MEMPRIHATINKAN KELUARGA KETERBELAKANGAN MENTAL TERABAIKAN PEMERINTAH

MEMPRIHATINKAN KELUARGA KETERBELAKANGAN MENTAL TERABAIKAN PEMERINTAH

INDONEWS SUKABUMI. Potret kehidupan memang beragam dan menyimpan kisah haru yang mendalam. Salah satu kisah mengharukan datang dari seorang wanita bernama Wiah Ini.

Wiah adalah seorang warga miskin yang terlupakan oleh pemerintah, Wiah terlahir mempunyai keterbelakangan mental sejak lahir.

Saat awak Media Indonews menyambangi Senin 16/04/2018, menelusuri perkampungan dengan jalan-jalan tanah dan bebatuan dengan medan bergelombang di tengah Kebun kebun dan persawahan untuk menuju ke Kampung Selamanjah, Desa Taman Jaya Kecamatan Ciemas Kabupaten Sukabumi

Tampak disela perjalanan banyak rumah-rumah warga dengan kondisi tertinggal dan termakan zaman, lapuk dan tampak kurang layak huni Sesekali serbuan nyamuk-nyamuk kebun mengerubungi badan kami.

Wiah adalah seorang warga yang berasal dari Kp. Selamanjah RT 02/08, Kecamatan Ciemas Kabupaten Sukabumi, ia seorang janda 56 Th, mempunyai anak satu dan cucu 3 orang.

Wiah, ditinggalkan oleh mendiang suaminya sekitar 3Thn lalu, hidupnya begitu sangat memprihatinkan karena ia dan anak serta cucunya mengidap keterbelakangan mental, walaupun demikian ia tetap semangat mencari nafkah untuk makan keluarganya, dengan mengais rezeki dengan mengumpulkan sisa sisa padi yang tertinggal ditumpukan jerami dan ia kumpulkan.

Salah satu anaknya bernama”Maskupah 36Th, anak semata wayang yang sama punya keterbelakngan mental, ia mempunyai 3 anak, masih pada kecil serta anaknya pun semua sama keterbelakngan mental, ia harus berjuang membantu ibunya yang sudah tua dan menghidupi anak anaknya, demi sesuap nasi mengaharapkan uluran tangan warga ia rela bekerja tanpa ada yang menyuruh menyapu halaman tetangga tetangganya.

“terkadang ia terima 3 Ribu sampai 5ribu warga yang memberi upah terkadang ia juga tidak mendapatkan sepeser pun, ia niatnya ikhlas dan tidak meminta, Ironisnya dari pihak pemerintah pun belum ada bantuan apapun hampir sudah 5 tahun ini sepeser pun ia belum dapatkan, serta Rutilahu pun waktu itu tahun 2013 mendapatkannya dan itu pun tidak semua diterima hanya alakadarnya,”ucap salah satu tetangganya.

Bahkan lebih mirisnya ia tidak pernah mendapat perhatian dari pemerintahan setempat baik dari sosial psikologis maupun kesejahtraan hidupnya. Lantaran tidak mempunyai Kartu keluarga bahkan KTP pada waktu itu, tetapi untuk sekarang sudah sekitar 3 bulan ia sudah mendapatkan KK dan KTP tetapi belum juga ada perhatian khusus dari pemerintah.

Saat awak media masuk kedalam rumahnya terlihat benar benar sangat menyedihkan dengan kondisi rumah yang sudah lapuk bilik biliknya dan tidak ada kasur hanya beralaskan tikar untuk tidur bahkan kalau hujan turun air pun masuk membanjiri rumahnya.

Ketika diwawancarai salah satu tetangga wiah,”Samsun, ia beberkan, “kami sangat sedih melihat kehidupan ibu wiah ini tidak ada laki lakinya dalam keluarga ini, kami pun sudah berusaha membantu dengan cara apapun tapi yang jadi kendalanya dengan keterbelakangan mental ini ia tidak bisa apa apa, bahkan untuk diajak ngobrol pun ia tidak nyambung.

Kami berharap kepada pihak pemerintah maupun dinas terkait agar bisa membantu warga kami saudara kami, agar diberikan kehidupan yang layak, program dari dinas sosial yang bisa mengakomodir kesejahteraan kehidupan para orang miskin ini,”bebernya.

Bermacam-macam tanggapan pun di utarakan Samsun. Menurutnya apakah karena tempat tinggalnya yang terlalu jauh dipedalaman sehingga ibu Wiah, selalu saja luput dari pendataan dan bantuan dari Pemerintah termasuk masalah Program Bedah Rumah dan bantuan sosial lainnya.

Lalu mengapa pihak dari Desa Tamana Jaya, belum menurunkan timnya yang terpercaya untuk kembali mengadakan pendataan baru yang lebih akurat, terpercaya dan tak pilih kasih, dalam melakukan pendataan baru soal warga miskin yang khususnya berdomisili di kampung Selamanjah Rt.02, Rw.08. Desa Taman Jaya, Kecamatan Ciemas Kab Sukabumi

“Kami harap pihak Desa dan Pemkab Sukabumi mau peduli dan memperhatikan nasib kami para warga miskin yang berada di pedalaman kampung,” pungkas samsun.
Adenopiansyah

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook