Carut Marut DPT Pileg dan Pilpres 2019, Berpotensi Kecurangan

Carut Marut DPT Pileg dan Pilpres 2019, Berpotensi Kecurangan

Indonews, Bogor – Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bogor, Ade Ruhandi mengatakan, ada sejumlah masalah krusial yang terjadi dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kabupaten Bogor yang akan digunakan dalam Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Menurut Ade Ruhandi, ada  lima masalah yang harus segera diselesaikan oleh penyelenggara pemilu, yakni terkait daftar pemilih tetap (DPT). “Ada beberapa persoalan yang menurut kami harus menjadi perhatian karena berpotensi kecurangan dalam pemilihan legislatif dan pemilihan Presiden tahun 2019,” ujar  Ade  Ruhandi, yang akrab disapa dengan Jaro Ade ini di Bogor, minggu (09/09/2018).

Jaro Ade menuturkan, masalah tersebut terlihat dari jumlah pemilih dalam DPT Pemilu 2019 yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan Jumlah DPSHP Pemilu 2019 dengan selisih hanya 233 pemilih. 

Persoalan kedua, berkurangnya jumlah pemilih perempuan dalam DPT Pemilu 2019 dibandingkan dengan jumlah pemilih perempuan dalam DPSHP Pemilu 2019 dengan selisih sejumlah 74 pemilih, dan bila ditambah pemilih perempuan di dalam daftar pemilih tambahan (DPTb) Pilkada Serentak 2018 terdapat selisih sejumlah 41.191 pemilih.

Jaro Ade menilai, hal tersebut seharusnya mendapatkan klarifikasi dari penyelenggara Pemilu terkait penyebabnya. Apakah pindah alamat ke luar daerah pemilihan, perubahan status, input data, tercabut haknya, meninggal, dan ketidak akuratan data pemilih.     

Masalah ketiga terkait tidak terakomodirnya Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) Pilkada Serentak 2018 di dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019, dimana sesuai data dari KPU Kabupaten Bogor berdasarkan Berita Acara KPU Kabupaten Nomor: 238/PL.01-BA/3201/KPUKab/VII/2018, jumlah Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) Pemilihan Umum 2019 sejumlah 3.415.360 pemilih belum ditambahkan dengan Jumlah DPTb hasil Pemilihan Serentak 2018 sebanyak 77.602 pemilih, dengan beralasan daftar pemilih tambahan yang dimuat dalam Model A.Tb-KWK yang merupakan Daftar Pemilih Tambahan dinyatakan masih di dalam kotak suara yang dikuatkan dengan keluarnya Surat KPU Kabupaten Bogor Nomor: 621/PL.02.01-SD/3201/KPUKab/VIII/2018 tanggal 9 Agustus 2018.

Masalah keempat, lanjutnya, jumlah DPTb (Daftar Pemilih Tambahan) sejumlah 77.602 pemilih, tidak termasuk dalam daftar pemilih pada DPSHP Pemilu 2019 di Kabupaten Bogor sebagaimana dituliskan terpisah di angka 2 di lembar kedua dalam Berita Acara KPU Kabupaten Nomor: 238/PL.01-BA/3201/KPU-Kab/VII/2018, dan Jumlah DPTb sebanyak 77.602 Orang Pemilih, telah dicatakan oleh KPU Kabupaten Bogor dalam Berita Acara Nomor: 226 /PL.03.6-BA/3201/KPU-Kab/VII/2018 pada Formulir Model DB1–KWK.

Sedangkan masalah kelima adalah, “jumlah pemilih dalam DPT Pemilu 2019 Kabupaten Bogor seharusnya bukan sejumlah 3.415.593 pemilih, melainkan 3.492.729 pemilih, hal ini didasarkan atas jumlha DPSHP (3.415.360) + jumlah DPTb (77.602 – 233 {selisih DPSHP vs DPT} = 77.369) sehingga = 3.492.729 pemilih, sebagaimana penjelasan atas SE KPU RI Nomor: Surat Edaran KPU RI Nomor: 703/PL.02.1-SD/01/KPU/VII/2018,” bebernya

Oleh sebab itu, dia menegaskan, “Pentingnya masalah ini menjadi koreksi semua pihak, terutama peserta pemilu dan harus segera ada tindakan dari pihak berwenang sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas.pria yang bersahaja ini dengan lugas.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Bogor itu juga tidak menginginkan masalah DPT pileg dan pilpres ini akan menjadi polemik pasca pemilu, karena ketidak akuratan data.

“Sebab kunci sukses Pemilu atau pesta demokrasi, salah satunya pada DPT. dan KPU Kabupaten Bogor harus berkomitmen untuk menjamin dan memastikan setiap WNI di Kabupaten Bogor yang memenuhi syarat sebagai pemilih diberikan haknya sebagai pemilih wajib diselesaikan,” pintanya

Untuk diketahui, KPU Kabupaten Bogor telah menetapkan DPT di Kabupaten Bogor berjumlah 3.415.593 pemilih, yang terdiri dari 1.747.411 laki-laki dan 1.668.182 perempuan yang tersebar di 14.907 Tempat Pemungutan Suara (TPS).   R. Iyan Mufti

Facebook Comments

1 Comment

  1. makasih admin artikelnya sangat membantu

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook