Relawan Jokowi Mendukung Rutilahu Thn.2016-2024 “SUDAH BERKURANGKAH JUMLAH ORANG MISKIN NASIONAL?”

Relawan Jokowi Mendukung Rutilahu Thn.2016-2024
“SUDAH BERKURANGKAH JUMLAH ORANG MISKIN NASIONAL?”
.
Indonews, Jakarta – Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia setelah sandang dan pangan. Dengan memiliki rumah suatu keluarga memiliki identitas tersendiri. Selain itu rumah juga merupakan tempat sentral bagi anggota keluarga untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan sesama anggota keluarganya serta dapat menjalankan fungsi keluarga baik yang bersifat afektif, edukatif dan sosial. Supaya rumah berjalan fungsinya maka sebuah rumah memiliki kaidah-kaidah layak huni.
.
“Maka untuk mencapai itu Presiden Joko Widodo mendukung terbitnya Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI No. 13/PRT/M/2016 tentang ‘Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya. Dimana ditargetkan 1 juta rumah setiap tahunnya.”, jawab Imelda –Ketum JMN – Jaringan Makmur Nusantara.

“Kami, JMN merasa penting untuk terus mendukung program – program Kabinet Kerja termasuk program Kementerian PUPR-RI tentang hal diatas. Ini dari tahun ketahun sejak thn.2016 lalu dalam mencapai target 1 juta unit rumah itu termasuk program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Red: Rutilahu)..”, Tambah Imelda yang lebih banyak berdomisili di Solo.
.
Masih kata Imelda, Kementerian PUPR-RI optimistis pencapaian program satu juta rumah di tahun 2018 akan lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Hal tersebut tidak lepas dari realisasi program sejuta rumah tersebut sampai 20 Agustus 2018 telah > 50% pertahunnya ini karena karena keterbatasan dana, namun hingga Agustus 2018 telah mencapai 582.638 unit. Pada tahun 2015, mencapai 669.770 unit, tahun 2016 sebanyak 805.169 unit, dan tahun 2017 sebanyak 904.758 unit.

Dikesempatan yang berbeda, Sekjend JMN, Ary Dicky menambahkan bahwa Definisi Rumah Tidak Layak Huni sebagai Permen diatas,al : Bahan lantai berupa tanah atau kayu kelas IV, Bahan dinding berupa bilik bambu/kayu/rotan atau kayu kelas IV, tidak/kurang mempunyai ventilasi dan pencahayaan, Bahan atap berupa daun atau genteng plentong yang sudah rapuh, Rusak berat, dan/atau Rusak sedang dan luas bangunan tidak mencukupi standar minimal luas per-anggota keluarga yaitu 9 m². Dalam Permen itu pula disebut , jumlah bantuan yang diberikan kepada masyarakat dibagi menjadi dua, yakni untuk peningkatan kualitas (PK) maksimum sebesar Rp15 juta dan pembangunan baru (PB) maksimal Rp30 juta
.
“Tahun 2018 tersisa 4 bulan kerja, saat ini baru mencapai 582.638 unit , bagaimana cara mengejar hingga 1 juta unit?, tanya saya. “Ahahah..ya jangan ditanya saya mas, sampeyan bisa check langsung ke kantor kementerian PUPR-RI. Insya Allah di akhir tahun mencapai satu juta rumah dengan proporsi 60%-70% rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),””, jawab Sekjend JMN lewat seluler siang tadi (Jumat,21/9)
.
Saya kemudian merenung, demikian berat kerja Jokowi selama ini selain disisakan kasus-kasus korupsi pemerintahan sebelumnya yang menurut KPK lebih dari Rp.220 trilyun juga kemiskinan yang masih tinggi. Saat menjadi Presiden ke-7 tahun 2014 lalu, Jokowi diwarisi kemiskinan > 28,828 juta. Namun seiring waktu, dibulan Maret 2018, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia tersisa > 25,95 juta orang (9,82%). Ekstrimnya, sejak thn.2014 – September 2018, Jokowi mengurangi angka kemiskinan nasional sekitar 2,878 juta orang atau 719.000 orang/tahun.
.
Saya mewakili teman-teman Relawan Konsorsium Relawan Jokowi (KRJ), Persatuan Relawan Indonesia (PERI) dan tentunya JMN – Jaringan Makmur Nusantara akan selalu terdepan bersama teman-teman dalam mengawal program-program kerja Jokowi-KH.Ma’ruf Amin thn.2019-2024 yad ,”INDONESIA KERJA, BERSIH – MERAKYAT & KERJA-NYATA”. Terima-kasih kepada Indonews khususnya Pimred – Jonny Sirait,Amd atas dimuatnya tulisan ini, semoga bermanfaat. Mohon maaf lahir bathin. Aamiin YRA …(Arief P.Suwendi, Ketum PERI & Penasehat Media Ummat dan Indonews bidang Media & Event Organizer).

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook