Maydin RH.Sitanggang,SE,MM. “INDONEWS PUNYA ANDIL BESAR”

Maydin RH.Sitanggang,SE,MM.
“INDONEWS PUNYA ANDIL BESAR”
.
Indonews, Jakarta – Pilkada serentak di 171 daerah tinggal kenangan, ada kenangan baik dan kurang baik, bahkan banyak yang kini kemudian menjadi proses hukum di Mahkamah Konstitusi. Saling gugat, saling membenarkan dan saling menyalahkan. Apapun Pilkada 2018 ini telah diikuti lebih dari 73% penduduk Indonesia tentunya yang mempunyai hak pilih. Ini prestasi hebat seluruh rakyat Indonesia bersama instansi dan penyelenggaranya, KPU/KPUD, Para parpol, Bawaslu, Panwaslu , Relawan termasuk tentunya peran Pers.
.
Media massa (Pers) adalah fasilitator pesan-pesan kampanye baik dari calon maupun parpol dan penyelenggaranya,, Pers demikian mempunyai kuasa dalam ikut mempengaruhi prilaku seseorang untuk menetapkan pilihannya, jauh hari Kevin Phillip dalam buku Responsibility in mass communication mengatakan bahwa era sekarang lebih mengarah kepada ‘mediacracy, yakni pemerintahan media, daripada demokrasi pemerintahan rakyat. Mengapa?
.
Karena Pers mempunyai ‘kekuatan media & psikology (Powerfull media & Psykologi) sebagai saluran untuk mempengaruhi publik, maka jangan aneh jika banyak investor politik yang ber-investasi melalui Pers untuk mencapai tujuan mereka. Termasuk kemudian para ‘big-capital yang kemudian turun ke politik dengan membawa ‘kesatuan media yang dimilikinya, mungkin contoh yang sederhana,al: Ical-TV One, Surya paloh-Media Grup, Hary Tanoe – Mnc grup, Dahlan Iskan-Jawa Post grup, dsb.
.
Media massa dalam bentuk apapun (cetak,audio visual,online dsb) adalah saluran komunikasi seorang kandidat kepada publik, tidak terbayang kalau pun KPU/KPUD gencar bersosialisasi namun jika Pers ‘mogok kerja semua akan sia-sia maka ‘pesan pun tidak sampai dalam arti tingkat tingginya Golput pun akan menaik.
.
Hal ini saya amati pula bagaimana INDONEWS cukup berperan sejak Pilgub DKI thn.2012,2017, Pilpres thn.2017 , Pilbup Bogor thn.2018 , Pilgub Jabar thn.2018, Pilgub Sumatera Utara thn.2018 dsb, baik melalui media cetak dan online atau perangkat sosial media lainnya. Saya pernah dengar ceritera dari Ketum Persatuan Relawan Indonesia (PERI) yang juga Penasehat INDONEWS , yaitu Sdr.Arief P. Suwendi bahwa dengan sebaran suratkabar INDONEWS yang masuk desa-desa terpencil telah cukup membantu akan semua diatas. Karena surat-kabar adalah produk informasi yang ‘handly, yang bisa dibaca kapan saja dan dibawa kemana saja , ini peran beda dibanding dengan media audio visual (TV, Radio dsb) termasuk media online.
.
Kalau pun media lain sedang booming, namun peran media cetak masih primadona khususnya di desa-desa, apalagi jika disertai ‘bahasa dan budaya lokal, bahkan pengamat komunikasi media, Robin & Miller di thn.1974 pernah melakukan riset efek penyebaran surat langsung kepada 72.000 publik dan melalui media cetak. Yang hasilnya mayoritas mereka lebih tertarik informasi melalui media cetak.

Saya dan teman-teman di PERI (Persatuan Relawan Indonesia), Soeara Kita dan teman relawan lainnya berharap kiranya INDONEWS dibawah kepemimpinan adikku, Jonny Sirait ,Amd – terus menyebarkan informasi-informasi positip tanpa harus meninggalkan sifat kritis dan kewajibannya sebagai kontrol sosial (social control) terhadap pemerintahan lokal dan nasional. Selamat berjuang, Tuhan Memberkatimu, Amin… (Maydin RH.Sitanggang, SE,MM – Pembina PERI & Penasehat INDONEWS & Pendiri Soeara Kita)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook