RS Permata Tolak Pasien Peserta BPJS

RS Permata Tolak Pasien Peserta BPJS

INDONEWS DEPOK– Seorang pasien ditolak memakai kartu BPJS di RS Permata Depok, di Jalan Muchtar Raya No22 Kelurahan Sawangan Baru, Sawangan. Demikian disampaikan Samsudin, keluarga pasien. Rabu (02/05/18).

Kejadiannya, tambah Samsudin, pasien menderita sakit pernapasan sesak, pihak keluarga membawanya langsung ke rumah sakit Permata Depok dan di tempatkan di ruang IGD.

Setelah diperiksa, Dokter mengatakan pasien tidak apa apa pak hanya asam lambung dan sesak biasa nanti kalau dikasih obat nyerinya akan hilang,

“Sambil saya tangani bapak daftarin pasien nya saja dulu, kalau boleh saya tahu berobatnya pake BPJS atau umum” tanya Dokter.

Saat dijawab Samsudin, bahwa adiknya pake BPJS, oknum Dokter itu
mengatakan mohon maaf, kalau untuk di IGD hanya pasien yang emergency mengakibatkan kematian atau fatal.

“Kalau untuk pasien yang ini tidak termasuk, makanya dikenakan biaya atau pengobatan umum,” dia menirukan ucapan oknum dokter itu.

Lebih lanjut, samsudin menceritakan bahwa “pihak rumah sakit akan menerima BPJS bilamana sesuai prosedur, yaitu membawa surat rujukan dari klinik dimana faskes ditujukan, dan bilamana masuk IGD pasien yang emergency, kalau dari rumah langsung ke rumah sakit (IGD) tanpa minta rujukan ke klinik itu BPJS tidak bisa kami cover pak, dan kalau bapak tidak percaya silahkan dibaca permenkes dan surat dari BPJS nya,”ucapnya menyampaikan keterangan dokter itu kepada awak media.

Di lokasi, terkait RS Permata Depok yang menolak BPJS, Nengsih salah seorang wartawati mengatakan, pihak RS menolak dikonfirmasi. Bahkan tiba-tiba salah satu oknum dokter meradang dan melakukan upaya menghalangi Wartawan melakukan konfirmasi.
Oknum Dokter itu tetap besikukuh dan menolak untuk memberikan komentar.

“Maaf saya tidak mau berkomentar, silahkan keluar. Pokoknya harus keluarga pasien-nya yang saya jelaskan, nanti sesudah itu boleh keluarga pasien menceritakannya kepada media,” kata Nengsih, menceritakan sikap oknum Dokter itu sembari memplototi para awak media,

Anehnya, lanjut Nengsih, saat awak media meminta agar bisa merekam pembicaraan pun menggunakan handphonenya, Dokter justru tetap menolak dan meminta bila ada photo photo segera di hapus.

Usai membayar sejumlah dana utk pembiyaan keluragnya, Samsudin berharap dengan kejadian ini ada tindaklanjutnya dari para pihak terkait.

“Kami mohon dinas kesehatan kota Depok dan Pihak BPJS agar menindaklanjuti dan memaparkan tentang prosedur BPJS. kami menginginkan kebijakan pemerintah tentang masalah jaminan kesehatan” harap Samsudin.
Adenopiansyah

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook