EKSEKUSI TANAH DI CILEBUT BARAT DIPROTES SEJUMLAH WARGA

EKSEKUSI TANAH DI CILEBUT BARAT DIPROTES SEJUMLAH WARGA

INDONEWS BOGOR, Puluhan aparat keamanan, Polisi, TNI, dan POL PP, terlihat berjaga untuk mengamankan eksekusi tanah oleh Pengadilan negeri.

Kasus gugatan atas tanah di cilebut barat yang dilayangkan oleh PT JiARA atas nama Sujarno Gunawan dan Liejiang ke pengadilan negeri cibinong dan pengadilan negeri pusat pada bulan Oktober 2013 akhirnya dimenangkan dan dieksekusi selasa 8 mei 2018.

Menurut keterangan dari pihak kuasa hukum yang memenangkan persidangan, Anton ia menjelaskan, “awal nya tanah ini bersengketa dengan Departemen Pertanian yg di menangkan oleh bapa Sucipto, dari ahliwaris Suardi ternyata anak dari ahliwaris suardi ini telah menjual kepada orang lain, kami dari pihak PT.Jiara, atas nama sujarto gunawan menggugat kepada PT LAHAR ESA, PT. TIARA Cs,  keputusan pengadilan bulan nopember 2017 kami memenangkan kasus tersebut dan sampai kami meminta ijin eksekusi dan akhir nya di terima oleh pengadilan, tapi kami laksanakan di bulan mei ini,”ungkapnya.

Sambungnya, “banyak pihak yg mengatakan tanah ini perponding, dan ada yg bilang tanah ini ada yang punya leter C, silakan tidak ada masalah, kita prinsipnya tidak ada masalah, misalkan ada yg mempunyai girik atau leter C, silakan kita buktikan di pengadilan, haji husni mengatakan akan menggugat masalah tanah tersebut bahwa ia mempunyai girik tersebut”pungkasnya.

Dikesempatan itu kepala Desa Cilebut Barat,”Muhadi yang hadir dilapangan ia menghimbau kepada warganya agar tidak terprovokasi oleh sekelompok orang, “saya harap dari warga jangan terprovokasi oleh pihak A pihak B atau sekelompok orang yang memanasi kita apabila ada warga yang terpengaruh lantas ia terjadi hal yang tidak dinginkan maka saya lepas tangan dan saya mewanti wanti jangan sampai terjadi,”ucapnya.

Ditempat yang sama pihak kepolisian sektor sukaraja pun menghimbau kepada masyrakat melalui percakapan dengan kepala desa agar tidak berbuat anarkis, “kalau ada sekelompok orang yang mengajak untuk memprovokasi jangan pak nanti bapak diperalat, orang maju tidak bisa main bola ia main bola,”ujarnya.

Sementara itu warga yg mengatas namakan Putra Daerah memprotes, ia berharap eksekusi ini sementara ditangguhkan karena bangunan pos yang ia huni untuk menampung wadah edukasi dan aspirasi masyarakat baru dibangun. (Ade Nofiansyah)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook