RATUSAN KARYAWAN DEMO PT SENTOSA KARENA GAJI TIDAK SESUAI UMK 2018

RATUSAN KARYAWAN DEMO PT SENTOSA KARENA GAJI TIDAK SESUAI UMK 2018

INDONEWS-SUKABUMI,karyawan Pt. Sentosa Utama Garmido unjuk rasa menuntut kepastian kenaikan upah minimum kerja (UMK) kabupaten 2018,serta pembayaran lemburan (Over Time) serta pembayaran upah kerja yang berlaku.Senin (30/04/2018).

Aksi demo yang merupakan bentuk keluhan perotes para karyawan terhadap pihak perusahaan ,yang semestinya sudah mengajih para karyawan sesuai UMK 2018,yaitu sebesar Rp 2.583.556,63 5, tapi perusahaan masih mengajih para karyawan dengan UMK 2017, yaitu Rp 2.376.558,39 “ungkap salah satu karyawan kepada INDONEWS.

Selanjutnya dia menjelaskan “perusahaan ini sistem nya tidak mengenal waktu , “Bayangkan saja kami masuk kerja pukul 7:30 pagi ,dan seharunya selesai sekitar pukul 17:00 sore ,bahkan kalau kami dapat skorsing atau lemburan hanya di batas tidak lebih 1 jam 30 menit,bila mana melebihi skorsing dan selesai sampai larut malam itu tidak masuk kedalam upah lemburan.ujarnya.

Seharusnya dengan ulah pihak perusahaan seperti itu Disnaker Kabupaten Sukabumi memberikan teguran kepada pihak perusahaan,padahal sebelumnya pihak Disnaker pernah memberi teguran da sempat ingin membubarkan karyawan yang sering pulang malam,tetapi teguran ini hanya bertahan 1 minggu setelahnya kembali seperti biasa sampai malam,pungkasnya.

“Bahkan warga didampingi langsung oleh lembaga Sosial Masyarakat (LSM) dan berserta Front Pembela Islam (FPI) menegur pihak perusahaan yang letaknya sangat berdekatan sekali dengan mesjid, ini menggangu aktifitas ibadah shalat dengan aktifitas pabrik yang tiada hentinya di jam-jam ibadah shalat maupun di jam istirahat.tegasnya.

Kami para karyawan beharap untuk memperkerjakan 5karyawan sesuai dengan aturan-atuan pemerintah yang sudah dibakukan,serta memperkerjakan sesuai jam kerja maupun memberikan gaji sesuai UMK 2018,harapanya.

Dan sampai saat ini pihak perusahaan belum bisa memberikan penjelasan yang pasti terkait aksi demo yang merugikan kesahjateraan para karyawan tersebut.

Pelapor : R. Iyan Satria

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook