Warung Kopi SUKABUMI AGEUNG !, “SELAMAT DATANG BANDARA SUKABUMI”

Warung Kopi SUKABUMI AGEUNG !,
“SELAMAT DATANG BANDARA SUKABUMI”
.
Indonews, Sukabumi – Pagi ini, Kamis (23/8) belum lagi kopi digelas selesai diseruput, seluler berdering , rupannya dari Pimpinan Redaksi INDONEWS – Jonny Sirait,Amd , yang akrab kami panggil ‘Lae Jonny. “Horas, selamat pagi abangda “, kata Lae Jonny disana. “Selamat pagi juga Lae, Tuhan memberkatimu dan seluruh keluarga ya”,…”Aamiin bang, aamiin. Maaf bang apa sudah ada kabar terbaru tentang pembangunan bandara di Sukabumi ?”
.
“Ahahah…bisa saja kau Lae, aku bukan Presiden, bukan Menhub dan bukan pula Bupati Sukabumi. Bagaimana kau bisa tanya itu ?”,..”Ahahaha, abang ini selalu A-1, informasinya selalu akurat “, canda Lae Jonny
.
“Okelah, yang aku tahu pembangunan Bandara Sukabumi, Jawa Barat  itu dimulai awal tahun 2019. Bandara tersebut rencananya dibangun di kawasan Cikembar, Sukabumi. Anggaran pembebasan lahan lebih dari Rp.400 milyar yang bersumber dari APBN dan APBD.  Kalau tak salah perfomancenya, 30% Pemda, dan 70% APBN. Bandara ini didesain dengan panjang runway hingga 2.000 meter. Hampir serupa dengan panjang runway Bandara Lombok yang mencapai 2.750 meter x 45 meter, memang belum sepanjang runway Bandara Ngurah Ra Bali yang mencapai 3 KM. Namun ini permulaan yang hebatlah,Lae..”, ..”Siap, lanjut bang”

Pembangunan bandara di Sukabumi  ini dilakukan  Pemerintahan Jokowi sebagai upaya menggenjot pembangunan infrastruktur di Jawa Barat bagian selatan. Selain bandara, reaktivasi rel kereta api Sukabumi-Bandung juga dilakukan untuk mempermudah mobilisasi warga Jawa Barat.  “Pemerintah  membuat bandara dan reaktivasi rel yang sudah ada, sehingga orang bisa ke Sukabumi lebih cepat dan lebih banyak. Bisa dari Jakarta-Bogor-Sukabumi sampai ke Bandung jadi alternatif jalur wisata. Selain itu, Pemerintah juga akan membangun dua pelabuhan di Pangandaran dan Pelabuhan Ratu..”, kata saya lagi. , 
.
“Siap,lanjut bang. Maaf bang apa betul pembangunan bandara dan dua pelabuhan ini pun berkepentingan dengan kegiatan wisata di geopark Ciletuh, dalam arti untuk memudahkan transportasi logistik hasil bumi keluar Sukabumi dan sebaliknya?”
.
“Aku pikir iya, ini sinerjitas ya. Sebagaimana kita mau membuka perumahan, tentunya faktor penunjang infrastruktur adalah prioritas kan?, Produksi dan distribusi barang dan jasa akan cepat terlayani, pastinya ini akan mempunyai banyak efek-positif bagi perkembangan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar..”
.
“Siap abangda, bagaimana dengan munculnya pro-kontra tentang pembebasan lahan?”
.
Tiba-tiba diwaktu bersamaan, seluler berdering , rupanya dari Penasehat PERI, Maydin RH.Sitanggang,SE,MM yang juga Penasehat Indonews. Maka kami pun langsung ‘conference-call, bahkan Bang Maydin – panggilan akrab beliau langsung terlibat diskusi tentang ini. 
.
“Waktu Pilpres 2014 lalu, suara Jokowi di Jawa Barat hanya sekitar 42%, namun Jokowi sebagai Kepala Negara tidak melakukan ‘balas-dendam, beliau tetap berlaku sebagai bapaknya seluruhnya rakyat Indonesia. Pembangunan di Jawa Barat terus maksimal, “Lihat Pembangunan Bandara Kertajati-Sumedang, lihat di Bandung, akan ada LRT metro kapsul, kereta cepat dengan monorail dari Jakarta ke Bandung dan juga berkeliling di kota Bandung juga lebih mudah. Tujuannya naik mobil dan sepeda motor menyebabkan macet, nanti dengan monorail lebih murah dan ramah lingkungan. Kita  berharap peran serta masyarakat Jawa Barat dalam mendukung pembangunan pemerintah dan mempergunakan fasilitas transportasi tersebut dengan baik. Termasuk akan dibangunnya bandara Sukabumi dan dua pelabuhan besar lainnya disana. Kalau tidak salah untuk lahan bandara sekitar 400 hektar telah tersedia di Kecamatan Cikembar dan Cikidang. Maka nikmat mana lagi yang harus kita ingkari dari kerja Jokowi..”, tambah Bang Maydin kemudian pamit karena ada giat lain.
.
Kami pun kembali ke-diskusi awal, “Betul, kita harapkan masyarakat Jawa Barat aktif untuk mendukung pembangunan yang dilakukan pemerintah, serta berpartisipasi untuk bersama sama mengembangkan atau mempergunakan semua sarana publik tersebut. Tentang pro-kontra, Dimana-mana itu pasti ada, ingat waktu Suharto hendak membangun Tol Jagorawi thn.1970-an, demo masa hingga berbulan-bulan, kini terasakan besar manfaatnya. Pemerintah lebih paham bagaimana semua ini agar tidak membawa kerugian bagi masyarakat, sosialisi yang baik, dan jangan korupsi. Kita wajib mengawalnya,Lae.”
.
“Siap abangda..”, tiba-tiba hubungan seluler terputus, rupanya baterai hp saya ‘drop. Ahahaha, maaf Lae nanti kita sambung lagi ya…….. (Arief P.Suwendi, Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia , Penasehat Media Ummat & Indonews Bd.Media & Event Organizer)

Terkirim dari tablet Samsung.

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook