Saya pribadi sampai saat ini tidak punya jago untuk Pilgub Jawa Barat mendatang, tapi bukan berarti mau Golput lagi seperti selama ini. Last-minute saja, Ahahaha..”, tambah Ketum PERI , Arief P. Suwendi.

“Deklarasi ‘Soeara Kita’ DJOSS yang dilaksanakan di Taman Kuliner Landy Jatiwaringin Sabtu, 14 April 2018 ini  cukup membuat macet kawasan jalan raya Jatiwaringin, banyak pengendara mobil , motor, angkutan umum dan pejalan kaki memperlambat jalan mereka karena Baliho Djarot-Sihar yang kami pasang dimuka area ini mampu ‘menghipnotis mereka. Ini gerakan awal kami, Tim Sembilan dan organ relawan pendukung Djarot-Sihar. Kami adalah perantau namun suara kami signifikan khususnya di Jabodetabek. Dengan keterbatasan waktu dan logistik langkah awal ini cukup membuat kami haru dan bangga bahwa putra-putra Batak di perantauan masih perduli terhadap Sumatera Utara. Kami, Soeara Kita juga concern terhadap potensi pemilih pemula (Red;Swing-Votters) di Pilgub yad , karena dicatatan kami ini dari 6,4 juta pemilih terdapat > 171.000 usia pemilih pemula yang belum tergarap, pastinya ini kita akan konsepkan bagaimana cara ‘menggiring mereka kepada Djarot-Sihar. Dalam keberpihakan kita kepada BNN, kita juga akan bekerjasama dengan BNN untuk terus memberantas peredaran dan penggunaan Narkoba di generasi muda Sumatera Utara, segera itu akan kami realisasikan. Semua adalah harapan kita selaku Relawan Djarot-Sihar diperantauan khususnya di Jabodetabek. Dan kami yakin Tuhan YME akan memberkati dan memudahkan harapan kami kepada Djarot-Sihar “Djoss” untuk menjadi Gubernur dan Wagub Sumut thn.2018-2023 mendatang. MARI BUNG REBUT KEMBALI !..”, papar Maydin RH.Sitanggang,SE,MM – Penasehat PERI yang juga Deklarator Soeara Kita. ‘Mauliate… BERSAMBUNG …. (@rief/Maydin/Jonny/Jerry/Widi/Jimmy)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook