Warung Kopi BOGOR KAPAYUN ! Mei Jahanam 1998-2018 “ KAMI ADA BERSAMAMU” .

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !
Mei Jahanam 1998-2018
“ KAMI ADA BERSAMAMU”
.
Indonews, Bandung – Masyarakat merupakan suatu system sosial yang besar, yang di dalamnya berisikan unit-unit sosial yang lebih kecil yang disebut kelompok. Dalam praktik pengembangan masyarakat, sesungguhnya yang dihadapi dan dikembangkan adalah kelompok-kelompok warga masyarakat sehingga menjadi sebuah jaringan kerja yang sinergis. Demikianlah mengapa pengorganisasian dan pengembangan masyarakat (community organization and community development) , sering pula disebut sebagai ‘intergroup relations’

Jauh sebelum tahun 2011 hingga saat ini thn.2018, saya baik selaku pribadi & keluarga, perwakilan kelompok Media Ummat, Koran Lembang, Konsorsium Relawan Indonesia (KRI), kemudian di Persatuan Relawan Indonesia (PERI) dan sebagainya. Mencari pola dan wujud kongkrit untuk meng-implementasikan hal diatas secara sederhana. Salah satunya di Kabupaten Bandung Barat (KBB), termasuk diantaranya di Pasir ipis, Lembang.Kalau pun melelahkan dan mendapat cemoohan dari beberapa pihak, kami terus jalan. Menanam 11.755 Pohon , melakukan bhakti sosial (santunan anak yatim piatu/jompo, membangun toilet umum, musholla, qurban Iedul Adha,dsb), pengembangan potensi wisata, seni-budaya tradisional hingga pelatihan Jurnalistik gratis untuk usia muda.

Sabtu, tgl.12 Mei 2018 lalu bertempat di Pasir ipis, Lembang kami pun melakukan itu lagi dengan headline “KAMI ADA BERSAMAMU”. Kali ini partisipasi eksternalnya semakin meluas karena melibatkan beberapa teman dari organisasi lain ,al; Persatuan Relawan Indonesia (PERI), Jaringan Makmur Nusantara (JMN), Sentra Budaya Lembang (SBL), Srikandi Justice, Indonews, Kartun-06, Sulawesi Tenggara Hebat, CKBTI-Cahaya Kesatria Bintang Hati Indonesia dan lainnya. Termasuk kunjungan dari teman-teman RELAWAN BOGOR JADI KAPAYUN ! (RBJK) yang dikomandoi oleh Jonny Sirait,Amd – Indonews Corporation.

Rangkaian acara berjalan sesuai harapan diantaranya santunan anak yatim piatu & usia jompo, santunan pembangunan toilet umum, pentas pencak silat anak CKBTI, lomba panahan tradisional (Jamparing), diskusi ringan tentang Tragedi Jahanam 1998-2018, dsb. Saya tidak tahu apakah ini semua adalah bagian dari ‘keberhasilan dan kebersamaan dalam dalam praktik pengembangan masyarakat sekitar atau tidak, itu pun tidak lagi kami permasalahkan. Yang jelas kami bangga karena dapat terus ber-silahturahmi dengan mereka dan teman/organisasi relawan yang setia dan selalu bersama untuk berbuat kebaikan.

“Jika kita ada rejeki, Inshaa Allah kelak kita akan beli Torn/drum air untuk toilet umum, kang. Semoga teman-teman di Jakarta dan yang tersebar di Persatuan Relawan Indonesia selalu sehat dan banyak rejeki hingga dapat terus bersedekah di Pasir ipis. Termasuk kegiatan lain entah festival Pencak silat CKBTI, lomba Jamparing dsb seperti biasa”, bisik Dede Suhendi dan elan Suherlan – mewakili organ Sentra Budaya Lembang (SBL) dan Kartun-06 , diamini pak RT dan pak RW setempat. Saya bergidik mendengarnya, sekaligus terharu, bahwa amanah ini harus secepatnya di-realisasikan.

“Jangankan itu semua, Inshaa allah jika kami sehat dan banyak rejeki, kita akan Sunat-masal disini”, jawab saya. ‘Aamiin Yarabilalamin,Inshaa Allah,Barakalahhu….
.
Hari menjelang sore, matahari yang sejak pagi tersenyum kini bersiap tenggelam digantikan rembulan, saya dan teman-teman RBJK dan organ lainnya berkemas kembali ke Jakarta. Benar, pengorganisasian dan pengembangan masyarakat (community organization and community development) atau menjalin ‘intergroup relations’ bukanlah pekerjaan mudah, namun kami selalu yakin Allah SWT, Tuhan YME akan selalu bersama kami, dengan kemudahan & kemuliaan-kemuliaannya. Kami pun berpelukan saling pamit dan seperti biasanya kami pun berjanji bahwa #KAMI AKAN SESERING MUNGKIN KE PASIR IPIS#, semoga semua yang telah dan akan kami lakukan menjadikan tabungan amal-ibadah kami semua, mohon maaf lahir bathin. —- sambil menuju tempar parkir, Lae Jonny Sirait,Amd berbisik. “Semoga semua yang telah kita lakukan disini dapat tertular di Kabupaten Bogor, bang”, kami menghentikan langkah dan kembali berpelukan, itulah teman sejati, “KAMI ADA BERSAMAMU”. Inshaa Allah Lae…………. (Arief P.Suwendi , Ketum Persatuan Relawan Indonesia (PERI) dan Penasehat Indonews & RBJK Bd.Media & Event Organizer)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook