KURANGNYA TENAGA MEDIS PELAYANAN KESEHATAN TIDAK MAKSIMAL

KURANGNYA TENAGA MEDIS PELAYANAN KESEHATAN TIDAK MAKSIMAL

indonews Depok.  Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat merupakan sarana kesehatan yang sangat penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Untuk itu peranan puskesmas hendaknya tidak lagi menjadi sarana pelayanan pengobatan dan rehabiliatif saja tetapi juga lebih ditingkatkan pada upaya promotif dan preventif. Oleh karena itu promosi kesehatan (promkes) menjadi salah satu upaya wajib di puskesmas. Promosi kesehatan di puskesmas merupakan upaya puskesmas dalam memberdayakan pengunjung dan masyarakat baik didalam maupun di luar puskesmas agar berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk mengenali masalah kesehatan, mencegah dan menanggulanginya. Dengan promosi kesehatan juga menjadikan lingkungan puskesmas lebih aman, nyaman, bersih dan sehat dalam mendukung perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Sama halnya yang dilakukan Puskesmas Pengasinan menurut pengakuan petugas bagian TU (tata usaha) ia menuturkan “Bahwa Puskesmas pengasinan ini melingkupi dua Kelurahan yakni Kelurahan pengasinan dan kelurahan Bedahan dan setiap hari pasien yang datang berobat mencapai 150 pasien rata rata penyakit yang diderita warga yaitu Kispa atau saluran pernapasan, dan untuk sosialisasi kepada masyarakat setiap hari setelah menangani pasien yang datang ke puskesmas kira kira jam 10.00 wib baru berangkat karena mengingat tenaga medisnya terbatas serta puskesmas ini menangani 33 Posyandu,”ujarnya kepada media Indonews jumat 27/07/2018.

Lanjutnya, Tenaga medis yang ada di puskesmas ini terdapat 2 Dokter, 3 Bidan serta 3 perawat namun untuk saat ini dokternya sedang cuti lahiran tetapi ada penggantinya dan untuk Dokter Gigi merangkap sebagai kepala Puskesmas juga serta untuk apoteker yaitu dari lulusan smk kefarmasian dan sudah terlatih karena dokter yang memberikan resepnya dan ia meracik sesuai takaran yang diberikan dokter,”ungkapnya.

Saat ditanyakan apa saja yang diberikan kepada warga saat sosialisasi di Posyandu, ia beberkan bahwa yang berikan adalah edukasi kesehatan dan vitamin serta asupan Gizi yang dibutuhkan, saat ditanyakan pemberian bubur kacang hijau apakah diberikan, “oh itu tidak pak kami hanya menyediakan makanan ringan saja sejenis Biscuit karena tidak ada dana nya dan siapa yang mau memasaknya. Saat awak media tanya lagi, tapi saya lihat di posyandu taman melati ada Bu’ Oh ya itu kemungkinan dari kadernya dan mungkin dana nya hasil dari masyarakat. Kenapa di Rw 08 tidak ada Bu’ mungkin kadernya yang kurang aktiv tidak sosialisasi kepada masyarakat, “ungkapnya.

Dan ia berharap kepada pemerintah kota Depok melalui dinas kesehatan agar bisa ada pertambahan tenaga medis untuk memberikan pelayanan yang lebih maksimal lagi kepada masyarakat.

Di dalam kehidupan nyata sekarang ini masih ada masyarakat yang belum mendapatkan hak pelayanan kesehatan, kurangnya informasi serta sosialisasi merupakan salah satu faktor yang menjadikan masyarakat belum bisa menikmati pelayanan kesehatan dengan layak.
Seperti halnya yang dialami warga pengasinan tentang pelayanan pos pelayanan terpadu (posyandu) masih dijumpai sosialisasi kesehatan tidak adanya Bidan.

Rasa puas masyarakat terpenuhi bila apa yang diberikan oleh pemerintah kepada mereka sesuai dengan apa yang mereka harapkan, dengan memperhatikan kualitas dan kuantitas pelayanan itu di berikan serta biaya yang relatif terjangkau dan mutu pelayanan yang baik.
Adenopiansyah

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook