Belasan Tahun Mengabdi, Guru Honorer Mengeluh “Bagaimana Nasib Kami Ini”

Belasan Tahun Mengabdi, Guru Honorer Mengeluh “Bagaimana Nasib Kami Ini”

Indonews, Bogor – Tenaga honorer mendesak pemerintah untuk merevisi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara karena tidak menguntungkan nasib tenaga honorer kategori 2 (K2/tidak dibiayai APBN) yang sudah berpengalaman untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Salah satu guru honorer di Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor yang tidak mau disebutkan namanya dalam pemberitaan ini, mengeluhkan syarat menjadi Calon pegawai negeri sipil (CPNS). Sebab, rekrutmen menjadi abdi negara memiliki syarat usia 18 hingga 35 tahun. “Untuk mengangkat guru honorer menjadi CPNS seharusnya tak terhalang usia,” katanya pada Indonews saat melakukan unjuk rasa di Gelanggang Olahraga (GOR) Pakansari Kabupaten Bogor, Rabu (19/9/18). 

Oleh karena aturan itu, harapannya menjadi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) tersendat sebuah syarat.Padahal dia mengatakan bahwa dirinya telah belasan tahun mengabdi sebagai tenaga pendidik, di salah satu SD di kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor
“Usia saya sekarang sudah 38 tahun, di satu syarat itu saja saya sudah mentok, terus bagaimana nasib kami ini,” ujarnya.

Sebab, tidak sedikit guru maupun tenaga honorer yang telah mengabdi pada negara usianya diatas 35 tahun.”Kami berharap tenaga honorer yang usianya sudah diatas itu, pemerintah bisa segera mencarikan solusinya, agar kami sejahtera,” ujar dia berharap.

Dia menuturkan, “Untuk honorer di Kecamatan Cisarua kurang lebih ada 350 orang dan yang berusia diatas 35 tahun ada sekitar 200 orang,” pungkasnya. (Wawan Kurniawan)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook