Warung Kopi SUKABUMI AGEUNG !; “AYO, BANTU MARWAN-ADJO” .

Warung Kopi SUKABUMI AGEUNG !;
“AYO, BANTU MARWAN-ADJO”
.
Indonews, Sukabumi – “Kemiskinan / Kefakiran banyak membuktikan akan mendorong seseorang melakukan tindakan-tindakan yang tak dibenarkan agama, seperti mencuri, mencopet, merampok, menipu, dan melacur dan sebagainya. Karenanya, tidak bisa disalahkan jika ada ungkapan bahwa kefakiran atau kemiskinan mendekatkan kepada kekufuran”, demikian abah Jenggo saat kemarin malam bertemu di warung kopi ini membuka pembicaraan antara kamibertiga, saya, abah & Jonny Sirait,Amd – Pemimpin Redaksi Indonews yang akrab kami panggil ‘’Lae Jonny.
.
“Maka begitu ternista orang yang hidup mapam, namun masih melakukan korupsi, apalagi mereka adalah pejabat publik yang saat menjabat bersumpah dibawah kitab suci”, tambah abah Jenggo, saya dan lae Jonny terdiam.
.
Abah menghisap dalam rokok kawungnya, kemudian meneruskan bicaranya disela batuk tuanya, ukuk..uhukk, uhukkk..“Kepemimpinan disuatu daerah disebut berhasil disaat pemimpinnya mampu memperkecil tingkat kemiskinan dari waktu kewaktu, bukan sebaliknya. Kita lihat saja di kabupaten Sukabumi, abah merasa angga dan terharu karena angka kemiskinannya mengalami penurunan dalam 5 tahun belakangan tersisa 8,13% padahal sebelumnya sekitar 17,6%. Berarti angka ini lebih rendah dari angka kemiskinan provinsi Jawa Barat sebesar 8,95% dan nasional sebesar 10,86 %. Kinerja Bupati H. Marwan Hamami dan Wakil Bupati H. Adjo Sardjono saya rasa cukup baik dan harus dipertahankan atau ditingkatkan untuk 5 tahun kedepan..”,abah pun menghirup kopi pahitnya.
.
Tak lama Lae Jonny memotong, “Saya setuju dengan semua itu bah, Namun demikian penduduk rentan miskin dan hampir miskin sebagai sasaran program penanggulangan kemiskinan masih cukup tinggi yaitu mencapai 41,5% ini sesuai data basis data terpadu atau BDT yang telah diupdate Kementerian Sosial tahun ini. Maka Bupati & Wabup harus lebih memaksimalkan kinerja Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Sukabumi agar bekerja lebih sinergi, efektif, dan seksama..”, abah dan saya mengangguk
.
“Selain harus mampu memperkecil jumlah penduduk miskin, ada hal lain yang saling-mempengaruhi yaitu peningkatan pelayanan pendidikan, kesehatan dan sosial kebijakan. Kemudahan pelayanan BPJS, sekolah gratis,ketersediaan lapangan kerja dan pendidikan latihan gratis generasi muda”, abah dan saya mengangguk kembali.

“Kabupaten Sukabumi dianugerahi banyak warisan potensi wisata baik hutan, laut dsb. Pola menurunkan kemiskinan dimulai saja dari generasi mudanya dengan ikut serta bersama pemkab dalam pengembangan kawasan –kawasan baru bertema Agropolitan buah seperti di Kampung Cipatra, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, saat peresmian Ponpes Al- Mubayyidliyyah lalu oleh Bupati H.Marwan. Sinerjitas generasi muda, pesantren, petani & TP-PKK dengan pemkab terus dimaksimalkan di kawasan-kawasan itu dengan memperbanyak budi-daya buah-buahan seperti durian, lengkeng, kopi, Durian Musang King dsb. Dan kalian sebagai orang media, wajib mengawal dan mensosialisasikannya terus..”, potong abah kemudian pamit keluar warung kopi.

“Mau kemana bah?”, tanya saya dan Lae Jonny bersamaan. “Mau memastikan bahwa orang miskin di kabupaten Sukabumi memang menurun”, jawab abah terus berlalu sambil mengacungkan “2Jari-nya”. Saya dan Lae Jonny menelan ludah yang pahit, ‘glekk…….. (Arief P.Suwendi, Ketum PERI-Persatuan Relawan Indonesia & Penasehat Indonews, Media Ummat Bd.Media & Event Organizer)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook