KECEWA PELAYANAN UNTUK ORANG MISKIN DI BATASI DINSOS KOTA DEPOK .

KECEWA PELAYANAN UNTUK ORANG MISKIN DI BATASI DINSOS KOTA DEPOK .

Indonews Depok. Kartu Indonesia Sehat (KIS) adalah salah satu program Presiden Joko Widodo yang telah direncanakan sejak masa kampanye. kartu tersebut diluncurkan bersama dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera dan Kartu Simpanan Keluarga Sejahtera (KSKS).

KIS berfungsi sebagai kartu jaminan kesehatan, yang dapat digunakan untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis di fasilitas kesehatan tingkat pertama dan tingkat lanjutan, sesuai dengan kondisi penyakit yang diderita penerima KIS. KIS merupakan perluasan dari program Jaminan Kesehatan Nasional yang diluncurkan pemerintah sebelumnya, yaitu pada 1 Januari 2014.

Tetapi ironisnya didalam pelaksanaan pembuatan KIS tersebut tidak sesuai harapan masyarakat, seperti halnya yang dialami warga Sukatani kecamatan Tapos kota Depok, S ini adalah warga yang mengajukan untuk pembuatan KIS, Pada hari jumat tgl 27 juli 2018 Jam 07.00 WIB. Ia sangat kecewa dengan pelayanan Dinsos Kota Depok dalam melayani untuk pembuatan KIS (kartu indonesia sehat) sedangkan warga depok yg berinisial S ini tiba di Dinsos dari jam 07.00 pagi.

Tetapi waktu tiba ke kantor Dinsos kota Depok nomer antrian sudah habis dan tidak bisa mengajukan pembuatan kartu indonesia sehat(KIS). ” saya kecewa dengan pelayanan Dinsos seperti ini, masa jam 07.00 sudah tutup nomer antriannya, emang jam berapa bukanya,kasihan masyarakat yang lainya juga yang tidak mendapatkan kartu KIS, ia jauh jauh datang rela tidak bekerja meluangkan waktu untuk pembuatan kartu sehat malah sudah sampai kantor dinas koq udah tutup”ujar S dengan nada kesalnya kepada awak media Indonews 27/07/2018.

Menurut pengakuan S Antrian sudah habis dari jam 06.00 wib tadi pagi, “tadi saya tanya petugas dinsos bahwa antrian ini sudah tutup karena dibatas cuma 50 peserta yang mengajukan kecuali kalau waktu nya masih ada maka diadakan penambahan antrian lagi, bapak besok saja datang lagi”ungkapnya sambil menirukan pembicaraan petugas Dinsos.

Akhirnya warga depok yg berinisial S ini pulang dengan tangan hampa dan kecewa sekali, ia berharap kepada pemerintah khususnya pemerintah kota Depok agar lebih memperhatikan masyarakat miskin yang membutuhkan kartu kesehatan ini agar nantinya bisa dipergunakan sebagai jaminan kesehatan.
Adenopiansyah

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook