Oknum Beberapa Kades Selewengkan Dana Desa

Oknum Beberapa Kades Selewengkan Dana Desa

INDONEWS SLAWI – Dana Desa adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang diperuntukkan bagi Desa dan Desa Adat yang ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja  Daerah  kabupaten/kota  dan  digunakan  untuk  membiayai  penyelenggaran pemerintahan, pembangunan, serta pemberdayaan masyarakat, dan kemasyarakatan.

Tapi lain halnya di Kabupaten Tegal Sejumlah kepala desa (kades) diperiksa Inspektorat karena diduga menyalahgunakan Dana Desa (DD) yang anggarannya berasal dari pemerintah pusat. Nominal anggaran yang disalahgunakan bervariasi.

Hal itu diketahui setelah instansi terkait melakukan monitoring dan meminta laporan hasil pekerjaannya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermades) Kabupaten Tegal Prasetyawan mengungkapkan, jumlah kades yang diperiksa Inspektorat lebih dari 10 orang.

Kesalahan mereka rata-rata menggunakan DD untuk kepentingan pribadi. “Datanya sudah ada. Dimungkinkan (jumlahnya) lebih dari sepuluh orang. Saat ini sedang ditangani Inspektorat,” kata Prasetyawan, usai rapat koordinasi (Rakor) Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahap II, di Pendapa Amangkurat, Pemkab Tegal, Kamis (2/8).

Menurut Prasetyawan, ada beberapa kades yang sudah terbukti menggunakan DD. Saat ini, mereka sudah diberi sanksi untuk segera mengembalikan uang tersebut.

Waktu yang diberikan selama enam bulan. Jika tidak dikembalikan sepanjang waktu yang sudah ditentukan, terpaksa kades diserahkan ke aparat penegak hukum (APH).

“Bukan cuma DD yang disalahgunakan, tapi juga penjualan harta desa atau aset desa yang tidak dimasukkan ke APBDes,” ungkapnya.

Hal itu dibuktikan Prasetyawan di salah satu desa yang berada di wilayah selatan. Dia membeberkan, ada satu desa yang memiliki aset desa untuk galian C.

Ditambahkan Prasetya wanita, jika diuangkan, nilainya sekitar Rp 1 miliar. Hasil penjualan aset desa itu ternyata digunakan untuk kepentingan pribadi.

“Tapi sekarang sudah kembali separuh (setengah). Sisanya sekitar Rp 480 jutaan, belum dikembalikan,” imbuhnya.

Inspektur Inspektorat Kabupaten Tegal BK Aribawa saat dikonfirmasi ihwal pemeriksaan sejumlah kades, membenarkan. Saat ini, pemeriksaan sedang berlangsung.

Kendati demikian, pihaknya enggan menyebutkan jumlah kades yang tengah diperiksa. “Jumlahnya belum tahu ada berapa. Tapi kalau kades Kedungsukun (Adiwerna), Maribaya (Kramat), dan Gumalar (Adiwerna), sudah kami periksa,” ucapnya singkat.***

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook