Desa Batulayang Sambut HUT RI dengan Tema”LINGKUNGAN”

Desa Batulayang Sambut HUT RI dengan Tema”LINGKUNGAN”

Indonews, Bogor – Perayaan HUT ke-73 RI, di Desa Batulayang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, sangat ramai dan meriah, Sabtu (18/08/2018). 3.500 lebih peserta turun ke jalan, bukan untuk berunjukrasa melainkan mengikuti Karnaval Agustusan. Langit pun sangat cerah, hal ini menambah semangat warga untuk bersukacita menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73.  Peserta karnaval tingkat Desa Batulayang ini disambut antusias warga yang sejak pagi rela menunggu.

Mulai terasa semarak, ketika berduyun – duyun warga masyarakat mulai memadati dan menyaksikan konvoi karnaval. Meskipun acara baru akan dimulai, namun kerumunan massa membakar suasana menjadi semakin meriah.
Karnaval diikuti peserta dari tiap perwakilan RT/RW, selain memamerkan beragam bentuk kesenian kerajinan yang terbuat dari berbagai sampah rumah tangga, karena tema kemerdekaan tahun ini mengenai kebersihan sampah dan dilanjutkan dengan pentas seni.

HM Iwan Setiawan, Kepala Desa Batulayang, menyampaikan terimakasihnya kepada Panitia, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Linmas, dan semua elemen masyarakat yang sudah ikut berpartisipasi untuk meramaikan rangkaian acara ini, dimulai dari pelaksanaan upacara, perlombaan – perlombaan hingga pentas seni. ” Mohon maaf yang sebesar – besarnya, apabila pelaksanaan tahun ini begini adanya. Meski memanfaatkan biaya yang minim, tapi Alhamdulillah, acara berjalan dengan lancar sampai acara berakhir,” katanya pada Indonews melalui rilis yang dikirimkan ke Redaksi, Senin (20/08/2018)

Kegiatan ini merupakan kegiatan yang rutin dilakukan setiap dalam rangka memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia, kebetulan tahun ini ( HUT RI ke 73 ) mengambil tema Lingkungan. Ujar Kepala desa Batulayang ini.

Masih menurut Iwan Setiawan, tema lingkungan ini, tiada lain untuk membangun budaya dan perilaku ramah lingkungan dari seluruh pemangku kepentingan (masyarakat, pelaku usaha, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, LSM, aparat Pemerintah dan Organisasi Kemasyarakatan lainnya). tambahnya.

Tujuannya adalah, masih kata Iwan, agar terciptanya kampung yang masyarakatnya dapat secara mandiri memahami permasalahan lingkungan hidup di wilayahnya, dan mencari solusi atas permasalahan tersebut, serta melakukan pengelolaan lingkungan secara konsisten dan berkelanjutan. pungkasnya.(Ervin)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook