Indonesia Darurat Narkoba, “ALUMNI SMA 53 & RELAWAN ANTI NARKOBA” .

Indonesia Darurat Narkoba,
“ALUMNI SMA 53 & RELAWAN ANTI NARKOBA”
.
Indonews, Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) mewaspadai adanya regenerasi kalangan pengedar dan pemakai narkoba di kalangan pelajar. Kecenderungan kenaikan pengguna narkoba pada usia pelajar menjadi salah satu faktor yang memungkinkan regenerasi itu.”Data tentang jumlah kematian 40-50 orang/hari akibat narkoba masih akurat hingga saat ini, asumsi pengguna lebih dari 4,34 juta. Ada kenaikan juga terhadap pengguna dari kalangan pelajar. Maka saya menyambut baik jika alumni SMA 53 siap bekerja-sama dengan BNN sebagai RELAWAN ANTI NARKOBA,” ucap Kasubdit Masyarakat dan Pendidikan BNN – Dik Dik Kusnadi Senin(17/9) diruang kerjanya.

“Jumlah pengguna narkoba itu naik cukup signifikan jika dibandingkan dengan 2014 yang sudah mencapai 4,15 juta jiwa dan 1,3 juta jiwa di antaranya masih berstatus pelajar dan mahasiswa,usia produktif ya. Maka dengan ke-ikut-sertaan Aluni SMA 53 kelak sebagai RELAWAN ANTI NARKOBA, akan banyak membantu program “Indonesia Darurat Narkoba” dalam arti memperkercil penggunaan dan penyebaran narkoba dikeluarga Alumni maupun lingkungan sekolah. Pengurus Alumni (IKBA 53) harus mende-clear bahwa bersih narkoba. Ini harus masif, harus masal, kolektif. Sehingga feed-backnya jelas dan terarah.Dalam arti lain ini komitmen sekaligus jaminan kepada orang-tua yang menyekolahkan anak-anaknya di SMA 53 bahwa sekolah SMA 53 ini anti narkoba. Maaf karena saya ada acara lain, saya pamit dulu, kapan-kapan kita bahas lebih detil dan rinci…” tambah beliau yang akrab saya panggil ‘Kang Dik dik sejak thn.2012 ini, kemudian memberikan simbol ‘salam 5 jari’ , salam STOP NARKOBA dan berlalu.

“Jika saja jumlah alumni SMA 53 ini sekitar 3.000 orang yang aktif, setiap alumni bisa mengkampanyekan dengan keluarganya minimal 3 orang, maka kita telah punya minimal 9.000 RELAWAN ANTI NARKOBA. Kita siap membantu BNN agar akan terus meningkatkan tindakan pencegahan & penyebaran informasi ttg bahaya Narkoba khususnya dilingkungan usia muda, termasuk di sekolah-sekolah. Dan memang harus ada sinerji antara BNN dengan Alumni SMA53, kita siapkan seperti apa strategi komunikasinya,dsb. Dan kita bisa ajak gabung kordinator alumni yang ada di Jakarta lainnya kalau perlu. Intinya kita siap dukung BNN ..”, demikian Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar Alumni (IKBA) SMA 53 – Sangap Sidauruk,SH,MH disela sidangnya selaku advokat muda melalui seluler.

“IKBA 53 adalah komunitas ‘real/nyata, dia siap menjadi garda terdepan sebagai RELAWAN ANTI NARKOBA. Jika selama ini lebih prioritas sosialisasi ke sekolah-sekolah, maka mungkin sekaranglah waktunya BNN mengajak-serta para alumni sekolah untuk kesana. Setuju harus ada program yangg bersinerji antara BNN dan Alumni , termasuk alumni SMA 53. Saya mengamati lama bahwasanya penyalah-gunaan narkoba di-usia sekolah salah satunya karena kurangnya komunikasi yang baik antara anak & orang-tua dirumah, hal lain adalah Penguatan kehidupan beragama sang anak, orang-tua harus langsung menjadi contoh. Yang diutamakan bukan hanya ritual keagamaan, melainkan memperkuat nilai moral yang terkandung dalam agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari – hari. Termasuk mengapa narkoba dilarang dalam agama apapun, saya pikir itu ya, sederhana saja. Sukses dan Selamat jika IKBA 53 dapat bersinerji dengan BNN, sebagaimana kemarin kalian bisa hadir di kedutaan Palestina sebagai tanda empati & simpati alumni SMA 53 atas masalah yang terjadi disana..”, demikian Maydin RH.Sitanggang,SE.MM – pembina IKBA 53 thn.2017-2020 yang juga mantan Ketum IKBA thn.2008-2017 lalu.—— (PapaRief’84/Jonny Sirait/IKBA53-Indonews)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook