Warung Kopi BOGOR KAPAYUN ! “JOKOWI, ADE JARO – INGRID & KOPI BOGOR JUARA”

Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !
“JOKOWI, ADE JARO – INGRID & KOPI BOGOR JUARA”
.
Indonews, Bogor – Entah yang keberapa ratus kalinya, saya dan Pemimpin Redaksi INDONEWS, ‘Lae Jonny Sirait,Amd –  ‘mampir di Warung Kopi BOGOR KAPAYUN ! ini. 
.
Saat itu, kami tidak melihat kehadiran Abah pemilik Warkop BOGOR KAPAYUN ! ini, dan perannya sebagai ‘baristapun digantikan Arumsari – putri bungsu yang saat ini masih kuliah tingkat akhir sebuah Akademi Bahasa Asing, jurusan bahasa Korea. “Iya AA, Abah sedang sakit, karena kemarin kehujanan saat ke pasar”, ungkap Arum,panggilan Arumsari,  yang wajahnya mirip artis  Inneke Koesherawati  itu. Jawab Arum saat saya tanya tentang Abah-nya sambil tersenyum. Saya mengangguk dan mencubit dagunya, Arum melotot tanda tak suka.
.
“Abang dari mana kok ujug-ujug ke Warung Bogor Kapayun, tak berkabar dengan kami pula”, tanya Lae Jonny memecah ‘ketegangan ini . “Sengaja saya datang, karena sudah lama tidak ketemu Dinda dan kang Arief, sekaligus mau membuktikan kabar media yang mengatakan ada wanita manis di warkop ini. Ahahaha”, jawab Herman sambil mengedipkan matanya ke Arum, Arum malah makin melotot sambil berlalu ke dapur, kami pun tertawa bersama.
.
“Kita punya tanggung-jawab besar untuk terus melestarikan warkop-warkop tradisional dalam himpitan ekspansi coffe-shop yang berkapital besar. Sebagaimana pesan Presiden Jokowi agar kita terus mempertahankan kualitas kopi lokal, perkebunannya, kesejateraan petani, eksistensi warung-warung kopi lokal, dalam arti Kopi Lokal Kabupaten Bogor harus tetap juara,  termasuk  melestarikan Arumsari  selaku barista warung kopi lokal..”, selak Herman,  kami pun tertawa. Arum  dari Dapur jauh membalikan ke-dua jempol tangannya kebawah, sambil berkata. “Modus..!!”.

“Pilbup Bogor thn.2018 sudah memasuki musim kampanye, bolehlah kita menitip pesan kepada pasangan Cabup/Wabup kang Jaro Ade Jaro – Inggrid agar mereka tidak melupakan potensi kopi Kab.Bogor”, tambah Herman , Lae Jonny mengangguk-angguk tapi matanya terus melirik Arum yang ada didapur. Herman melirik saya, saya pun sontak mengusap wajah Lae Jonny, “Woii, ..fokus Lae !”, kami pun tertawa, inilah persahabatan hangat kami.
.
Kemudian saya menyelaknya, “Setuju, Kabupaten Bogor memiliki potensi kopi yang cukup besar, luas perkebunan kopi yang dikelola oleh pemerintah dan swasta maupun perkebunan rakyat mencapai  32 hektare, dengan persentase ‘mix’ yang sepadan, yaitu jenis kopi robusta dan arabika. Namun kedepan, kiranya , jika pasangan Cabup Bogor kang Ade Jaro – Inggrid  menang, potensi kopi lain di kecamatan  Tanjungsari, Sukamakmur, Cisarua, Megamendung, Pamijahan dan Cigombong yang selama ini dikenal sebagai lumbung kopi harus juga dikembangkan ke kecamatan lain..”
.
Tak lama pesanan pun datang, Arum lebih dekat jaraknya kepada saya dibanding mereka berdua. “Kenapa sih kok maunya dekat – dekat sama kang Arief daripada dengan saya dan bang Herman?”, goda Lae Jonny kepada Arum. “Ya lebih nyaman aja,bang..”, jawab Arum sambil mengedipkan matanya ke saya.   “Ahahaha, Arum gak tau kalau kang Arief lebih biawak dari biawak,Ahahaha..”, jawab mereka berdua. Saya mengernyitkan dahi, mereka malah tertawa lebih lebar.
.
“Setuju, potensi ini perlu terus dikelola dengan baik dan berkelanjutan serta berkesinambungan. Mulai dari penanaman sampai tahap panen dan pasca panen. Agar Kopi Bogor menjadi produk yang berkualitas dan bernilai ekonomi tinggi, Kopi Bogor berpotensi menjadi penyangga perekonomian masyarakat terutama para petani, juga berdampak signifikan terhadap laju pertumbuhan ekonomi serta pemerintah daerah. Maka pesan saya untuk kang Ade Jaro – Ingrid  jika terpilih nanti, jangan lupakan potensi kopi Kab.Bogor. Lakukan pengelolaan yang lebih baik dan terstruktur agar Kopi Bogor memiliki daya saing dengan kopi-kopi yang diproduksi daerah lainnya, baik skala lokal, nasional, regional maupun internasional…”, pungkas Herman. 
.
Arum kemudian duduk , tepat di sebelah saya, wanginya demikian dahsyat, kemudian bicara ;  “Di ke-3 gelas kopi ini ada produk lokal kopi Kab.Bogor , rasa & aromanya tidak kalah dengan produk Luar Negeri. Kopi panas tanpa gula, menimbulkan maha-sensasi, sengaja belum saya kasih gula,om..”,kata Arum lagi. “Kenapa?”, tanya lae Jonny. “Kalau mau manis pandanglah wajah saya..”, jawab Arum sambil kembali ke dapur. ‘Ahahahah…kami semua terbahak, benar kata Arum, maha-sensasi kopi lokal demikian hebat.

JOKOWI & KOPI BOGOR
“Jokowi lebih sering menetap di Istana Bogor daripada di Jakarta, saya yakin beliau selalu ‘Ngopi kopi lokal Bogor, Hidup Bogor !”, selak Lae Jonny. Ditambahkannya kemudian, Kabupaten Bogor tak hanya menyimpan potensi pariwisata melalui objek-objek wisata alamnya yang asri. 

Wisatawan juga bisa menyicipi seduhan Kopi lokal kabupaten Bogor. Salah satu kopi lokal kita, dari Cibulao atau Kopi Lao  tahun 2016 lalu bahkan menang di Kontes Kopi Spesialti Indonesia 2016 di Aceh. Kopi Bogor berhasil mengalahkan kopi tuan rumah sekaligus. Namun sayang Bogor belum masuk dalam peta nasional perkopiaan, ini menjadi tantangan untuk lebih mempromosikan kopi di bogor agar menjadi destinasi di kancah perkopian nasional kebanggaan atas prestasi tersebut harus bisa ditunjukkan masyarakat lokal dengan mengkonsumsi kopi asal daerahnya. Kalau kang Ade Jaro – Ingrid  menang nanti di Pilbup Bogor 2018, Saya akan sampaikan sama beliau baik sebagai Sahabat maupun sebagai relawan beliau “Dalam rangka mendukung berkembangnya Kopi lokal berkelas internasional agar mengajak kantor-kantor instansi Pemerintah maupun swasta untuk membuat stand pameran berbagai jenis kopi indonesia, tujuannya adalah memperkenalkan bahwa saat ini lagi trend produk lokal yaitu kopi, hal inilah yang menjadi peluang untuk meningkatkan produksi kopi di wilayah Kab. Bogor sampai ke tingkat premium

mereka wajib  terus melakukan pembinaan pada para petani kopi lokal. Potensi perkebunan kopi itu diyakini bisa meningkatkan perekonomian petani apabila produknya bisa dikonsumsi khususnya oleh masyarakat lokal, dan petani kopi harus memperhatikan proses dari mulai tanam, panen hingga siap olah, agar kopi kita semakin meningkat dalam segi kualitas maupun kuantitasnya, jadi petani kopi harus merubah mindset nya terkait produksi kopi agar tidak cacat rasa…”, ungkap Lae Jonny.

“Tradisi minum kopi, menjadi inspirasi para tokoh besar dunia, banyak gerakan revolusi terjadi dari kedai-kedai kopi, seperti Issac Newton yang berhasil menciptakan perubahan dari kedai kopi,”  sebut Lae Jonny

“Kapan berdiri secara real ini Warung Kopi BOGOR KAPAYUN !, bukankah sudah ada site-plan dan maketnya?’, tanya Herman. “Belum bang , kami sedang tunggu calon pemberi tanah hibah-nya dulu, janji sih sudah 2 bulan lalu, tapi janji tinggal janji. Kalau bentuk dan artistiknya kami akan buat dengan Konsep traditional-style. View-nya ke Bogor dan gunung salak..?”, jawab lae Jonny 

“Maksudnya begini, ada beberapa teman yang menanyakan kapan fisik warkop ini dibangun, karena selama ini warkop BOGOR KAPAYUN ! sudah mendapat tempat dimata masyarakat padahal bersifat intangible, virtual, alias ‘dunia lain. Maka kami sepakat akan membangun dalam bentuk fisik, lahan yang kami perlukan min.1 hektar, selain warung kopi kami juga menyediakan foodcourt makan-minum tradisional lalu ada juga pendopo dimana sebagai tempat pentas seni juga sebagai panggung terbuka tempat masyarakat kab.Bogor ‘curhat tentang apapun yg berkaitan dengan kab.Bogor dsb, konsep ini kami namakan ‘REMBUG CENTER’, Warung Kopi BOGOR KAPAYUN ! , Rembug Center. Dimana tempat ngopi & rembugnya sejak Osis, karang-taruna, TP-PKK, Pers, SKPD, lintas komunitas, dsb. Dari warkop ini pula kita kawal Kab. Bogor  agar lebih maju & membumi..”,  saya menghentikan bicara mereka terdiam, Arum mengerdipkan matanya kepada saya.
.
Pukul 22.30 ,Arum menyampaikan pesan bahwa pkl.22.40 warkop BOGOR KAPAYUN ! ini akan close, karena besok pagi dia harus  kuliah dan keliling sekolah dan pesantren untuk memberikan materi bahasa Korea secara gratis. Selain Barista cantik, Inneke pun adalah Relawan juga rupanya, Ahahaha…
.
Bahagianya kami bubar, malam ini tidak lagi kami mendengar suara panci ‘Gdombraaannng, seperti yang biasa Abah lakukan. Ini memang maha-sensasi.
.
“Kerja Senyap,Ojo Gaduh”

(Arief P.Suwendi, Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia & Penasehat INDONEWS Bd.Media & Event Organizer)
.

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook