Warung Kopi BOGOR KAPAYUN ! “POTENSI CUCI KILOAN & BUPATI JARO ADE?” .

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !
“POTENSI CUCI KILOAN & BUPATI JARO ADE?”
.
Indonews, Bali – Siang kemarin, Senin (24/4)  saya telah tiba kembali di Den Pasar setelah dari Buleleng yang memakan waktu hampir 3 jam, hal yang pertama saya lakukan adalah ‘meng-inventarisir pakaian dan peralatan ‘lenong lainnya yang sudah bau asem. Untuk memakai jasa laundry Hotel, sepertinya tidak memungkinkan, saya pun putar otak. Akhirnya saya bertanya kepada mbah google dimana mendapat jasa cuci kiloan. Ada beberapa list disana namun sayang hampir semua tidak siap jasa ‘pick-up & delivery order. ‘hmm..
.
Tiba-tiba, seluler berdering. Ahay, itu nomor milik Pemimpin Redaksi Indonews, Jonny Sirait,Amd . “Horas selamat siang abangda yang baik hati..”,..”Horas Lae ku “,..”Ada kabar apa ini bang yang bisa di-share untuk Indonews?”, tanyanya lagi. “Ya pasti adalah sebagaimana janjiku,minimal 2 hari sekali aku harus kasih materi. Sebelum kita bicara kesana, aku mau tanya bagaimana peluang Cabup Jaro Ade untuk menjadi Bupati Bogor thn.2018-2023?..”,…”Inshaa Allah, elektebilitasnya menaik terus bang, kami selalu berupaya hadir dalam kampanye beliau dan kami lihat memang semakin banyak warga Bogor yang mendukung. Ini membuat semangat teman-teman di RBJK (Red: Relawan Bogor Jadi Kapayun) –  semakin ‘militan. Dan kami tetap ‘Commited dengan pesan abang agar ‘Nothing to lose, ikhlas apapun hasilnya yang penting kami terus bergerakdan terus bekerja.kongkrit..”, jawab Lae Jonny.
.
“Bagamana hasil kunjungan abang di kabupaten Buleleng, Bali kemarin bang?”, ..”Hebat, makin hebat, teman-teman relawan disana banyak yang berprofesi sebagai Jasa stand-guide wisatawan, termasuk rental mobil dan motor untuk wisatawan bahkan mereka membangun home-stay tanpa meninggalkan profesi awal sebagai nelayan, petani atau kerja-kasar lainnya. Maklum tingkat kedatangan wisatawan ke Bali melalui Den Pasar semakin meningkat , termasuk banyak kedatangan para investor. Bayangkan saja jumlah penumpang pesawat bandara Ngurah Rai terus meningkat, kini bisa mencapai > 56.000 orang/bulan atau sekitar 1800-an orang/hari…”,…”Wah hebat ya bang, padahal Kabupaten Bogor lebih luas daripada Buleleng ya. Juga potensi-potensi wisatanya. Ini bisa kita contoh ya bang, khususnya dalam ikut perduli menurunkan tingkat pengangguran di Kab. Bogor yang telah mencapai 213.000 orang…”, saya mengangguk-angguk membenarkan Lae Jonny, lupa jika ini sedang di telepon. ‘Ahahahah..
.
Kami pun berdiskusi panjang peluang cuci-kiloan tersebut. Intinya, kelak Kabupaten BOGOR JADI KAPAYUN !, maka simpul-simpul ekonomi pun akan terangkat termasuk kedatangan para wisatawan lokal, asing, kampus-kampus bertambah dsb. Dimana jasa cuci-kiloan pun akan menjadi peluang dan potensi bisnis untuk teman-teman RBJK – Relawan Bogor Jadi Kapayun.
.
Dengan meratanya SDM RBJK disetiap kecamatan dan desa nanti maka akan mudah dilakukan ‘penyisiran bisnis, dalam arti simpel adalah akan banyak SDM yang dimaksimalkan untuk ‘pick-up & delivery jasa cuci kiloan.

“Hingga saat ini penduduk kabupaten Bogor yng menggunakan internet > 3,9-5  juta orang, dari jumlah penduduk > 5,7 juta jiwa yang tersebar di 40 kecamatan dan 416 desa . Saya masih ingat kalau tidak salah sekitar tahun 2016 lalu  pemkab Bogor memberikan apresiasi tinggi untuk 3 kecamatan pengguna internet terbaik yakni, Kecamatan Cileungsi sebagai juara 1, Kecamatan Jonggol juara 2 dan Kecamatan Cariu juara 3. Penilaiannya sederhana saja adalah karena  mampu mengelola Website terbaik dengan suplay berita terbanyak.  Itu catatan pertama,Lae..”, kata saya. ..”Siap abangda, lanjut ..”,….
.
“Kedua, saat ini Kabupaten Bogor diwarisi aneka kekayaan yaitu, 18 obyek wisata, 4 rekreasi hiburan,  221 hotel berbagai jenis, jumlah wisatawan yang selalu naik pertahun 900.000 – 1,6 juta orang, PAD dari sekotr wisata, hotel dan restoran > Rp.255  milyar /tahun,  dsb. ..”, ..”Siap,lanjut bang..”
.
“Ketiga, jika saja 10% dari 900.000 wisatawan itu menginap lama di hotel maka seharusnya ada angka 90.000 orang belum yang membawa keluarga dsb. Okelah anggap angka ekstrimnya hanya 50.000 orang yang menginap lebih dari 3 hari. Belum tentu semua mereka menggunakan jasa jasa laundry hotel, maka jika RBJK mengambil 10%-nya lagi dari 50.000 orang itu seharusnya keluar angka > 5.000 orang yang mempunyai kebutuhan laundry…, setuju?”,…”Siap abangda”..
.
“Nah kelak RBJK  bisa mengambil peluang ini, kita buat jasa lanudry konvesional berupa jasa cuci kiloan yag tersebar dimana-mana. Dalam arti para RBJK yang berada di kecamatan-kecamatan mampu membuat ‘titik-bisnis cuci kiloan itu dengan harga relatif murah dan mengadakan sistym pick-up & delivery…”,..tiba-tiba suara diseberang sana hening, hmmm..pastinya ini masalah klise Lae Jonny. Habis baterai, habis pulsa atau blank-spot. Ya sudahlah… salam dari Bali untuk teman-teman RBJK , ‘Mauliate ..!!
.
(Arief P.Suwendi, Ketum Persatuan Relawan Indonesia (PERI), Penasehat Indonews bd.Media & Event Organizer & Penasehat RBJK)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook