Suara Relawan Jokowi, “JOKOWI, ROMBAK SAJA BUMN YANG TIDUR ! .

Suara Relawan Jokowi,
“JOKOWI, ROMBAK SAJA BUMN YANG TIDUR !
.
Indonews, Jakarta – ”Menjelang tahun 2019 , Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan perombakan direksi besar-besaran di beberapa BUMN. Dimulai dari PT.Pertamina,PT. Garuda, PT. Wijaya Karya, PT PP Tbk, dan PT Hutama Karya, dsb. “Apakah ini ada kaitannya dengan Pilpres 2019?”, kepada Pers , Kepala Staf Kepresidenan RI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko membantah hal ini dengan Pilpres 2019.
.
Moeldoko menegaskan, perombakan direksi sudah dipertimbangkan matang-matang oleh Kementerian BUMN. “Pasti ada tujuan-tujuan, efisiensi sebuah unit usaha. Kalau larinya ke sana, pasti karena perbaikan, regenerasi, dan sebagainya.”
.
Dalam pengamatan saya selaku Relawan Jokowi, khususnya perlunya dilakukan perombakan di BUMN adalah langkah cerdas sebagaimana semboyan Jokowi di thn.2019-2024 yad,”INDONESIA KERJA, BERSIH – MERAKYAT & KERJA-NYATA”. Kita tahu dari 118 BUMN yang ada , lebih dari 26 BUMN selama ini masih ‘selalu rugi dengan nilai kerugian negara > Rp.26 trilyun/tahun?.
.
Maka wajar jika Jokowi mulai ‘bersih-bersih di BUMN, termasuk di BUMN Karya seperti PT Wijaya Karya Tbk, PT PP Tbk, dan PT Hutama Karya. Karena berbagai hal, salah-satunya karena banyaknya insiden kecelakaan proyek yang digarap PT.Wijaya Karya maka Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk (Red: Bintang Perbowo) pun harus dicopot terhitung bulan April 2018 lalu.
.
Juga di sektor migas. Pekan lalu, pencopotan Elia Massa Manik sebagai direktur utama PT Pertamina (Persero) pun dicopot sekaligus dengan seluruh jajaran direksi Pertamina kalau pun Elia belumlah genap 2 bulan menjabat. Memang pahit, namun inilah resiko jabatan. Terdengar isue-nya karena Elia selalu ‘ngotot menaikan harga bensin premium, dan ini bertolak-belakang dengan ‘main-frame Jokowi.
.
Bahkan kini sedang dikondisikan akan adanya pergantian direksi PT.Garuda, PT.Telkom dan direksi BUMN lainnya?, karena dianggap masih ‘merugi?, Jikalau ini pun akan membawa kebaikan tentunya publik akan memahami ‘bersih-bersih Jokowi ditubuh BUMN.
.
Bagaimana dengan PT.Perhutani?, mari kita lihat prestasi PT.Perhutani di thn.2016, pendapatan mereka hanya mencapai > Rp.3,68 trilyun sedangkan tahun 2017 mereka hanya mencapai > Rp. 3,65 trilyun dalam arti menurun 0,9 – 1,2%, lalu bagaimana mereka mengejar target Rp.4,16 trilyun sebagai target pendapatan tahun 2018 ?
.
,”INDONESIA KERJA, BERSIH – MERAKYAT & KERJA-NYATA” akan terbukti dahsyat dan kongkrit jika BUMN bersih dari parasit ‘ekonomi dan politik kentang. Yang hanya memikirkan bagaimana perut tambun, tanpa perduli kepentingan bangsa dan negara besar ini di thn.2019-2024 mendatang. Maka semakin sempurna lagi disaat Jokowi memilih KH.Ma’ruf Amin selaku – Wapresnya di thn.2019-2024 yad, Duet dahsyat antara Pekerja keras & Ulama Kharismatik. Inshaa Allah.
.
Dan,..Kami, selaku relawan Jokowi pasti mendukung hal-hal kebaikan. Inshaa Allah. Mohon maaf lahir bathin. Terima-kasih kepada INDONEWS, khususnya Jonny Sirait,Amd selaku Pimred. ‘Mauliate !….. (Arief P.Suwendi, Ketum PERI – Persatuan Relawan Indonesia, Penasehat Media Ummat & Indonews bidang Media & Event Organizer)

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Facebook