MANTAN WALI KOTA DEPOK MENJADI TERSANGKA KORUPSI, BERKAS BELUM MASUK KE KEJAKSAAN

MANTAN WALI KOTA DEPOK MENJADI TERSANGKA KORUPSI, BERKAS BELUM MASUK KE KEJAKSAAN

Indonews Depok –  Polisi melalui penyidik Polresta Depok menetapkan mantan Walikota Depok, Nur Mahmudi sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan yaitu Jalan Nangka, Tapos, Depok.

Penetapan Nur Mahmudi sebagai tersangka oleh Polresta Depok, diakui Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono. “Ya, yang bersangkutan telah dinaikkan status ke tersangka melalui mekanisme gelar perkara,” kata  Argo Yuwono Selasa.

Selain Nur Mahmudi, kata Argo Yuwono, penyidik juga menetapkan mantan Sekda Depok jadi tersangka berinitial Ir HP.  “Nur Mahmudi ditetapkan sebagai tersangka pada 20 Agustus 2018. Tentu penyidik sebelum menetapkan keduanya sebagai tersangka karena sudah mempunyai lebih dari dua alat bukti dan kuat. Jadi sudah terpenuhi dua alat bukti,” jelasnya.

Sebelumnya, lanjut Kabid Humas Polda Metro jaya itu,  Nur Mahmudi diperiksa Polresta Depok beberapa bulan lalu. Polisi telah memeriksa 30 saksi terkait kasus proyek pembangunan Jalan Nangka, Depok. Disamping saksi yang sudah diperiksa polisi masih akan memeriksa  beberapa saksi terkait kasus yang disangkakan terhadap Nur Mahmudi dan Ir. HP.

Kasus dugaan korupsi itu mulai di sidik pada November 2017. Kapolresta Depok Kombes Didik Sugiarto mengatakan ada perbuatan melawan hukum dalam proses pengerjaan jalan tahun anggaran 2015 itu.

Ditempat berbeda, Setelah Mantan Wali kota Depok Nur Mahmudi ditetapkan menjadi tersangka oleh Tipikor Polres Depok, hingga saat ini belum ada berkas yang masuk ke Kejaksaan Negeri Depok.

“Mengenai dua orang yang telah dijadikan tersangka oleh Tipikor Polres Depok, kami tinggal menunggu berkasnya saja masuk keKejaksaan” tegas Sufari, Kajari Depok( rabu 29/8).

Seperti diketahui Status Tersangka yang dikeluarkan Polres Depok, terkait Kasus Jalan Nangka menjerat dua orang tersangka yakni Mantan Walikota Depok Nur Mahmudi dan Mantan Sekda Harry Prihanto.

“Kerugian Negara yang didapat dari hasil audit BPK , mencapai 10 M, dua tersangka NM dan HP masih terus kami lakukan penyelidikan dan pendalaman” ujar Kapolres Depok Kombes Pol Didik Sugiarto( rabu(29/08/2018). Ade Nofiansyah

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook